0


Dalam sebuah riwayat syi’ah, perempuan tidak boleh menikah dengan lelaki nashibi karena lelaki nashibi adalah kafir.

Disebutkan dalam sebuah kitab rujukan besar syiah “Wasa’il Asy-Syi’ah” milik Al-Hur Al-‘Amili:

عن علي بن الحسن بن فضال، عن محمد بن علي عن أبي جميلة، عن سندي، عن الفضيل بن يسار قال: سألت أبا جعفر (عليه السلام) عن المرأة العارفة هل أزوجها الناصب؟ قال: لا لان الناصب كافر

Dari Ali bin Hasan bin Faddhal, dari Muhammad bin Ali dari Abi Jamiilah, dari Sindi, dari Fudhail bin Yasar. Dia berkata: Aku bertanya kepada Abu Ja’far alaihissalam tentang perempuan yang arif (syi'ah), apakah aku menikahinya dengan lelaki Nahibi? Abu Ja’far berkata: “Jangan, karena lelaki nashibi adalah kafir” (Wasail Asy-Syi’ah 20/553)

Dalam riwayat yang disebutkan oleh Al-Hur Al’Amili dalam kitabnya sangat jelas, bahwasanya tidak diperbolehkan untuk menikahi seorang perempuan dengan lelaki nashibi.

Maka timbul pertanyaan..


Akan tetapi mengapa Rasulullah menikahi kedua anaknya “Ruqayyah dan Ummu Kultsum” dengan Utsman bin Affan radhiyallahu anhum?? Yang mana beliau adalah tokoh nashibi besar di mata orang-orang syi’ah?

Maka ada saja orang syi’ah yang berkilah dengan salah satu dari 2 kemungkinan berikut:

1- Ruqayyah dan Ummu Kultsum bukanlah anak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Atau orang syi’ah akan berkilah dengan kemungkinan yang kedua:

2- Utsman bin Affan tidak pernah menikahi Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Maka kita jawab kilahan syi’ah yang pertama..

Tidakkah kalian terlalu bodoh wahai syi’ah bahwasanya kitab-kitab kalian menyatakan “Ruqayyah dan Ummu Kultsum adalah anak dan putri-putri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. “

Disebutkan dalam kitab rujukan besar syi’ah “Al-Kafi” oleh Al-Kulaini. Al-Kulaini menyebutkan:

وتزوج خديجة وهو ابن بضع وعشرين سنة، فولد له منها قبل مبعثه عليه السلام القاسم، ورقية، وزينب، وأم كلثوم

“Dan Rasulullah menikahi Khadijah sedangkan umur beliau 20 tahun lebih, maka beliau memiliki anak dari Khadijah sebelum diutusnya menjadi Rasul: Al-Qasim, Ruqayyah, Zainab, Ummu Kultsum” (Al-Kafi hal.439)

Maka untuk kilahan pertama kalian sudah terjawab dan sudah sangat jelas, bahwasanya ulama besar kalian menyatakan “Ruqayyah dan Ummu Kultsum adalah kedua putri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam”.

Adapun untuk kilahan kedua kalian, tidakkah kalian terlalu bodoh wahai syi’ah bahwasanya kitab-kitab kalian menyatakan bahwa Utsman bin Affan menikahi Ruqayyah dan Ummu Kultsum??

Disebutkan dalam kitab Nahj Al-Balaghah, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata kepada Utsman bin Affan:

وقد نلت من صهره ما لم ينالا

“Kamu telah mendapatkan kekerabatan dari Rasulullah yang mana tidak didapatkan oleh 2 orang (Abu Bakr dan Umar)” (Nahj Al-Balaghah 2/68)

Syaikh Muhammad Abdah (Yang mensyarh Nahj Al-Balaghah) berkata:

وأما أفضليته عليهما في الصهر فلأنه تزوج ببنتي رسول الله رقية وأم كلثوم، توفيت الأولى فزوجه النبي بالثانية ولذا سمي ذا النورين

“Dan adapun keutamaan Utsman daripada Abu Bakr dan Umar dalam masalah kekerabatan, karena Utsman telah menikah dengan kedua anak Rasulullah “Ruqayyah dan Ummu Kultsum”, yang pertama telah wafat maka Nabi menikahinya lagi dengan yang kedua. Maka karena itu Utsman dinamakan dengan Dzun Nurain (pemilik 2 cahaya) (Nahj Al-Balaghah 2/68)

Dalam masalah ini pun, kitab kalian dan ulama kalian menyatakan bahwasanya Utsman bin Affan menikah dengan kedua putri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Maka kilahan kedua kalian sudah terjawab.

Maka setelah pemaparan ini, hanya akan ada 2 kesimpulan:

1- Utsman bin Affan bukanlah seorang Nashibi sebagaimana yang diyakini dan distempel oleh para ulama syi’ah dan orang awamnya.

Kalau orang syi’ah tetap teguh dalam pendiriannya “bahwa Utsman adalah nashibi”, Maka akan ada kesmipulan kedua;

2- Rasulullah telah melakukan kesalahan besar, karena telah menikahi kedua anaknya sekaligus dengan seorang tokoh nashibi besar Utsman bin Affan.

Kesimpulan mana yang akan diambil oleh syi’ah alaihim la’natullah??

Semoga bermanfaat, wa shallallahu alaihi wa sallam. 



Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top