1


Perlu diketahui bahwasanya “Segala sesuatu selain ibadah, hukum asalnya adalah mubah kecuali ada dalil yang mengharamkannya”. 

Maka kita dapat bertanya, “Apakah ada dalil yang mengharamkan pewarnaan rambut untuk para pemuda? Jika ada dalil yang mengharamkannya, maka mewarnai rambut untuk para pemuda hukumnya adalah haram. Dan jika tidak ada dalil yang mengharamkannya maka mewarnai rambut untuk para pemuda diperbolehkan”.


Dan ternyata, tidak ada satupun dalil yang mengaramkannya. Maka dari itu, Lajnah Da’imah yang dipimpin oleh Syaikh Bin Baz rahimahullah ditanya tentang hukum ini. Maka Lajnah Da’imah menjawab:

تغيير الشعر بغير السواد لا حرج فيه وكذلك استعمال مواد لتنعيم الشعر المجعد والحكم للشباب والشيوخ في ذلك سواء إذا انتفت المضرة وكانت المادة طاهرة مباحة أما التغيير بالسواد الخالص فلا يجوز للرجال والنساء لقول النبي صلى الله عليه وسلم: «غيروا هذا الشيب واجتنبوا السواد

“Merubah warna rambut dengan selain warna hitam maka tidak mengapa. Begitupula tidak mengapa menggunakan bahan ramuan untuk rambut yang keriting. Dan hukum ini untuk para pemuda dan orang yang sudah tua adalah sama saja selama bahan tersebut suci dan diperbolehkan. Adapun merubah warna rambut dengan warna hitam murni maka hukumnya tidak diperbolehkan baik untuk para lelaki atau perempuan. Karena Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Rubahlah uban ini dan jauhilah warna hitam” (Lajnah Daimah: 5/190)

Kemudian yang perlu diperhatikan untuk para pemuda yang ingin mewarnai rambutnya adalah:

1- Mewarnai rambut yang belum beruban bukanlah ibadah. Jadi hukumnya hanyalah mubah dan bukan sunnah. Karena yang menjadi sunnah dan ibadah adalah merubah warna rambut ketika beruban. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ، وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Rubahlah warna uban ini dengan sesuatu dan jauhilah warna hitam” HR Muslim

2- Hindarilah warna-warna rambut yang menyerupai  (tasyabbuh) cat warna orang-orang kafir dan fasiq. Untuk zaman ini, maka warna yang menyerupai cat warna orang-orang kafir an fasiq adalah warna biru, atau warna hijau, atau warna lainnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka” HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh syaikh Al Albani

3- Hindarilah menyerupai kaum wanita. Ibnu Abbas radhiyallahu berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

 “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat para lelaki yang menyerupai wanita, dan para wanita yang menyerupai lelaki” HR Bukhari

Wallahu ta’ala a’lam. Semoga bermanfaat. Shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.



Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

  1. Spesialis huruf timbul , etching dan kaligrafi . Kunjungi www.jagohuruftimbul.com

    BalasHapus

 
Top