0


Untuk orang yang suka “mematahkan semangat kawannya”. (Mohon dibaca satu persatu, point perpoint karena sangat penting).

 Dan diakhir tulisan, kami juga sedikit menceritakan pengalaman kami tentang jatuh bagunnya  situs pribadi kami “Kajian Al Amiry”, yang memiliki kaitan dengan pembahasan.

#Curhatan seorang teman di malam hari setelah direndahkan ketika berdakwah dengan blog/web.

1- Kata sang pencela, “Untuk apa kamu buat blog/website tentang agama? Toh, para asatidzah dan ustadz-ustadz kita sudah pada memiliki blog”.


=> Apa menurutmu, ustadz-ustadz lah yang menghalangimu dari menulis? Kalau iya, betapa kasihannya dirimu. Kalau engkau patah semangat untuk menulis karena para asatidzah telah menulis, maka jangan patahkan semangat kawanmu.

Engkau tahu kitab Arba’in? Apa hanya Imam Nawawi yang memilikinya? Tentu tidak, ada arba’in milik Iraqi,ada arba’in milik Ibn Aslam Ath Thusi, ada arba’in milik ajurry,  ada arba’in milik Baihaqi (akan tetapi Imam Baihaqi 40 bab bukan 40 hadits), ada arba’in milik ibn wad’an, ada arb’ain milik naisaburi dan arbai’in-arba’in lainnya.

Apa karena sudah banyak Arba’in, lantas Imam Nawawi patah semangat untuk menulis arbain? Tidak, justru milik Arba’in Nawawi-lah yang paling terkenal dan banyak memberi faidah dan manfaat buat ummat.

Dan sampai sekarang, masih ada saja ulama yang menulis dengan metode arba’in ini, seperti syaikh Ahmad bin Abdir Razzaq At Tamimi Al Kuwaiti dalam Arbain Quraniyyah-nya. Dan beliau tidak patah semangat untuk menulis hadits metode arba’in walaupun beliau sudah didahului oleh Imam Nawawi.

Maka kalau terdapat ustadz yang mendahului mu karena telah memiliki blog atau website, maka janganlah kamu patah semangat. Bisa jadi website mu lah yang paling terkenal dan bermanfaat  untuk ummat di masa yang akan datang.

Ingat, Jangan patahkan semangatnya ketika dia cinta dengan ummat islam dan ingin memberikan manfaat untuk ummat walaupun terkadang mereka merintih keletihan ketika berdakwah.

2- Kata dia, “Belum saatnya kamu menulis di blog dan website”.

=> Apakah syarat membagi-bagi ilmu di blog harus bergelar ustadz dahulu? Atau Lc? Ataukah MA? Dan ataukah Dr? Kalau itu yang dalam pikiranmu maka anda sudah salah besar. 

Hanya ada satu syarat yang ditetapkan oleh Rasulullah dalam sabdanya

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikan dariku walau satu ayat” HR Bukhari

Jadi,jika engkau sudah mengerti betul dengan suatu hukum atas dalil yang benar walaupun itu satu ayat atau satu hadits maka boleh bagimu untuk berbagi ilmu tersebut.

Jangan patahkan semangatnya, ketika dia cinta dengan ummat islam dan ingin memberikan manfaat untuk ummat walaupun terkadang mereka merintih keletihan ketika berdakwah.

3- Perlu diingat: Orang yang tidak pernah menulis atau berbagi ilmu yang ia miliki, biasanya ilmunya hanya hangat-hangat tahi ayam. Dan dia tidak bisa mengaplikasikannya.

Contoh: Banyak santri atau mahasiswa islami, ketika ditanya suatu hukum yang mendasar maka dia tidak bisa menjawabnya. Dan tidak dipungkiri juga, terkadang dia hapal mati dalil tersebut namun tidak bisa mengaplikasikannya.

Ketika ditanya: “Apa status puasa seseorang jika dia berniat puasa ramadhan di pagi hari. Kemudian pada sore harinya dia berniat dan sangat bertekad untuk membatalkan puasanya tanpa keraguan. Akan tetapi dia belum makan atau melakukan pembatal puasa lainnya. Apakah puasanya masih berlanjut ataukah sudah batal, padahal dia belum makan?”

Mungkin ketika ditanya seperti ini dia akan diam seribu bahasa sambil menggaruk-garukkan kepalanya. Padahal dia hapal mati dalil dalam masalah tersebut. Apakah engkau bagian dari mereka yang tidak bisa menjawab? Kalau iya, mungkin karena engkau tidak pernah membagi-bagikan ilmumu atau menuliskannya kembali dengan tujuan dibagikan.

Padahal jawabnya sangatlah mudah. Tentu puasanya batal. Mengapa? Dalilnya apa?

Dalilnya apa yang telah engkau hapal.

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرىء ما نوى

“Sesungguhnya amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya bagi seseorang apa yang ia niatkan” HR Bukhari Muslim

Kalau dia niat dan bertekad untuk batal tanpa keraguan maka batallah puasanya, karena apa yang ia niatkan itulah yang ia dapatkan, maka batallah puasanya walaupun dia belum makan atau minum. Dan amalan tergantung pada niatnya, jika niatnya mau membatalkan maka batallah puasanya.

Bukankah engkau sudah hapal mati hadits ini? Saya rasa, orang awwam (yang bukan santri) pun sudah banyak yang hapal hadits ini.

Maka kalau orang yang aktif dakwah dan menulis, dia sering ditanya oleh masyarakat. Salah satu contohnya adalah masalah ini, maka dia akan membaca ulang dan akhirnya mengetahui hukum tersebut dan hapal jawaban berserta dalil diluar kepala. Berbeda halnya dengan orang yang tidak aktif dalam berdakwah dan hanya pasif, maka dia tidak pernah ditanya oleh masyarakat dan akhirnya tidak bisa mengaplikasikan dalil yang telah ia miliki.

Jangan patahkan semangatnya, ketika dia cinta dengan ummat islam dan ingin memberikan manfaat untuk ummat walaupun terkadang mereka merintih keletihan ketika berdakwah.

4- Perlu engkau ketahui: “Banyak orang yang punya website atau blog dia sering mengeluarkan banyak dana hanya untuk blog yang dia buat untuk ummat”.

Tidak kasihankan engkau dengannya, sedangkan engkau selalu mentertawakannya ketika dia berusaha berdakwah dijalan Allah? Ketika itu pula duitnya termakan untuk web?

Engkau belum percaya jika mereka mengeluarkan banyak dana? Kalau engkau tidak percaya, karena engkau belum merasakan dan belum pernah memiliki website.

Mari kita kalkulasi:

Untuk memiliki website profesional, dia harus membeli domain dan hosting. Mungkin dia harus mengeluarkan dana kurang lebih sebesar 200.000. Dan terlebih jika dia adalah newbie dalam masalah blog, sehingga dia bertekad membuat blog untuk ummat akan tetapi dengan menyewa jasa perawatan web tiap bulannya.

Tahukan engkau, berapa yang harus ia keluarkan perbulan untuk jasa perawatan web? Normalnya jasa perawatan web, seharga 500.000 dan itu bisa kita check sendiri harganya. Kalaupun ada yang lebih murah, maka harganya 300.000 perbulan. Dan itu mungkin yang sudah paling murah. Kecuali ada admin yang siap dia bayar lebih murah dari harga tersebut.

Hitung saja sendiri, berapa yang harus ia keluarkan dalam setahun untuk ummat? Belum lagi, ketika dia upload video ke websitenya atau youtube, atau media lainnya agar bisa didownload dan disaksikan serta diambil manfaatnya buat ummat. Berapa GB kuota yang harus ia miliki?? 1 atau 2 GB jelas tak cukup. Tentu dia akan sangat banyak mengeluarkan biaya. Dia terpaksa beli pulsa kuota internet untuk aktifitas dakwahnya di dunia maya.

Lantas, kalau yang buat web ini hanyalah mahasiswa dan tidak memiliki hasil bulanan kecuali dari ayah dan ibunya? Bagaimana kamu hina dia, sedangkan dia menghabis kan uang untuk itu.

Kami ulangi..

Masih wajar, jika yang engkau hina adalah orang yang sudah berpenghasilan tiap bulannya.  Namun, jika orang yang engkau rendahkan hanya berstatus mahasiswa dan bulanannya pun hanya bersandar kepada pemberian ayah dan ibunya?? Apakah layak, kamu tertawakan.

Tidak kasihankah kamu? Terkedang, mereka merintih keletihan bahkan menangis menahan hinaan.

Terlebih, dia baru bangun web dan pengunjungnya masih sedikit. Apa kamu mau menghina lagi?

“Maka dari itu, tidak sedikit (alias banyak) website yang berkaitan agama meminta donasi buat perkembangan webnya”.”Yang banyak meminta donasipun adalah website organisasi, jika website organisasi saja masih butuh dana dari luar, terlebih lagi website pribadi perorangan. Karena dia hanya bersandar kepada dana sendiri, dan terkadang uangnya tidak mencukupi. Berbeda jika organisasi yang ditanggung bersama-sama”.

Mungkin ada baiknya saya bercerita pengalaman jatuh bangunnya situs pribadi “Kajian Al Amiry” dan sulitnya untuk mengembangkannya.

Thoyyib..

“Dari awal berdirinya situs pribadi kami hingga sekarang, kami tidak pernah meminta donasi walau itu hanya satu rupiah saja. Sampai saat ini kami belum pernah meminta donasi dari manapun”.

Dan terkadang itu yang menjadi sedikit hambatan.

Pada awalnya, situs kami hanya berbasis gratisan. Dan dahulunya, kami aktif diblog, hanya bermodalkan satu perangkat “tablet”. Ya, satu tablet. Dari tablet inilah kami menulis di akhir tahun 2012 tepatnya bulan november hingga awal-awal tahun 2013. Kami menulis kalimat yang panjang hanya dengan menekan layar touchscreen, menulis berpuluh-puluh artikel hanya dengan menekan touch screen, dan kami sangat sering typo (alias salah pencet huruf) dan tablet sering ngadet. Dan hal itu, sebenarnya sangat sulit dan letih bagi kami pribadi.

Ketika tahun 2012 sampai pertengahan tahun 2013, status kami adalah pengabdian. Abi kami tidak mau membelikan laptop untuk kami hingga genap dan selesainya masa pengabdian. Satu bulan, kami menulis dengan menekan layar touch screen, dan hal itu sangatlah lelah dan meletihkan. Tapi apalah daya, hanya perangkat itu yang ada dan yang saya miliki. Dan sebenarnya tablet itu adalah milik abang kami dan tablet itu hanya bersasis buatan china yang sangat mudah hank dan ngadet berhenti.

Hilang sedikit kesabaran, maka saya mencoba meminta ke abi sekali lagi agar membelikan kami sebuah laptop. Tapi abi tetap tidak mau, kecuali jika masa pengabdian saya telah selesai.  Abi memberikan saran, “Nak, kalau tangannya letih coba beli keyboard dan mouse. Dan sambungkan ke tablet. Insya Allah bisa”.

Ketika abi memberi tahu hal tersebut, besok harinya saya segera mencari keyboard external dan mouse serta kabel OTG. Dan alhamdulillah bisa diakses.

Bahagia rasanya ketika melepas keletihan menulis diatas layar basis china selama berbulan-bulan, akhirnya bisa menulis dengan keyboard. Walaupun terkadang tabletnya suka ngadet dan berhenti sendiri. Dengan tablet inilah saya berusaha untuk selalu bersabar.

Dengan tablet inilah kami menulis artikel-artikel dan dimuat di situs pribadi kami, dan disaat itu web kami masih berbasis gratisan blogspot.

Di akhir-akhir masa pengabdian....

Malam hari...

“Nak, coba cari-cari laptop yang iam suka (iam adalah panggilan akrab kami). Nanti kalau sudah jumpa, kasih tahu bapak ya nak. Biar bapak lihat juga”.

Semangat 45, saya berjuang mencari secara online laptop-laptop yang bagus. Tapi...

Haduh.. Apa yang kami pilih?? Saya tidak mengerti apa-apa tentang fitur laptop.

“Pak yang ini aja”. Ujar saya

“Jangan nak, spesifikasinya yang itu kurang bagus nak”.

Dalam hati, “Laptop 5 juta kurang bagus? Berarti bapak mau beliin iam yang lebih bagus”. (Dalam hati menyimpan rasa bahagia).

“Yang ini pak. Eh.. Yang itu. Yang ini aja ding. Eh, Yang itu aja.. ”.

Gak jadi-jadi dan tidak ada pilihan yang tepat, akhirnya, abi ana menelpon abang kami yang mana abang kami tahu seluk beluk dan fitur-fitur laptop maupun gadget masa kini.  

Selesai menelpon.. Abi bertanya, “Nak, mau laptop merk apa?”.

Tanpa mikir panjang “Sony pak”. Sambil senyum-senyum

“Coba cari merk sony yang harganya kurang lebih 10 juta nak. Nanti kalau sudah jumpa, besok kasih tau bapak nak”.

Merasa terbang, saya berusaha mencari dan mengincar laptop merk sony vaio.

Ternyata, besoknya saya berubah pikiran.

“Laptop merk apple aja lah..” Gumam dihati

Abi kami mencoba untu membanding-bandingkan antara 2 laptop yang saya pilih. Salah satu seri apple dan salah satu seri vaio.

Ketika datang hari minggu... Waktu yang dijanjikan pun tiba. Dimana hari itu adalah hari yang dijanjikan oleh abi untuk beli laptop baru.. Senangnya minta ampun.

Berangkat ke kota palembang selama 4 jam lamanya. Mall ke mall dicari. Ternyata apple kurang membahagiakan hati terlebih setelah abang saya memberi kabar kalau apple sedikit lebih susah diakses. Terlebih banyak yang berbayar.

Apple tak jadi vaio menjadi pilihan. Pergi ke mall Palembang Square dan menuju toko laptop khusus vaio. Dan alhamdulillah, ada satu laptop yang menarik perhatian abi saya.

“Nak, kalau laptop ini suka nak?” Abi berdiri di depan laptop seharga 9 juta

“Suka kali pak”. Tanpa ada keraguan sedikitpun.

“Coba pikir-pikir dulu nak. Jangan sampai nanti iam nyesal”.

“Iya pak, ini aja”.

Abi, mulai ngobrol-ngobrol dengan penjaga toko. Dan akhirnya deal. Senangnya minta ampun, dan setelah deal kami jalan-jalan ke mall lain. Kemudian ketika kami sudah puas jalan-jalan, kami mengambil laptop vaio ke toko asal dan kami siap pulang ke rumah.

Sampai dirumah....

“Suka laptopnya nak?” Tanya abi

“ Suka kalipun pak” sambil senyum lebar

“Ciumlah bunda dulu kalau gitu”. Ujar abi

Tanpa basa-basi ambil 1000 langkah, langsung cium kening bunda. Dan berterima kasih.

-----
Setelah vaio sudah di genggaman, kami semakin leluasa sehingga kami berusaha untuk selalu aktif menulis.

Dan alhamdulillah, pengunjung situs pribadi kami bertambah dan terus bertambah. Kami memuji Allah dan bersyukur atas nikmatnya. Dan pada akhirnya, kami mencoba memutuskan untuk membeli domain nama sendiri. Mulai bertanya dan curhat sama abang kami.

“Berapa harga domain?” tanya abang

“Sekian sekian” ujarku

“Yaudah beli aja, coba aja dulu”.

Akhirnya berbincang-bincang dengan abang, dan akhirnya situs pribadi “Kajian Al Amiry” ditetapkan dengan alamat “www.alamiry.net”.

Malam hari, situs ana diurus. Dan alhamdulillah, di subuh hari alamat web sudah berubah menjadi “www.alamiry.net”  yang sebelumnya hanya berbasis gratisan blogspot.

-----

Beberapa bulan setelahnya, setelah mulai banyaknya kunjungan orang-orang ke blog, kami memiliki inisiatif untuk tidak monoton bersandar kepada tulisan. Akan tetapi mencoba rekaman suara.

Akhirnya mencoba rekaman suara dan diupload di soundcold. Akan tetapi itu tidak bertahan lama. Mengapa? Karena soundcold hanya memberi batas suara hanya 2 jam saja untuk akun yang berbasis “free”.

“Haduh, berbayar? Bayar via kartu kredit atau paypal lagi”. Gumam dalam hati

Kalaupun via transfer bank lokal, harganya sangat mencekik untuk mengupgrade ke akun basis Pro. Seharga 55 dolar.

Sedikit sedih dan patah semangat.. Ternyata kajian dengan suara untuk saat itu masih gagal. Dan akhirnya hanya kembali untuk berdakwah lewat tulisan terlebih dahulu.

Minta donasi gak ya? Untuk akun pro (karena harga yang begitu mencekik)? Memikir sesaat ketika itu.

Curhat ke abi, “Jangan minta sama orang nak. Pakai aja akun basis free”.

“Gleek”, nelan ludah dan mau tak mau harus mengurungkan niat minta donasi.

-----

Punya inisiatif lain, gimana kalau buat stasiun radio sendiri? Biar gak ada batas dan free unlimited. Ya, akhirnya kami membuat stasiun radio online terpilih. Dan alhamdulillah “Radio Kajian Al Amiry” bisa mengudara dan On-Air. Namun kendala lagi lagi datang.

Apa kendalanya? Kalau mau selalu on-air, maka harus ada laptop yang menyala terus khusus buat radio. Sedangkan kami hanya punya 1 laptop. Akhirnya radio kami hanya on-air setelah maghrib hingga isya’ untuk setiap harinya. Disana kami menyiarkan rekaman suara kami.

Akan tetapi hal tersebut tidaklah efektif dan hanya berjalan kurang lebih 3 minggu. Karena kami hanya punya satu laptop. Dan tidak ada laptop lain yang siap on-air terus khusus radio.

Mau minta sama abi satu laptop lagi, tidak mungkin apalagi minta donasi dari orang.

Mengurungkan niat lagi, dan bersabar dengan gratisan dan alat perangkat seadanya.

Akhirnya jatuh lagi, dan kembali berdakwah melalui tulisan saja dulu.

Disitu, saya selalu coba mngadu dan mengadu ke Allah. Untuk mempermudah urusan kami.

-----

Akhirnya, mikir panjang dan keluarlah keputusan untuk membuat channel khusus “Kajian Al Amiry” di youtube, untuk menyebarkan faidah ke ummat.

Sebelum membuat channel khusus, kami mikir panjang dahulu. Mengapa mikir panjang? Karena, alat perangkat kami  sangatlah terbatas. Kamera handycam (camrecorder) kami tidak punya.

Mencari-mencari toko online yang menjual kamera,ternyata harga rata-rata kamera yang normal berkisar  1.5 juta.

Haduh, murung... coba bersabar dan mikir lagi. Disaat itu hanya ada 2 solusi agar kajian dapat disimak oleh ummat dengan nikmat:

- Solusi pertama,  Rekaman kajian cukup dengan suara tanpa kamera . Tapi agar hasil lebih baik, kami coba berinisiatif harus memiliki recorder suara. Dan beberapa hari yang lalu, kami mencoba bertanya harga recorder kepada kawan yang memilikinya. Dan ternyata harga recorder sony diatas 500 ribu. Ketika mendengar harganya saja, kami sudah mengurungkan niat untuk beli.. Tidak mungkin saya beli, kalau saya beli kemana uang jajan saya selama sebulan?

- Solusi kedua, Rekaman kajian dengan kamera ala kadarnya tanpa handycam camrecorder. Hingga sekarang, rekaman kami masih ala kadarnya. Rekaman kajian buat diupload di youtube tanpa handycam. Tapi rekaman ala kadarnya.

Sampai sekarang, perangkat kami masih ala kadarnya karena tidak ada duit untuk beli perangkat itu semua.

Apa antum tahu, dengan apa rekaman kajian kami??

Kami sedikit beri tahu, kami hanya rekaman dengan hp android yang saya miliki. Ya, ala kadarnya. Yang mana, battrei android saya sudah soak karena selalu digunakan untuk rekaman kajian yang berdurasi lama.

Tapi saya berharap, semoga Allah menggantikannya dengan memberikan kepada saya mahabbahNya (cinta dan kasih sayangNya).

Sedikit menyesal, ketika tahu kalau ternyata hp saya akan bernasib seperti ini. Ya, sekarang hp saya lebih sering di charger dari pada dicabut.

Kalau mau rekaman, maka malam harinya hp harus dicharge sampai siang. Kalau sudah mau rekaman baru dicabut, dan koneksi sinyal harus dimatikan agar tidak menguras battrei yang soak yang sedang digunakan untuk rekaman.

Ya begitulah, hingga akhirnya ana coba menyindir abi via bbm, “Pak, nanti.. kapan-kapan aja tapi.. Beliin iam handycam ya.. Tapi kapan-kapan aja pak. Kalau lagi luang”.

Sebenarnya saya mintapun, sedikit malu. Akhirnya... “Kliink” suara notofikasi bbm berbunyi.

Akhirnya chat sudah diread oleh abi. Abi menjawab, “Iya nak, insya Allah nanti bapak belikan”.

Dan mudah-mudahan Allah segera mempemudah urusan kami dan menghadiahkan kami camrecorder dan mengabulkan permintaan kami.

-----

Ketika kami hanya menggunakan perangkat ala kadarnya dengan susah payah, kemudian disuatu hari sangat disayangkan...

Channel youtube kami di “BLOKIR” oleh perusahaan youtube karena alasan menyesatkan. Ketika kami upload video mengenai syiah.

Sangat sedih sebenarnya, namun saya mencoba untuk bersabar.

-----

Maka dari itu, saya berusaha untuk membuka toko online agar bisa membeli perangkat-perangkat yang dibutuhkan. Dan akhirnya berdirilah “Toko Al Amiry Online”. Jujur, dalam kurun waktu 1.5 bulan saja, kami sudah bisa mengantongi keuntungan kurang lebih 3 juta dan itu terdata pemasukan dan pengeluarannya. Tapi apalah daya, ternyata berjualan mengganggu belajar dan dakwah di web.

Akhirnya, saya memutuskan dengan “Bismillah” untuk stop berjualan dahulu, kecuali jika kami telah memiliki waktu luang.

Dan saya hanya bersandar kepada bulanan yang diberikan oleh abi dan ummi saya dalam masalah mengembangkan dakwah di web.

-----

Dibalik semua itu, abi lah yang meyemangati.

“Nak, jangan takut.. Terus aja perangi syi’ah dan tampakkan kesesatannya ke ummat. Karena syiah di sini sudah menjadi-jadi”. Ujar abi

Salah satu nasihat abi saya inilah, yang membuat semangat saya berkobar untuk membongkar kedok syiah.

“Terus aja tulis nak, selama bermanfaat buat ummat”.

------

Dan penutup..

Saya tahu dan sangat tahu.. Kalau pengorbanan orang yang curhat ke saya semalam lebih dahsyat pengorbanannya dan lebih berat dari saya.

Dan betapa sakitnya jika dia berkorban namun dihina oleh kawan sendiri.

Ketika kawan kita berdakwah... Maka hati-hatilah.. Usahakan jaga lisan kita.. Ketika Allah sudah mencintainya.. Kita sadar atau tidak,  Allah sudah berkata:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ

“Barangsiapa yang memusuhi kekasihku, maka aku telah mengumumkan untuk memeranginya” HR Bukhari

Ketika kamu tidak dapat memberikan manfaat untuk saudaramu, maka janganlah engkau menghalanginya untuk memperoleh manfaat.



Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry
 

Poskan Komentar

 
Top