0

Kisah tentang sikap mulia syaikh Bin Baaz rahimahullah. Kisah ini diceritakan oleh murid beliau.

Seorang pencuri akhirnya menyesal dan menjadi murid syaikh Bin Baaz rahimahullah.

Pada suatu malam, syaikh bin Baaz rahimahullah sedang shalat malam di rumahnya. Tiba-tiba seseorang manjat ke atas rumah beliau untuk mencuri harta beliau. Ternyata pencuri ini terjatuh dan syaikh mendengarkan suara orang yang terjatuh. Kemudian syaikh menyempurnakan shalat beliau. Dan ketika selesai shalat, beliau coba memberitahu anak-anaknya, kemudian anaknya bangun dan mencoba memeriksa
kejadian yang ada. Pencuri ini adalah kebangsaan Pakistan. Dan pencuri ini sudah ditangkap oleh anak-anaknya.

Ketika pencuri ini ditangkap, syaikh berkata kepada anaknya-anaknya: "Tolong bangunkan tukang masak kita". Mereka berkata: "Buat apa?" Syaikh berkata: "Kita yakin, orang ini sedang kelaparan". Dan akhirnya tukang masak beliau bangun dan dibuatkanlah makanan untuk pencuri ini.

Ketika pencuri ini sudah kenyang, syaikh Bin Baaz memanggilnya dan berkata: "Mengapa kamu melakukan hal ini?". Pencuri berkata: "Ayahku di Pakistan sedang berada di Rumah Sakit. Dan saat ini beliau sedang diobati. Dan biaya pengobatan sebesar 10.000 Real, sedangkan saya hanya memiliki 5.000 real saja. Maka tadinya saya ingin mencuri 5.000 real dari hartamu.

Kemudian syaikh menelpon salah satu muridnya yang bisa bahasa Pakistan untuk menanyakan kepada pihak rumah sakit apakah benar. Dan ternyata memang benar, ayahnya sedang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan sebesar 10.000 real.

Ketika syaikh mendapatkan kepastian yang ada, syaikh memberikannya 5.000 real untuk biaya pengobatan ayahnya yang kurang. Dan 5.000 real lagi untuk kebutuhannya yang kemungkinan dia sedang membutuhkan.

Kemudian, pencuri ini bertaubat dan keadaannya membaik dan dia ternyata sudah menjadi salah satu murid syaikh Bin Baaz dan bermulazamah kepadanya.

Akhlak apa yang mengantarkan syaikh Bin Baaz kepada kemuliaan kecuali akhlak yang mulia.

1- Seorang pencuri masuk ke rumah beliau berusaha mencuri hartanya sebanyak 5 real, ternyata syaikh memberikan 10.000 real.

2- Dan ternyata beliau juga berbaik hati kepadanya, dengan membuatkannya makanan di tengah malam.

3- Dan beliau berusaha mendekat kepadanya, hingga pencuri ini bertaubat dan menjadi salah satu murid beliau.

Pemaafan apa ini? Sungguh mulia akhlak beliau. Rasa lembut apa ini? Sungguh tinggi adab beliau. Maka pantas saja, musuh-musuh dakwahpun banyak yang mencintai beliau.

Disadurkan dari sini: https://www.youtube.com/watch?v=bg91yTOuYHU


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top