1
Profesi mengemis semakin marak saja di zaman ini. Kita dapat melihat begitu ramainya mereka meminta-minta di pinggiran jalan di sebagian kota-kota besar. Padahal Nabi besar kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sangat mengancam ummatnya yang mengemis-ngemis. Beliau bersabda:

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

“Tidaklah seseorang meminta-minta mengemis pada manusia, kecuali ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” HR Bukhari Muslim  

Ini adalah ancaman keras dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Tidakkah kita takut untuk mengemis
sedangkan pada hari kiamat kita akan dibangkitkan dengan tanpa sekerat dagingpun di wajah kita? Wal ‘iyadzubillah

Lantas bagaimana jika dia meminta karena kebutuhan yang darurat?

Maka perlu kita ketahui, bahwasanya yang diancam oleh Rasulullah adalah jika seseorang  menjadikan profesinya sebagai pengemis padahal dia memiliki kesehatan dan kekuatan sehingga sebenarnya dia mampu untuk bekerja dan berusaha namun dia bersandar kepada minta-minta. Sebagaimana Rasul bersabda:

مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ

“Barangsiapa meminta-minta padahal dia mampu dan tidak fakir, maka seakan-akan dia memakan bara api.” HR Ahmad

Adapun jika dia meminta karena kebutuhan maka berbeda keadaannya dari para pengemis lainnya. Karena dia sedang berada dalam keadaan darurat yang mendesak. Maka untuk orang seperti inilah kita berikan sebagian harta kita untuk mereka. Allah ta’ala berfirman:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

"Dan pada harta mereka memiliki hak untuk orang yang meminta (karena darurat) dan untuk orang yang tidak meminta" QS Adz Dzariyat: 19

Dengan begitu, maka Rasulullah sangat menganjurkan ummatnya untuk berusaha dalam mengais rezeki tanpa meminta-minta. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا، فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

“Hendaklah seseorang membawa seikat kayu-kayu bakar di atas punggungnya, itu lebih baginya dari pada dia meminta-minta kepada manusia, kemudian dia dikasih atau dia ditolak” HR Bukhari

Semoga bermanfaat.


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top