0

Bersyukurlah ketika kita bisa belajar islam diatas manhaj salaf dalam keadaan tentram dan damai. Karena banyak saudara kita yang harus belajar islam sesuai pemahaman salaf akan tetapi mereka selalu dicela, dihina dan direndahkan terutama oleh keluarga mereka sendiri.

Seorang akhwat mencurahkan isi hatinya:


"Bismillah.. Waktu smk ana mengenal salaf. Ana belajar manhaj salaf sedikit demi sedikit. 3 bulan yg lalu ana diterima di ponpes salaf tapi 3 hari disana ana disruh pulang. Sampai di rumah,ana dicaci, dimarahi, dan semua buku2 ana diambil kecuali kamus kecil b.arab yg ku selipkan dibwah tikar. Akan tetapi katannya mau dibakar, dan hp ana disita. Dan saat itu ana sama sekali tidak bisa belajar, dan rasanya sangat tertekan.

Mereka mengatakan sesuatu yg tidak enak ditelinga ana. Semua itu karena dari dulu ana tidak menjelaskan sebnarnya ajaran salaf itu apa, Mereka kira yg berjenggot, bercadar dll adalah teroris, sifat NII tukang cuci otak.

Sejak kembali dari kota j**** teman2ku bilang, bahwasanya ana tidaklah seperti ana yg dulu, ana menjadi pendiam, ya ana sadari hal itu adalah benar. Karena ana sangat merasakan perihnya luka hatiku tapi semua kupendam.

Sekarang, ana alhamdulillah bisa belajar di hp. Tapi semua belum hilang dari benak ana. Setiap ana baca, mendengarkan Al-Qur'an, setiap sholat, ana menangis. Ana terkadang masih disuruh menghdiri acra-acara orang N*

Bagaimana ustadz mnykpinya? ana takut kalau ana adalah orang munafik
afwan..." (Selesai)

Begitulah keseriusan mereka untuk mempelajari agama islam yang murni. Padahal dia hanyalah pemudi yang belajar di sekolah umum. Lantas bagaimana dengan kita yang sudah lama mempelajari manhaj ini?


Semoga Allah menjaga kita diatas keimanan. Amiin.

Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top