0

Dalam sebuah rekaman kajian suara yang panjang, Syaikh Masyhur Hasan hafdizahullah sedikit menceritakan kegigihan gurunya “Syaikh Al Albani” rahimahullah dalam menuntut ilmu dan berdakwah. Sebelum bercerita, syaikh Masyhur mengakatan sebuah perkataan yang begitu agung. Beliau berkata:

و كلما سهل العلم ضعفت الهمة. فالعلة في العلم اليوم الهمة و ليست الوسائل

“Dan setiap kali ilmu itu mudah didapat maka semangat juangnya akan melemah. Maka penghalang dari menuntut ilmu pada zaman ini adalah LEMAHNYA SEMANGAT JUANG dan bukan pada SARANA MEDIA”. (Selesai)

Memang betul, jika semakin mudah ilmu yang diperoleh maka semakin lemah semangat juang yang kita miliki. Dan ini bisa sama-sama kita sadari sendiri selaku kita adalah para penuntut ilmu agama Allah. Terlebih
di zaman sekarang yang mana teknologi serba canggih, maka ilmupun akan semakin mudah di dapat.

Tapi yang perlu diingat, syaikh Masyhur memberikan sebuah isyarat pada perkataan beliau. “Dengan kita menuntut ilmu menggunakan media perangkat serba canggih itu, seharusnya perangkat itu tidak melemahkan semangat juang kita. Karena pada hakikatnya, yang menjadi penghalang tholabul ilmi adalah lemahnya semangat juang dan bukanlah sarana media”.

Kemudian beliau bercerita akan kegigihan dan semangat juang syaikh Al Albani ketika menulis buku Silsilah Ahadits Adh Dhoifah jilid ke 5. Syaikh Al Albani tidaklah menulis bukunya diatas kertas namun beliau menulis bukunya diatas bungkus hadiah, atau bungkus gula dan beras.

Hal tersebut dilakukan oleh syaikh Al Albani karena beliau tidak memiliki uang, maka hanya itulah yang mampu dilakukan oleh beliau karena tingginya semangat juang beliau untuk berdakwah dan menuntut ilmu.


Pekerjaan syaikh Al Albani inilah yang membuat muridnya “Syaikh Masyhur Hasan” menangis. 


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top