0

Sekali lagi mengenai melaknat negara yahudi atas nama israel.

Yang belum membaca artikel kami yang sebelumnya, hendaklah membacanya dulu. Agar pembahasannya semakin mudah untuk disimak.

Mungkin ada dari kita yang membolehkan untuk melaknat yahudi atas nama israel dengan hujjah “Yang kita inginkan adalah negara israelnya” bukan “Israel nabi ya’qub”.

Thoyyib, itu hujjah yang mungkin dipaparkan oleh sebagian ulama. Namun saya sampai saat ini masih berpegah teguh
dengan hujjah yang dibawakan oleh para ulama lainnya diantaranya Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali, syaikh Masyhur hasan Alu Salman, dan Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ar Rajihi hafidzahumullah. Untuk fatwa syaikh Rabi’ Al Madkhali sudah kami paparkan pada artikel yang lalu.

Jika dikatakan, “Kami melaknat negara Israel dan bukan Israelnya, karena mereka telah menamai negara mereka dengan israel”.

Maka: “Hal tersebut tetaplah tidak boleh”. Mari kita menyimak beberapa pemaparan dibawah ini.

1- Beliau bersabda:

إِذَا ضَرَبَ أَحَدُكُمْ، فَلْيَجْتَنِبِ الْوَجْهَ، فَإِنَّ اللهَ خَلَقَ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ

“Jika salah satu dari kamu memukul, maka jauhilah wajah. Karena sesungguhnya Allah menciptakan Adam atas sesuai dengan bentuknya” HR Ahmad

Jikalau kita mau memahami hadits ini, maka timbul pertanyaan:

“Apakah tatkala kita memukul wajah seseorang maka kita telah memukul wajah Adam atau memukul wajah Allah secara hakikat?”. Tentu jawabannya “Tidak”. Akan tetapi hal tersebut tetap diharamkan karena kita telah menghinakan Allah dan Adam walaupun pada hakikatnya kita tidak memukul wajah keduanya.

Maka sama halnya dengan melaknat Israel. Walaupun kita melaknat negaranya, akan tetapi tetap saja, nantinya kita akan melaknat Israel Nabi Ya’qub Alaihissalam.


2- Abu Al Aliyah berkata:

تَفْعَلُونَ شَرًّا مِنْ ذَلِكَ، تُسَمُّونَ أَوْلَادَكُمْ أَسْمَاءَ الْأَنْبِيَاءِ، ثُمَّ تَلْعَنُونَهُمْ

“Kamu telah melakukan hal yang lebih buruk dari itu. Kamu menamai anakmu dengan nama-nama para nabi kemudian kamu melaknatnya” HR Ibnu Abi Syaibah

Jikalau kita memahami perkataan Abu Al Aliyah diatas, maka akan timbul pertanyaan “Kita kan melaknat anak tersebut dan bukan melaknat para nabi?”

Akan tetapi tetaplah beliau melarangnya, karena Para nabi juga terkena imbasnya. Maka sama halnya dengan melaknat Israel. Kita meaknat Israel yakni negaranya, akan tetapi yang kena imbas adalah Israel nabi Ya’qub. Maka tetap melaknat Israel adalah perbuatan yang tidak boleh.

3- Rasululullah bersabda:

إِذَا سَمَّيْتُمْ مُحَمَّدًا فَلَا تَضْرِبُوهُ وَلَا تَحْرِمُوهُ

“Jikalau kamuu menamai anakmu dengan Muhammad maka jangan pukul dia dan jangan cegah dia dari kebaikan” HR Al Bazzar

Jikalau kita memahami hadits diatas, hal tersebut karena imbasnya adalah memuliakan nabi Muhammad, walaupun secara hakikat anak itu bukanlah nabi Muhammad.

Maka sama halnya dengan Israel, maka dari ini kita tidak boleh menamai negara Yahudi dengan Israel, akan tetapi namailah dengan negara yahudi. Dan jikalau kita mau melaknat negara Yahudi maka laknatlah negara Yahudi bukan Israel.

4- Sama halnya ketika orang-orang kuffar Nashrani menamai diri mereka dengan “Masihi” karena menyandarkan kepada Al Masih Isa bin Maryam. Maka kita tidak boleh menamai mereka dengan Masihi, akan tetapi namai mereka dengan Nashrani sebagaimana Allah juga menamai mereka dengan Nashrani.

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah ditanya:

شاع منذ زمن استخدام كلمة مسيحي , فهل الصحيح -يا سماحة الشيخ- أن يقال: مسيحي أو نصراني؟ أفيدونا أثابكم الله

“Telah banyak menyebar dari zaman dahulu akan penamaan Masihi, apakah yang benar wahai syaikh kita mengatakannya: “Masihi” atau “Nashrani”? Berilah kami faidah semoga Allah memberikan ganjaran”

Maka syaikh bin Baz menjawab:

معنى مسيحي نسبة إلى المسيح بن مريم عليه السلام , وهم يزعمون أنهم ينتسبون إليه وهو بريء منهم , وقد كذبوا فإنه لم يقل لهم إنه ابن الله ولكن قال عبد الله ورسوله . فالأولى أن يقال لهم: نصارى كما سماهم الله سبحانه وتعالى , قال تعالى : { وَقَالَتِ الْيَهُودُ لَيْسَتِ النَّصَارَى عَلَى شَيْءٍ وَقَالَتِ النَّصَارَى لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلَى شَيْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ }
Makna masihi adalah nisbat kepada Al Masih Isa bin Maryam alaihissalam, dan mereka mengaku-ngaku bahwasanya mereka bernisbat kepada Al Masih sedangkan Al Masih berlepas diri dari mereka. Mereka telah berdusta, Al Masih tidak pernah berkata kepada mereka bahwasanya dia adalah “anak Allah”, akan tetapi Al Masih berkata dia adalah “hamba Allah dan RasulNya”. Maka tetntu yang lebih utama menamai mereka dengan Nashara sebagaimana Allah menamai mereka dengan nashara. Allah berfirman: “Dan orang-orang yahudi berkata: Orang-orang nashrani tidak memiliki pegangan. Dan orang-orang Nashrani berkata: Orang-orang Yahudi tidak memiliki pegangan sesuatu sedangkan mereka membaca AL Kitab”  QS Al Baqarah: 113” Majmu’ Fatawa 5/146

Syaikh Ibn Utsaimin juga ditanya dengan pertanyaan yang serupa, maka beliau menjawab:

لا شك أن انتساب النصارى إلى المسيح بعد بعثة النبي صلى الله عليه وسلم، انتساب غير صحيح  

“Tidak diragukan lagi bahwasanya menisbatkan nashara kepada Al Masih setelah ditusnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah penisbatan yang tidak sah” Fatawa Arkan Al Islam 2/145

Kesimpulan:

Dengan pemaparan ini, maka saya pribadi menamai negara Yahudi dengan Israel adalah haram tidak boleh terlebih sampai melaknat Israel, sebagaimana pendapat dan fatwa syaikh Rabi’ dan ulama lainnya yang sudah kami sebutkan.


Maka jikalau kita mau melaknat negara yahudi laknatlah mereka atas nama Yahudi bukan atas nama Israel. Allahu a’lam. 


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top