2

Sangat na’as ketika orang-orang yang baru belajar agama meributkan diri dan menghina para asatidzah yang kajiannya ditampilkan di televisi. Yang baru-baru terjadi saat ini adalah sebagian oknum penuntut ilmu kemarin sore menghina ustadz Firanda yang tampil di televisi.

Saya pribadi hanya berhusnudzon, mudah-mudahan celaan ini hanyalah keluar dari murid kemarin sore dan bukan dari para asatidzah yang sudah lama berdakwah.

Dan saya pribadi juga yakin bahwasanya orang-orang yang menghina rodja TV yang menampilkan wajah sang ustadz karena 2 hal:


1-Karena jika sang ustadz tampil di tv pastilah para ummahat atau akhwat pada ikut nonton, bukan hanya ikhwan saja yang nonton. Nah, bukankah wanita dilarang melihat lelaki yang bukan mahramnya??

2- Karena video haram, karena dia masuk kedalam hukum tashwiir (menggambar), sedangkan menggambar adalah haram.

Thoyyib, insya Allah kedua hal ini akan kita bahas pada kesempatan ini.

1- Apakah boleh wanita melihat lelaki yang bukan mahramnya??

Ulama Hanafiyyah, Maalikiyyah, dan Hanabilah mereka membolehkan wanita untuk melihat kepada lelaki yang bukan mahramnya selama yang dilihat bukanlah auratnya dan dengan syarat melihatnya tidak dengan syahwat.

Dalilnya adalah:

- Hadits Aisyah, Aisyah berkata:

وَاللهِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُومُ عَلَى بَابِ حُجْرَتِي، وَالْحَبَشَةُ يَلْعَبُونَ بِحِرَابِهِمْ، فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَسْتُرُنِي بِرِدَائِهِ، لِكَيْ أَنْظُرَ إِلَى لَعِبِهِم

"Demi Allah saya melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdiri dipintu kamarku. Sementara para lelaki habsyah bermain tombak di dalam masjid Rasulullah. Beliau menutupiku dengan kainnya agar aku dapat melihat permainan mereka" HR Muslim

Aisyah diperbolehkan ,melihat wajah para lelaki habasyah, akan tetapi para lelaki habsayah tidak boleh melihat wajah Aisyah, karena Rasulullah menutupi Aisyah dengan kain.

- Dalil kedua, Rasulullah bersabda kepada Fatimah binti Qais:

فَاذْهَبِي إِلَى ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ، فَكُونِي عِنْدَهُ، فَإِنَّهُ رَجُلٌ أَعْمَى تَضَعِينَ ثِيَابَكِ عِنْدَهُ

"Pergilah kepada Ibnu Ummi Maktum sesungguhnya dia adalah orang yang buta, dan beradalah di sisinya. Kamu boleh melepaskan pakaianmu di sisinya" HR Muslim

Fatimah boleh melihat wajah ibnu Ummi Maktum.

Sehingga hukum wanita melihat kepada lelaki lain tanpa syahwat masih dikhilafkan (diperselisihkan) antar ulama. Ini adalah masalah ijtihadiyyah tidak boleh yang satu memaksa yang lain untuk memegang pendapatnya.

Adapun hukum wanita melihat lelaki lain dengan syahwat maka hukumnya haram dengan kesepakatan seluruh ulama, akantetapi kalau tanpa syahwat maka ini masih khilaf. Dan mayoritas ulama hanafiyyah, maalikiyyah, dan hanabilah membolehkan, akantetapi syafiyyah mengharamkan.

2- Apakah video haram karena video sama dengan menggambar?? Kami akan membawakan fatwa syaikh sholih Fauzan -hafidzahullah wa ra’aah- akan kebolehan seorang ustadz untuk tampil di televisi dan bahwasanya video berbeda dengan gambar.

Mengapa kami mengambil fatwa syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah? Karena Syaikh Shalih Fauzan adalah ulama yang disepakati oleh setiap athraf dari kalangan da’i maupun masyarakat yang berintisab kepada salaf.

Berikut fatwa syaikh Shalih Fauza, beliau ditanya:

هل يرخَّص للدعاة ولطلبة العلم أن يخرجوا في التلفاز للضرورة ؟

“Apakah dibolehkan untuk para da’i dan penuntut ilmu untuk tampil di televisi karena kebutuhan?”

Syaikh hafidzahullah menjawab:

التلفاز نقل نقل ، ما هو بتصويرٍ يعني يثبت ويبقى إنما هو نقل ، مثل نقل الصلاة من المسجد الحرام ونقل الصلاة من المسجد النبوي ونقل الحجاج في عرفة وفي المشاعر هذا نقل حي ، يسمونه النقل الحي . نعم .

“Televisi hanyalah memindah, dia bukan menggambar. Dia hanyalah memindahkan (yang nyata ke dalam televisi, bukan membuat gambaran yang baru), seperti memindahkan siaran shalat dari masjidil haram dan memindahkan shalat dari masjid nabawi, dan memindahkan para haji di arafah dan masya’ir. Ini pemindahan yang hidup, mereka menamakannya dengan pemindahan. Na’am.

Silahkan dengarkan fatwa beliau disini

Kemudian syaikh juga ditanya:

هل يجوز أن ندخل في بيوتنا جهاز التلفاز كي نتابع المحاضرات والندوات الدينية ، وهل رؤية التصوير كالتصوير ؟

“Apakah boleh kami memasuki televisi ke dalam rumah kami, agar kami (keluarga) dapat mengikuti kajian dan forum-forum agama? Dan apakah melihat gambaran hukumnya seperti menggambar?”

Syaikh menjawab:

نعم ، هذا أجبنا عنه قلنا هذا مجرد نقل ، مجرد نقل للدرس للخطبة للصلاة للفتوى للمفتي هذا مجرد نقل حي . نعم

“Iya, ini tadi sudah kita jawab. Kita katakan tadi, ini hanyalah sarana pemindahan. Hanya memindahlkan kajian, khutbah, shalat, fatwa, dan mufti. Ini hanyalah memindahkan saja. Na’am.

Silahkan dengarkan fatwa beliau disini

Dari fatwa syaikh shalih Fauzan di atas kita dapat mengetahui bahwasanya video yang ada dalam televisi tidak termasuk menggambar, dan kita juga dapat mengetahui bahwasanya Syaikh membolehkan para dai untuk tampil di televisi dan membolehkan keluarga untuk melihat kajian para da’i yang ada dalam televisi.

Dan kita juga dapat melihat dakwah dan kajian-kajian syaikh Shalih Fauzan dalam televisi dalam bentuk video. Dan tentu yang menonton muhadharah (kajian) syaikh Al Fauzan bukan hanya ikhwan saja akan tetapi akhwat juga melihatnya.

Allahu a’lam, semoga kita lebih dapat menjaga lisan. Amiin



Artikel:
www.alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.



Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry  

Poskan Komentar

  1. https://ia601202.us.archive.org/15/items/BolehkahWanitaMelihatParaUlamaDiTelevisiAsySyaikhShalihAlFauzan/Bolehkah%20wanita%20melihat%20para%20ulama%20di%20televisi-asy%20syaikh%20shalih%20al-fauzan.mp3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah kami jawab, silahkan baca pada artikel kami yang baru. Na'am.

      Hapus

 
Top