1

Cerita ini, dikisahkan oleh Syaikh Muhammad Al Arifi –hafidzahullah- dalam sebuah kajiannya. Dan sikap para pendeta yang ada dalam kisah, juga sering terjadi digereja manapun termasuk Indonesia. Berikut kisahnya:

“Ada sebuah gereja yang  harta infaknya semakin sedikit. Maka ada seorang pendeta berkata: “Wahai manusia, tidak ada lagi duit dari penghasilan di gereja ini. Manusia tidak ada yang mau berinfak lagi dan para tajir tidak ada yang datang. Ya akhirnya, kita sudah tidak memiliki duit lagi”.

Maka ada seseorang yang berkata: “Saya punya ide untuk mengumpulkan harta”. Lantas yang lain pada bertanya: “Bagaimana caranya?”. Dia berkata: “Bagaimana kalau kita menjual tanah yang ada di surga?” Yang lain bertanya kembali, “Apakah orang-orang akan mempercayaimu?” Maka dia menjawab, “Ya sudah, yang penting kalian membuat pengumuman dan menyebarkan dan katakan kepada mereka: Setiap orang yang membeli tanah di surga maka akan selamat dari neraka. Jika kamu tidak mau disiksa di neraka maka wajib bagimu untuk membeli tanah di surga”.

Maka mereka mulai membuat pengumuman dan menyebarkannya. Dan benar, ternyata banyak orang-orang yang berkumpul di gereja. Dari yang kaya maupun yang miskin, semua berkumpul di gereja.

Maka suatu hari, ada seorang tajir yang datang kemudian bertanya kepada orang-orang, “Wahai segenap manusia, ada apa ini?”. Mereka berkata, “Demi Allah, kami sedang membeli tanah di surga agar tidak masuk kedalam neraka. Kami takut dari neraka maka kami mau beli tanah di surga”. Maka tajir ini berkata, “Wahai manusia, surga itu hanya di sisi Allah, kenapa kalian bisa melakukan hal seperti ini?”. Mereka berkata lagi, “Demi Allah, akan tetapi mereka menjual tanah di surga”.

Maka datanglah tajir ini dan masuk ke dalam gereja dan sudah ada skema tanah yang ditawarkan oleh mereka. Kata para pendeta “Di sini ada robwah, disamping rumahmu terdapat rumah nabi Nuh, dan disini rumahnya nabi Luth, dan diantara kalian ada rumah nabi Syuaib dan kamu tinggal di robwah. Gimana? Mau membeli?”

Maka, tajir ini melihat para pendeta dan mengatakan, “Saya tidak mau membeli tanah di surga”. Para pendata kaget, dan berkata “Kalau begitu apa yang engkau mau?”.  Tajir menjawab, “Saya mau membeli neraka. Apakah kalian menjual neraka?” Para pendeta berkata, “Kenapa kamu mau membeli neraka?” Tajir berkata, “Yang penting saya mau membeli neraka. Kalau kalian menjaulnya maka saya beli”. Tajir ini mengetahui bahwasanya para pendeta memainkan ummatnya.

Maka tidak lama kemudian, para pendeta jadi menjual neraka dan mereka memberikan nota pembelian kepada tajir tersebut. Dan ketika tajir tersebut keluar, ternyata sudah banyak yang berkumpul di gereja. Maka dia mengangkat nota pembeliannya seraya berkata, “Wahai manusia, tidak perlu kalian membeli tanah di surga. Sesungguhnya aku sudah membeli neraka dan aku tidak akan memasukkan satupun dari kalian kedalam neraka”.

(Seketika para penyimak kajian syaikh Al Arifi tertawa).

Dan benarlah apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِّنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari ulama Yahudi dan para pendeta Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah” QS At Taubah: 9

(selesai)

Begitulah para ummat kristiani selalu ditipu oleh pendeta mereka sendiri, biasanya mereka juga menjual sebuah kartu untuk menebus dosa dan menjual hal-hal yang sejenisnya.

Simak cerita beliau di sini: https://www.youtube.com/watch?v=beKPni24TF0




Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry  

Poskan Komentar

  1. Sungguh Cerita Yang Sangat Mengena..Semoga Saja Mereka Menyadari Akan Kebohongan Para Pendetanya.. Amiin

    BalasHapus

 
Top