0

Diakhir zaman ini banyak sekali fitnah dan cobaan yang kita lewati, berupa hinaan, celaan, dan ujian.. Mampukah kita beristiqamah diatas agama kita ?

Fitnah dunia, wanita, harta, syubhat dll apakah telah memalingkan kita dari agama yang benar ini ??

Tentulah orang yang berpegang teguh terhadap agamanya di akhir zaman seperti "Orang Yang Menggenggam Bara Api Yang Panas" Jika ia melepas batu tersebut dia akan menggenggam batu api neraka di akhirat kelak.

Mampukah kita selelau menggenggam batu bara api itu ?? Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالقَابِضِ عَلَى الجَمْرِ

"Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang bersabar diantara mereka terhadap agamanya seperti orang yang menggenggam bara api yang panas" HR Tirmidzi dishohihkan oleh syaikh Al Albani

Semakin sholih seseorang maka semakin kencang angin fitnah menerpa. Semakin istiqamah seseorang diatas agamanya maka semakin kuat ombak cobaan akan menyeret. Maka tidak diragukan lagi, manusia yang paling keras cobaannya adalah nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Beliau dicela, dihina dan dimaki.

Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, siapakah yang paling keras cobaannya?" Maka Rasulullah menjawab:

الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ، فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ

"Para nabi kemudian yang semisalnya dan yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar keistiqamahannya terhadap agama, jika agamanya kuat maka akan semakin kuat cobaannya. Dan jika agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai kadar keistiqamahannya diatas agama" HR Tirmidzi

Siapkah kita untuk bersabar untuk istiqamah diatas agama islam sebagaimana nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabar bersabar ??

Maka bagaimanakah agar kita selamat dari berbagai macam cobaan yang menimpa ?? Disini kami ingin untuk berbagi sedikit tips agar selamat dari ujian dan fitnah yang ada:

è Selalu berusaha untuk berpegang teguh kepada Al Quran dan Sunnah Nabi disaat terpaan fitnah menghembus dengan kencang. Dengan Al Quran dan Sunnah Nabi maka hati kita akan selalu bersabar dan dapat menjadikan hati selalu tenang.  Ali bin Abi Thalib pernah berkata:

أَمَا إِنِّي قَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «أَلَا إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتْنَةٌ» . فَقُلْتُ: مَا المَخْرَجُ مِنْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: " كِتَابُ اللَّهِ فِيهِ نَبَأُ مَا قَبْلَكُمْ وَخَبَرُ مَا بَعْدَكُمْ، وَحُكْمُ مَا بَيْنَكُمْ، وَهُوَ الفَصْلُ لَيْسَ بِالهَزْلِ، مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍ قَصَمَهُ اللَّهُ، وَمَنْ ابْتَغَى الهُدَى فِي غَيْرِهِ أَضَلَّهُ اللَّهُ، وَهُوَ حَبْلُ اللَّهِ المَتِينُ، وَهُوَ الذِّكْرُ الحَكِيمُ، وَهُوَ الصِّرَاطُ المُسْتَقِيمُ، هُوَ الَّذِي لَا تَزِيغُ بِهِ الأَهْوَاءُ، وَلَا تَلْتَبِسُ بِهِ الأَلْسِنَةُ، وَلَا يَشْبَعُ مِنْهُ العُلَمَاءُ

“Ketahuilah bahwasanya aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah bahwasanya akan terjadi fitnah” maka aku berkata: Maka apa jalan keluarnya wahai Rasulullah? Maka Rasulullah menjawab: “Jalan keluarnya adalah kitabullah (Al Quran) didalamnya terdapat kabar ummat-ummat sebelum kalian dan setelah kalian. Dan dia adalah hakim diantara kalian dan yang memutuskan. Dan dia tidaklah lemah. Barangsiapa dari orang yang sombong meninggalkannya maka Allah akan menghancurkannya, dan barangsiapa yang mencari petunjuk dari selainnya maka Allah akan sesatkan. Dan dia adalah tali Allah yang kuat, dan dia adalah adz dzikr al hakim, dan dia adalah jalan yang lurus, nafsu tidak akan menyimpang dengannya dan lisan tidak akan mungkin samar dengannya, dan para ulama tidak akan mungkin merasa kenyang darinya” HR Tirmidzi

è Belajar kepada para ulama yang terpercaya akan kelimuannya. Sudah banyak dizaman ini mucul para penyesat ummat yang berkedok ustadz. Diantara mereka ada seorang pesulap yang jadi ustadz gadungan, atau diantara mereka ada orang yang hanya pintar main selendang namun sudah berani berdiri menyampaikan apa yang dia tidak miliki ilmunya. Atau diantara mereka ada seorang dukun yang mendadak jadi ustadz juga, dll.

Saudaraku yang dirahmati Allah, ingatlah sebuah hadits yang sangat agung bagi kita. Hadits ini patut kita pahami dan amalkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ، يَأْتُونَكُمْ مِنَ الْأَحَادِيثِ بِمَا لَمْ تَسْمَعُوا أَنْتُمْ، وَلَا آبَاؤُكُمْ، فَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاهُمْ، لَا يُضِلُّونَكُمْ، وَلَا يَفْتِنُونَكُمْ

“Akan ada di akhir zaman dajjal-dajjal para pendusta. Mereka datang kepada kalian dengan hadits-hadits yang tidak pernah kalian maupun bapak kalian dengar. Hati-hati kalian dari mereka. Jangan sampai mereka menyesatkanmu dan memberi fitnah kepadamu” HR Muslim

Maka agung sekali hadits shohih ini bagi kita semua selaku ummat islam. Maka carilah guru yang benar agamanya dan selalu istiqamah diatas agamanya.

Maka dari itu Ibnu Sirin rahimahullah berkata:

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah! dari mana kamu mempelajari agamamu” HR Muslim

è Memperbanyak ibadah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ

“Beribadah dizaman fitnah seperti berhijrah kepadaku” HR Muslim

Ibnu Rajab rahimahullah menejelaskan hadits ini:

وسبب ذلك أن الناس في زمن الفتن يتبعون أهواءهم ولا يرجعون إلى دين؛ فيكون حالهم شبيها بحال الجاهلية، فإذا انفرد من بينهم من يتمسك بدينه ويعبد ربه، ويتبع مراضيه، ويجتنب مساخطه؛ كان بمنزلة من هاجر من بين أهل الجاهلية إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم؛ مؤمنا به، متبعا لأوامره، مجتنبا لنواهيه"

“Dan sebabnya adalah bahwasanya manusia pada zaman fitnah banyak yang mengikuti hawa nafsu mereka dan tidak kembali kepada agama islam. Maka keadaan mereka seperti keadaan zaman jahiliyyah. Jika ada orang diantara mereka yang berpegang teguh kepada agamanya dan menyembah Rabbnya dan mengikuti keridhaanNya dan menjauhi amarahNya, maka kedudukannya seperti orang yang berhijrah dari penduduk jahiliyyah menuju Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dia beriman kepada Rasul dan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya” Ithaf Al Jama’ah Fii Al Fitan

è Selalu mengamalkan ilmu dan berdakwah dijalan Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamm bersabda:


بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah kamu beramal sebelum datangnya fitnah seperti potongan malam yang gelap. Seseorang di pagi hari masih berada diatas iman namun sore hari sudah berada diatas kekufuran. Atau di sore hari dia masih diatas keimanan namun pagi hari sudah berada diatas kekufuran. Dia menjual agamanya dengan tujuan dunia” HR Muslim


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا*وَإِذاً لَّآتَيْنَاهُم مِّن لَّدُنَّا أَجْراً عَظِيمًا*وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا

“Dan seandainya mereka mengamalkan perintah yang diberikan kepada mereka, maka tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih kuat kemantapan untuk iman mereka. Dan akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari Kami. Dan akan Kami beri hidayah kepada mereka kejalan yang lurus” QS An Nisa: 66-68

è Banyak-banyak berdoa kepada Allah untuk dijauhi dari berbagai macam fitnah dan cobaan.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

“Berlindunglah kepada Allah dari seluruh fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi” HR Muslim

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk berdoa meminta perlindungan kepada Allah dari 4 perkara tatkala kita duduk di tasyahhud akhir. Rasulullah bersabda:

 إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الْآخِرِ، فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Jika salah satu dari kalian telah selesai dari tasyahhud akhir, maka hendaknya dia meminta perlindungan kepada Allah dari 4 perkara: dari adzab jahannam, dan adzab kubur, dan dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al Masih Ad Dajjal” HR Muslim

Maka lafadz doanya seperti ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ                                                                                              

Silahkan doa ini saudara hapalkan. Karena doa ini sangat penting sekali bagi kita agar dijauhi dari fitnah dajjal, fitnah kehidupan dan kematian, adzab api neraka dan adzab kubur.

Semoga bermanfaat wa billah at taufiq. 

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top