0

Mau dikatan “berbeda” antara wanita syiah dan wanita pelacur tetaplah tidak mungkin. Karena realita yang ada menyatakan keduanya 11 | 12 dalam mencari keuntungan lewat seks. Mungkin kita sudah berusaha untuk tidak mempercayai jika “wanita syiah” mencari keuntungan lewat seks. Tapi apalah daya !! Ternyata agama syiah dengan terang-terangan membolehkan pelacuran untuk dijadikan sebuah profesi oleh wanita syiah dalam mencari duit dan kekayaan. Tidak percaya ?? Saudara bisa melihat sendiri fatwa menjijikkan
dari ulama besar syiah yang menganjurkan mencari duit dari jalan pelacuran.

1- Ulama besar syiah yang berjuluki “As-Sistani”, dia ditanya:

هل يجوز أن تمتعهن المرأة ، أو الفتاة زواج المتعة كمهنة ضمن الضوابط الشرعية تعيش وتتكسب من خلالها ؟ الفتوى: يجوز

 “Apakah diperbolehkan seorang wanita atau pemudi melakukan mut’ah seperti sebuah profesi tetap sesuai ketentuan syar’i, dia hidup dan mencari keuntungan darinya ?” As Sistani menjawab:  “Boleh” Silahkan lihat fatwa As-Sistani pada nomor (201) disini: http://www.alseraj.net/ar/fikh/2/?TzjT8odmvl1075094365&181&210&7

2- Fatwa lain tentang penganjuran untuk melakukan pelacuran, juga dilontarkan secara langsung oleh ulama besar syi’ah “Al Amili” dalam sebuah acara di salah satu wilayah amerika, seorang wanita berkata:

اسمي منى عبد الرضا: وسؤالي هو عن أجرة الاستمتاع، يعني هل يمكنني أن أحدد أجرة كل جزئية من جسدي يريد أن يستمتع بها الرجل؟

“Namaku Mina bintu Abdir Ridha: Dan pertanyaanku adalah tentang upah mut’ah. Yakni, apakah mungkin bagiku untuk menentukan upah dari setiap bagian tubuhku untuk dinikmati oleh lelaki pada tiap bagiannya?”

Al Amili lantas menjawab:

لا شك أختي الكريمة، فهذا حقك، ونكاح المتعة إيجاب وقبول، فكما أن الرجل يؤجر منزله أو يؤجر سيارته، أنت أيضا لك الحق أن تؤجري جسدك، كله أو بعضه، فيستمتع الرجل منك بالجزء الذي استأجره

“Tidak diragukan lagi wahai saudariku yang mulia, ini adalah hak mu. Dan nikah mut’ah hanyalah ijab qabul. Maka sebagaimana seseorang menyewakan rumahnya atau menyewakan mobilnya, maka kamupun juga memiliki hak untuk menyewakan tubuhmu seluruhnya atau sebagiannya saja. Maka seseorang menikmati bagian dari tubuhmu seseuai yang dia sewa” Bisa dilihat dalam forum Ya Husain disini: http://www.yahosein.org/vb/showthread.php?t=12662

Ulamanya saja mengajarkan wanita untuk menjadi pelacur, maka jangan salahkan jika para wanita syiah dijuluki “Pelacur Murahan”.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry 

Poskan Komentar

 
Top