0

Siapa yang tidak kenal dengan “Dzakir Naik” seorang pakar kristologi Internasional dan ahlinya. Seorang yang disanjung-sanjung oleh Imam Masjidil Haram “Syaikh Suud Suraim” hafidzahullah. Seorang da’i islam yang terisnpirasi oleh “Amad Deedad” rahimahullah yang telah aktif dalam bidang dakwahnya selama  40 tahun lebih.

Kedua-duanya (Dzakir Naik & Ahmad Deedad) adalah seorang pakar kristologi yang mencengangkan publik –baik orang barat maupun orang timur- karena argumen-argumen mereka yang kuat dan sangat menyelekit. Kita dapat melihat video-video mereka yang banyak dan mengagumkan, dengan mudah mereka mengalahkan lawan debatnya dari ummat-ummat kristiani dengan argumen yang sungguh kuat.


Ingatan beliau luar biasa, Zakir Naik bukan hanya mampu menghafal Alquran dan Shahih Bukhari Muslim (Dalam sebuah acara beliau menyebutkan hadits-hadits dengan menyebutkan nomornya sekian-sekian melalui hapalannya), tapi beliau juga menguasai kitab weda, tripitaka, bhagavad gita, bahkan sudah mengislamkan ribuan orang.

Ahmad Deedat dan Zakir naik adalah Da’i sejuta ummat yang paling ditakuti oleh ummat-ummat kristiani terlebih para pendeta maupun paus-paus mereka.

Hampir semua tantangan debat “terbuka” yang dilontarkan oleh Dzakir Naik tak ditanggapi oleh gereja-gereja, berbeda halnya dengan Ahmad Deedad  yang masih sering ditanggapi oleh mereka untuk “debat terbuka”. Maka dari itu Dzakir Naik dijuluki dengan “Ahmad Deedad Plus” karena telah menjadikan para pastur-pastur kian semakin takut dan ciut jika berhadapan denganya.

Mereka berdua sama-sama mempunyai cita-cita yang belum tercapai, yakni “Debat Terbuka Bersama Paus Paulus” langsung di markasnya yakni  “Vatikan Roma”. Akan tetapi Dzakir Naik selalu meminta disenggelarakannya debat terbuka bersama Paus Yohanes Paulus II.

Dahulu, Dzakir Naik juga pernah menantang debat publik dengan  Paus Benediktus XVI di tahun 2006 (yang dahulunya sempat tersebar luas di media sosial akan berita hoax keislaman paus ini).Paus menerima ajakan ini tapi dengan satu syarat: Zakir Naik harus berpedoman Al Quran bukan kitab suci yang diwahyukan secara langsung oleh Tuhan. Sebuah syarat yang langsung mementahkan ajakan debat itu sendiri. “Akan tetapi kami tidak mengetahui secara pasti apakah tantangan debat publik ini diterima dan disetujui oleh Paus tersebut ataukah tidak sehingga acara ini disenggelarakan”.

=====

Ternyata, Dzakir Naik juga pernah membahas hukum nyanyian dan musik dalam beberapa acara yang diisi olehnya. Apa yang beliau katakan tentang hukum musik??

Ada baiknya disini kami sedikit memberikan dalil-dalil dari Al Quran dan Hadits dan perkataan para sahabat Rasulullah mengenai musik sebelum mendengarkan perkataan Dzakir Naik mengenai hukum musik.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam surat Luqman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ

"Dan diantara manusia ada yang membeli perkataan yang sia-sia" QS Luqman: 6

Perkataan yang sia-sia dalam ayat ini ditafsirkan oleh para ulama dari kalangan sahabat maupun tabi'in adalah "nyanyian"

Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu berkata:

الْغِنَاءُ، وَالَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ

"Yang dimaksud adalah nyanyian, demi Dzat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia" Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam riwayat no. 21130

Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata dalam menafsirkan ayat lain, yakni ayat:

أَفَمِنْ هَـَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ  وَتَضْحَكُونَ وَلاَ تَبْكُونَ  وَأَنتُمْ سَامِدُونَ

“Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu melalaikannya?” QS An Najm 59-61

هُوَ الْغِنَاءُ وَأَشْبَاهُهُ

"Yang dimaksud melalaikan adalah nyanyian dan yang semisalnya" HR Baihaqi

Begitupula Mujahid dan ikrimah rahimahumallah berkata yang semisal diatas.

Dan Rasulullah juga bersabda:

ليَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ، يَسْتَحِلُّونَ الحِرَ وَالحَرِيرَ، وَالخَمْرَ وَالمَعَازِفَ

"Akan ada beberapa kaum dari ummatku yang menghalalkan zina dan sutra bagi lelaki dan khomr serta menghalalkan alat-alat musik" HR Bukhari

Sebagiamana yang kita ketahui bahwasanya zina adalah haram, sutra bagi lelaki juga haram, begitu pula khomr juga haram, ternyata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga menyebutkan musik dalam kategori yang haram-haram.

=====

Sekarang mari kita simak beberapa perkataan Dzakir Naik mengenai musik dan nyanyian. Beliau berkata setelah ditanya tentang hukum musik yang akan diputar untuk stasiun TV yang dijalankan oleh sang penanya:

“Saudara tadi bertanya, dalam islam musik itu haram, beliau akan menjalankan stasiun TV yang nanti ada iklannya, Jadi musik dalam iklan tersebut halal atau haram?”

“Kalau hukumnya haram, maka haram. Haram di Saudi, haram di Inggris, haram di Amerika, dan aram di India. Kecuali nyawamu terancam, kita tahu alkohol itu haram, tapi ketika nyawamu terancam dan kata dokter hanya alkohol yang bisa jadi obatnya, maka yang seperti ini ada pengecualian, jika nyawamu terancam. Tanpa iklanpun, insya Allah stasiun TV kita tidak akan terancam bahaya”.

“ Menjalankan stasiun TV itu sulit, akan tetapi menjalankan stasiun TV yang islami lebih sulit. Kita memohon kepada Allah agar ditetapkan diatas hidayah. Jika kita tidak bisa menjalankan TV islami maka kita akan menutupnya insya Allah. Jika tidak bisa menjalankan TV islami, kita tutup saja stasiunnya. Karena tegak diatas aturan syariat itu lebih penting daripada menjalankan stasiun TV”.

“Kita tidak boleh mengkompromikan (antara halal dan haram), kita tidak bisa menyamakan kebenaran dengan cara yang haram. Apa yang diharamkan maka haram. Kita hanya bisa menggantikannya dengan sesuatu yang halal (dibolehkan). Contohnya alat-alat musik haram, tetapi rebana dibolehkan dalam pernikahan. Atau menggantinya dengan suara-suara alam seperti suara air mengalir, petir, kayu berderik. Jika kalian menyaksikan program-program IRF (sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India. Dan Dzakir Naik adalah pendirinya), maka kalian tidak akan menemukan lantunan musik”.

“Jangan gunakan musik, hal itu bisa disiasati yakni menggantinya dengan suara alam dan lainnya”.

“Jadi anda bisa menggantinya dengan suara-suara alam, kita tidak boleh memuat iklan yang mengandung konten haram”.

“Jadi iklan harus mengandung konten-konten yang halal, jika tidak bisa maka kita tidak perlu membutuhkan mereka. Kita lebih mengharapkan wajah Allah, itu yang lebih penting !” (Selesai untaian kalimat-kalimat beliau)

Di kesempatan lain beliau juga memaparkan dalil-dalil keharaman lagi dan musik, kemudian berkata berkata:

“Dari semua hadits tadi menunjukkan bahwa alat musik secara umum adalah haram. Kecuali rebana, maka Rasulullah membolehkannya dalam situasi tertentu”.

Silahkan lihat videonya disini: http://www.youtube.com/watch?v=WWE5h8F1f4I#aid=P4AJgfN_qkA

Dan juga disini: http://www.youtube.com/watch?v=Fg2HkQ46snI

Semoga bermanfaat.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry 

Poskan Komentar

 
Top