0


Meminta fatwa dari syaikh Ali Hasan Al Halabi hafidzahullah ta’ala (Murid senior Syaikh Al Albani rahimahullah)

Menggibahi pemerintah yang kami maksud disini adalah menggibahi mereka baik di dunia nyata maupun di dunia maya (media sosial maupun yang lainnya).

Terdapat hadits untuk tidak membicarakan keburukan pemerintah di depan publik, jika ingin

membicarakannya maka hendaklah membicarakannya secara empat mata bersama mereka yang bersangkutan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ، فَلَا يُبْدِ لَهُ عَلَانِيَةً، وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ، فَيَخْلُوَ بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ لَهُ

“Barang siapa yang ingin menasihati seseorang yang memiliki kekuasaan tentang suatu perkara, maka janganlah menampakkannya secara terang-terangan. Akan tetapi hendaklah dia mengambil tangannya dan menyendiri dengannya, jika dia menerima nasihat tersebut maka itulah yang diharapkan. Dan jika tidak maka dia telah melaksanakan kewajibannya” HR Ahmad

=====

Kami juga meminta fatwa dari Syaikh Ali Hasan al Halabi hafidzahullah via whatsapp untuk memastikan hukumnya agar kita tidak terjatuh ke dalam lubang kesalahan ini (karena terkadang, diantara kita ada yang tidak sengaja membicarakan keburukan mereka di depan publik -semoga Allah memaafkan kita-)

Al Amiry:

السلام عليكم يا فضيلة الشيخ. الله يبارك فيكم و يرعاكم. لي سؤال أرجوكم الفتوى. جزاكم الله خير الجزاء

“Assalamualaikum wahai syaikh yang mulia. Semoga Allah memberkatimu dan menjagamu. Saya memiliki pertanyaan, saya harap dari engkau sebuah fatwa. Semoga Allah membalas mu dengan sebaik-baiknya pembalasan”

هل يجوز غيبة من له سلطان لفسقه و معصيته ظاهرا أمام الناس. و قصد الغيبة تحذير الناس من فسقه و معصيته. أفتونا يافضيلة الشيخ. جزاكم الله خيرا

“Apakah diperbolehkan meng-gibahi seorang yang memiliki kekuasaan disebabkan kefasikannya dan kemaksiatannya secara terang-terangan di depan publik (manusia). Dan tujuan menggibahi mereka adalah untuk mewanti-wanti manusia dari kefasikan dan kemaksiatannya. Tolong berikan fatwa kepada kami wahai syaikh yang mulia. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”

Syaikh Ali Hasan menjawab:

لا يجوز.. و يجوز التحذير من فعله دون ذكره

“Tidak boleh.. Dan boleh untuk mewanti-wanti manusia dari perbuatannya saja tanpa menyebutkan personilnya”

Al Amiry:

جزاكم الله خير الجزاء يا فضيلة شيخنا

“Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baiknya pembalasan wahai syaikh kami”

Tanggal fatwa: 20 April 2014 (Silahkan lihat screenshoot teks fatwanya)


Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Allahu a’lam.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry 

Poskan Komentar

 
Top