1


Pertanyaan ini kami ajukan ke beliau -hafidzahullah- karena bahaya syiah mulai masuk melalui partai-partai yang ada. Karena ingin memastikan pendapat yang lebih rajih, dikarenakan melihat madharrat (bahaya) yang besar dari kaum syiah yang ada di Indonesia  dan dengan tujuan agar tidak salah jalan, maka kami bertanya langsung kepada ustadz Syafiq Reza Hasan Baslamah hafidzahullah “Tentang Hukum Pemilu Saat Ini”. Maka kami datangi untuk bertanya.

 è Abdurrahman Al Amiry:    
السلام عليكم ورحمة الله ياأستاذ
(Assalamualaikum warahmatullah ya ustadz)

è Ustadz Syafiq Basalamah:
وعليكم السلام و رحمة الله يا عبد الرحمن, كيف حالكم ؟؟
(Walaikumussalam warahmatullah ya Abdurrahman, gimana kabar antum ??)

è Abdurrahman Al Amiry:
الحمد لله بخير يا أستاذ, لي سؤال أرجوا منكم الجواب يا أستاذ
(Alhamdulillah baik-baik aja ustadz, ana punya pertanyaan mohon dijawab ustadz)

è Ustadz Syafiq Basalamah:
نعم تقضل
(Ya, silahkan ditanya)

è Abdurrahman Al Amiry:
كما عرفنا الآن ياأستاذ, أن من رجال الأحزاب هم الشيعيون. هل يجوز لنا أن نعين رجلا هو خيرا للأمة في الإنتخابات ؟؟
(Sebagaimana yang kita ketahui sekarang ya ustadz, bahwasanya dari anggota beberapa partai adalah orang-orang syiah. Apakah boleh bagi kita untuk memilih seseorang yang paling baik untuk ummat pada pemilihan umum ini ??)

è Ustadz Syafiq Basalamah:
نعم, عين من هو خير للأمة, أصلا أن هذه الإنتخابات ليس فيها صلاح لأنها ليست من دين الإسلام بل هي من الغربيين لكن نعين من هو خير لنا لأجل ضرورة. كما عرفنا أنهم ليسوا على درجة واحدة فمنهم فاسق ومنهم فاسد ومنهم شرير وكذالك منهم من كان يحب السنة, عين من كان ضرره أخف من الآخر. أنت تشارك في الانتخابات أو ما تشارك فإن الركب يمشي. هكذا كما أفتاه العلماء منهم ابن عثيمين رحمه الله وكذالك عبيد الجابري أفتا بهذا في الانتخابات العراقية. بل يجوز لك أن ترشح نفسك أو من تثق به تفيد للأمة. نعم بارك الله فيك
(Ya, pilihlah seseorang yang paling baik untuk ummat. Pada asalnya pemilihan umum ini tidak baik karena dia tidak berasal dari agama islam melainkan berasal dari orang-orang barat. Akan tetapi kita memilih orang yang paling baik dari mereka karena darurat. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwasanya mereka tidaklah berada diatas derajat yang sama, diantara mereka ada yang fasiq dan ada juga yang perusak  dan ada juga orang yang sangat buruk dan begitupula diantara mereka ada orang yang mencintai sunnah nabi, maka pilihlah orang yang madharratnya (bahayanya) paling ringan dari yang lain. Engkau ikut pemilu atau tidak ikut, tetap saja mereka akan berjalan. Dan beginilah yang difatwakan oleh para ulama diantara mereka adalah Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dan begitupula syaikh Ubaid Al Jabiri, beliau (syaikh Ubaid) berfatwa seperti ini dalam pemilihan umum di iraq. Bahkan engkau boleh mencalonkan diri atau mencalonkan orang lain yang kamu percayai yang mana engkau dapat memberikan faidah untuk ummat dengan hal ini. Na’am baarakallahu fiik.

è Abdurrahman Al Amiry:
و فيكم بارك الله يا أستاذ, إذًا يجوز لنا أن ندخل في الإنتخابات الآن ؟؟
(Wafiikum baarokallah ya ustadz, kalau begitu berarti kita boleh ikut pemilu nanti ??)

è Ustadz Syafiq Basalamah:
نعم, يجوز
(Iya, boleh)

è Abdurrahman Al Amiry:
شكرا على إجابتكم, جزاكم الله خيرا
(Terima kasih atas jawabannya ustadz, Jazakumullah khairan –semoga Allah membalasmu dengan kebaikan-)

è Ustadz Syafiq Basalamah:
نعم, وإياكم
(Iya, sama-sama)

Ba’da isya, malam selasa 24 Maret 2014 

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

  1. Lebih baik ditinggalkan Pemilu
    Merusak dan menuruti hawa nafsu
    Syariat Islam tak bisa tegak lewat jalan ini

    BalasHapus

 
Top