0


Alhamdulillah, beberapa dosen kami alumni Jami’ah Islamiyyah (Universitas Islam Madinah) dan mereka adalah ustadz kibar yang ada di indonesia telah berbicara mengenai pemilu saat ini.

1- Ustadz Dr Syafiq Basalamah MA Hafidzahullah. Dan ini sudah pernah kita posting


è Abdurrahman Al Amiry:
كما عرفنا الآن ياأستاذ, أن من رجال الأحزاب هم الشيعيون. هل يجوز لنا أن نعين رجلا هو خيرا للأمة في الإنتخابات ؟؟
(Sebagaimana yang kita ketahui sekarang ya ustadz, bahwasanya dari anggota beberapa partai adalah orang-orang syiah. Apakah boleh bagi kita untuk memilih seseorang yang paling baik untuk ummat pada pemilihan umum ini ??)

è Ustadz Syafiq Basalamah:
نعم, عين من هو خير للأمة, أصلا أن هذه الإنتخابات ليس فيها صلاح لأنها ليست من دين الإسلام بل هي من الغربيين لكن نعين من هو خير لنا لأجل ضرورة. كما عرفنا أنهم ليسوا على درجة واحدة فمنهم فاسق ومنهم فاسد ومنهم شرير وكذالك منهم من كان يحب السنة, عين من كان ضرره أخف من الآخر. أنت تشارك في الانتخابات أو ما تشارك فإن الركب يمشي. هكذا كما أفتاه العلماء منهم ابن عثيمين رحمه الله وكذالك عبيد الجابري أفتا بهذا في الانتخابات العراقية. بل يجوز لك أن ترشح نفسك أو من تثق به تفيد للأمة. نعم بارك الله فيك
(Ya, pilihlah seseorang yang paling baik untuk ummat. Pada asalnya pemilihan umum ini tidak baik karena dia tidak berasal dari agama islam melainkan berasal dari orang-orang barat. Akan tetapi kita memilih orang yang paling baik dari mereka karena darurat. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwasanya mereka tidaklah berada diatas derajat yang sama, diantara mereka ada yang fasiq dan ada juga yang perusak  dan ada juga orang yang sangat buruk dan begitupula diantara mereka ada orang yang mencintai sunnah nabi, maka pilihlah orang yang madharratnya (bahayanya) paling ringan dari yang lain. Engkau ikut pemilu atau tidak ikut, tetap saja mereka akan berjalan. Dan beginilah yang difatwakan oleh para ulama diantara mereka adalah Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dan begitupula syaikh Ubaid Al Jabiri, beliau (syaikh Ubaid) berfatwa seperti ini dalam pemilihan umum di iraq. Bahkan engkau boleh mencalonkan diri atau mencalonkan orang lain yang kamu percayai yang mana engkau dapat memberikan faidah untuk ummat dengan hal ini. Na’am baarakallahu fiik.

2- Ustadz Dr Arifin Badri MA Hafidzahullah:

Silahkan lihat dialognya yang mencerahkan dengan lengkap disini:


3- Ustadz Dr Ali Musri MA hafidzahullah

Kami dapat pesan via whatsapp dari salah satu mahasiswa lain yang belajar di STDI Imam Syafi’i  Jember. Isi pesan yang kami dapat menyadur pernyataan beliau tatkala mengajar di sebuah lokal. Berikut isinya:

Pesan dari Dr Ali Musri dan ustadz-ustadz lainnya hafidzahumullah: “Kita sekarang ini diperbolehkan untuk memilih dalam pemilu karena sudah ada orang kafir yang mencalonkan. Dan kita yakin rata-rata dari mereka memakan uang rakyat. Bisa kita katakan mereka rata-rata jelek, akan tetapi kita menimbang kejelakan mereka dan memilih yang paling ringan keburukannya dari mereka, sehingga yang menjadi pemimpin bukanlah orang yang menimbulkan keburukan yang lebih besar. Beliau juga berpesan “Pemimpin muslim dan dia memakan duit rakyat jauh lebih baik dari pada pemimpin kafir dan dia tidak memakan duit rakyat” Dan tentunya kita sebagai orang muslim harus membela dengan jerih upaya dan tenaga untuk agama islam. Dan pilihlah pemimpin yang memiliki kepribadian yang kuat dan memiliki jiwa kepemimpinan. (Selesai pesan yang kami dapat)

Dan beliau juga menyinggung siapa yang lebih berhak untuk dipilih. Tapi beginilah pesan yang hanya kami dapat, tanpa ada penyebutan siapa yang lebih berhak dipilih. Tapi pernyataan yang pasti “Jokowi  tidak layak untuk dipilih” Insya Allah kedepannya akan kami tanya dosen-dosen kami lagi siapa yang berhak untuk dipilih.

Dan Ustadz Ali Musri hafidzahullah juga menyatakan “Selama ini kami tidak pernah ikut pemilu, tapi untuk nanti, kami akan ikut karena mengambil madharrat yang paling ringan” 

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top