0


Bermula dari permasalahan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya tentang wasiat nabi kepada ummat akan Kitabullah dan Ahlulbait. Dan haditsnya adalah:

وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللَّهِ وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ فَحَثَّ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ وَرَغَّبَ فِيهِ ثُمَّ قَالَ وَأَهْلُ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي

"Dan aku meninggalkan pada kalian tsaqlain (dua hal yang berat). Yang pertama adalah kitabullah didalamnya terdapat hidayah dan dan cahaya, maka ambillah kitabullah dan berpegang teguhlah dengannya dan nabi sangat menganjurkannya. Kemudia beliau berkata: dan Ahli baitku, aku ingatkan kalian akan Allah terhadap Ahli baitku, aku ingatkan kalian akan Allah terhadap ahli baitku, aku ingatkan kalian akan Allah terhadap ahli baitku" HR Muslim

Pokok pembahasan kami (Al Amiry) dan Emilia Renita Az (Dedengkot syiah) adalah lafadz hadits:

فَخُذُوا بِكِتَابِ اللَّهِ وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ فَحَثَّ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ

“Maka ambillah kitabullah dan berpeganglah teguhlah dengannya, maka nabi sangat menganjurkan agar (istiqamah) diatas kitabullah”

Nah, dalam lafadz (wastamsikuu BIHI) yang mana dhomir hu hanyalah kembali kepada satu saja yakni kitabullah, akantetapi Emilia yang tidak paham shorof memaksanya untuk kembali kedua hal yakni kitabullah dan ahlul bait. Dengan berdalil surat Al Isra’ ayat 1. Dia mengatakan dhomir “hu” yang ada di surat Al Isro kembali kepada dua hal, yakni masjidil Aqsa dan masjidil haram. Padahal dhomir hu hanya kembali kepada masjidil haram saja tanpa masjidil Aqsa. Istidlal (cara berdalil)nya Emilia ini sudah kami bantah pada artikel sebelumnya dalam tanggapan Emilia yang di point keempat. Padahal orang yang baru belajar ilmu shorof saja tahu bahwasanya dhomir “huwa” hanya kembali ke satu barang. Kalau dua maka menggunakan dhomir “huma”.

Walhasil, tanggapan yang keempat masih berlanjut.

Dan silahkan simak dialog kami, yang menunjukkan akan kedangkalan si  Emilia Renita ini dalam istidlal ayat.


===============

1- Emilia Renita berkata:

“Aku bertanya "yang Kami berkati di sekitarnya" itu masjid al-haram atau masjid al-aqsha? Itu dulu. Kayaknya al-Amiri Rais al-mutathaffilin memilih apa yang yang dipilih oleh sebagian mufassir, ga usah mikir, yakni copy paste: yang diberkati itu Masjid al-Aqsha!

Kalau begitu, masjid al-haram tidak diberkati dong. Iya, kata al Amiry. Mengapa? " kami berkahi sekitarnya dengan bercocok tanam, buahan..." dan seterusnya”.

Tanggapan kami (Al Amiry):

è Kata Emilia, kami memilih apa yang dipilih oleh sebagian mufassir (ahli tafsir). Sekarang kami hendak meminta darinya, “Tolong sebutkan tafsir dari seorang ahli tafsir yang mu’tamad, bahwasanya firman Allah “Haulahu (sekitarnya)” juga kembali kepada masjidil Aqsa. Karena, kami sudah memberikan banyak tafsir mu’tamad yang menyatakan bahwasanya haulahu adalah haulal masjidil aqsa yakni syam maka kami meminta tafsir yang menyatakan bahwasanya haulahu kembali kepada masjidil Haram.

Atau tafsir ini hanya keluar dari otak dia semata ??

è Perkataannya: Kayaknya al-Amiri Rais al-mutathaffilin memilih apa yang yang dipilih oleh sebagian mufassir, ga usah mikir, yakni copy paste: yang diberkati itu Masjid al-Aqsha!”

Kami tanggapi: Katanya kami hanyalah bermodalkan copy-paste, tapi copy paste dari ulama jauh lebih baik dari pada hanya bermodalkan otak yang tidak pandai dalam ilmu shorof. Dhomir “hu” pun dipaksa agar sama dengan dhomir “huma”.

Kalau kami hanya bermodalkan copy paste, maka buat apa memaparkan kalau hanya sekedar copy paste ?? justru kami –alhamdulilllah- sudah memahaminya dan membacanya. Bukan seperti Emilia yang hanya berkata-kata dari otak dangkalnya. Padahal otaknyapun tidak paham shorof. Bagaimana seorang yang lemah bahasa arabnya bicara tentang ayat Allah ??

è Perkataannya: “Kalau begitu, masjid al-haram tidak diberkati dong. Iya, kata al Amiry. Mengapa? " kami berkahi sekitarnya dengan bercocok tanam, buahan..." dan seterusnya”.

Kami tanggapi: Dialog ini dari mana bu ?? Itu hanya buatan fiksi dari anda. Anda telah berdusta kepada kami. Padahal jelas, yang kami katakan adalah bahwasanya mekkah tidak masuk dalam dhomir “Hu” yang Allah firmankan dalam surat Al Isra ayat 1. Akan tetapi, jelas mekkah adalah bumi yang Allah berkahi dan Allah nyatakan dalam surat lain bukan surat Al Isra’ ini. Jadi perkataan anda bahwasanya kami mengatakan mekkah tidaklah berkah, maka ini adalah “Buhtaan Adziim (Kedustaan dan tuduhan yang sangat besar).

2- Emilia Renita berkata lagi:

“Anehnya menurut al-qur'an, Mekkah walaupun gersang, adalah tanah yang pertama kali diberkati: al-Imraan 96 : "Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia adalah rumah di Mekka yang diberkati dan petunjuk bagi seluruh alam". Jika anda hanya beranggapan masjidil aqsa saja yang diberkati, maka anda bertentangan dengan ayat al-Imraan 96 diatas.

Kalau keberkahan ditentkan oleh sungai, tanaman, pohon2an, maka masya Allah, menurut logika al Amiry, Indonesia dan negara-negara tropis lainnya jauh lebih diberkahi dari tanah gersang di Timur Tengah”

Tanggapan kami (Al Amiry):

è “Anda seharusnya memahami ayat bukan serampangan. Dalam ayat itu, memang Allah tidak menyatakan Berkah kota mekkah dalam kekhususan surat Al Isra'. Akan tetapi Allah memberkahi mekkah dalam ayat lainnya seperti ayat yang anda sebutkan. Dalam ayat lain, Allah menyatakan bahwasanya mekkah adalah kota yang diberkahi dengan menjadikannya kota suci, keamanan dan buah-buahan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat ". HR Bukhari Muslim

Ibrahim berdoa yang ada dalm Al quran agar kota mekkah diberkaghi dengan buah-buahan:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

"Dan ingatlah tatkala Ibrohim berkata; Ya Allah jadikanlah ini (mekkah) kota yang aman dan berikan lah rezki kepada penduduknya dari buah-buahan untuk orang yang beriman dari mereka kepada Allah dan hari akhir" QS Al Baqarah 126

Allah berfirman juga dalam ayat lain tentang, Ibrohim meminta berkah kepada Allah untuk mekkah:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : "Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala" QS Ibrahim: 35

Jadi jelas mekkah kota yang diberkahi, akan tetapi ALlah tidak menyinggung berkahnya mekkah di surat AL isra ayat pertama”

è Kemudian perkataan anda: "Kalau keberkahan ditentkan oleh sungai, tanaman, pohon2an, maka masya Allah, menurut logika al Amiry, Indonesia dan negara-negara tropis lainnya jauh lebih diberkahi dari tanah gersang di Timur Tengah"

Jawab kami (Al Amiry) : Lah, yang menyatakan berkah hanya ditentukan dengan pepohonan dan tanaman itu siapa ?? Coba liat komentar ana sebelumnya yang diatas.. Berkah itu banyak dari selain pepohanan dan tanaman. Buktinya mekkah diberkahi dengan dijadikannya kota suci, kemanan, dll. Pada nash ayat yang kami bawa.

Tapi yang menjadi titik pembahasan, berkah yang dalam surat al isra ayat pertama, bukan keberkahan mekkah sebagaimana yang ditafsirkan oleh otak emilia yang lagi berantakan. Melainkan masjidil aqsa sebagaimana para ulama mentafsirkan.

Wal hasil istinbat (kesimpulan) anda meyimpang, dan sangat memaksa.

4- Emilia berkata: “Oh, ternyata anda memperkuatku kalau Mekkah memang diberkati bahkan juga dengan buah-buahan ( QS Al Baqarah 126). Terima kasih. Lumayan sudah rada tertib”

Tanggapan kami (Al Amiry):

è “Dari dulu, ana katakan mekkah adalah kota yang diberkahi akan tetapi keberkahan mekkah gak ada sangkut pautnya dengan surat Al Isra ayat 1 yang dipaksa-paksa oleh anda dengan pemahaman yang dangkal. Jelas, dalam ayat lain Allah menyatakan kota mekkah diberkahi sebagaimana yang telah kami sebutkan”.

è Yang lucu, kenapa anda memuji penduduk mekkah yang diberkahi dengan keamanan, dijadikan kota suci dll. Sedangkan syiah sepakat membenci mekkah.

Dan ini dinyatakan sendiri oleh ulama hadits syiah "Al Kulaini".

Dalam riwayat palsu syiah disebutkan:

أَهْلُ الشَّامِ شَرٌّ مِنْ أَهْلِ الرُّومِ، وَأَهْلُ الْمَدِينَةِ شَرٌّ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ، وَأَهْلُ مَكَّةَ يَكْفُرُونَ بِاللهِ جَهْرَةً

"Dan penduduk syam (masjidil Aqsa dan sekitarnya) lebih buruk dari penduduk rum, dan penduduk madinah lebih buruk dari penduduk mekkah, dan penduduk mekkah telah kafir kepada Allah secara terang-terangan" AL Kafi 2/409

Muhaddits anda saja menyatakan bahwasanya mereka kafir, dan perkataan palsu ini disandarkan kepada ja'far shodiq, bagaimana bisa Allah memberkahi orang-orang kafir ??

Dan masjidil penduduk bumi masjidil Aqsa pun dihinakan oleh agama syiah, yang mana mereka nyatakan bahwasanya mereka lebih buruk dari penduduk rum (sebagaimana yang kita ketahui, rum adalah orang-orang kafir romawi).

Sungguh sesama syiah bertolak belakang.

5- Emilia berkata: “Berikan kepadaku, snapshot dari al-Kafi'nya mana? jangan loncat-loncat dengan cerita-cerita dongeng..”

Tanggapan kami: “Na'am, akan kami berikan kepada anda snapshotnya, bahwasanya syiah menghinakan syam, madinah dan mekkah. Silahkan anda lihat dengan baik-baik.


Riwayat palsu itu, kami screenshoot langsung dari kitab hadits syiah yang dikarang oleh Al Kulaini dan sudah kami kotaki perkataannya dengan tinta merah.

Kami heran, apa mungkin seorang dedengkot syiah yang sudah berkunjung kepada banyak ulama-ulama syiah tidak  mengetahui bahwasanya mereka menghinakan madinah, mekkah, syam dan berdalil dengan riwayat palsu ini ??

Kami saja yang hanya seseorang biasa tahu akan riwayat ini. Yang mana kami hanya selalu ingin membahas firaq islamiyyah (firqah-firqah islam) walaupun zaman sekarang, syiah tidaklah termasuk firqah (kelompok) islam alias kafir hanya saja syiah selalu mengaku-ngaku islam.

Emilia tidak tahu akan riwayat ini ?? Ataukah dia bertaqiyyah ??

6- Emilia berkata: “Kami ini pengikut Imam Ali as, yang dikenal paling cerdas, paling pemberani dan berakhlak paling mulia dari seluruh para sahabat Nabi saw; dan sekarang berhadapan dengan para pengikut sahabat selain ahlul-bayt(as) Nabi saw. Aku menjawab semua pertanyaan dengan rujukan dan akhlaq yang baik; sementara Ustadnya saja kaya begini jawabannya.. loncat-loncat, ga pakai logika dengan akhlak yang dibawah standard. Pantesan anak-anak buah anda, liar, tidak terkendali padahal yang dihadapi kalian kan, cuma saya seorang??. Membaca komentar-komentar anak buah anda, serasa hidup di zaman jahiliyaah, ketika orang-orang TIDAK BERPENDIDIKAN ikut bicara dengan mencaci maki karena ga punya hujjah. Kata Imam Ali as, " seandainya orang bodoh itu diam, amanlah dunia"

Tanggapan kami (Al Amiry):

Kalau anda adalah pengikut Imam Ali radhiyallahu anhu dan bukan hanya ngaku-ngaku saja, tapi pengikut sejati. Seharusnya anda mengamalkan wasiat imam besar anda. Simak perkataan Ali radhiyallahu anhu yang ini:

عَنْ وَهْبٍ السُّوَائِيِّ، قَالَ: خَطَبَنَا عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ: " مَنْ خَيْرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ بَعْدَ نَبِيِّهَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قُلْنَا: أَنْتَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ: لَا، خَيْرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ بَعْدَ نَبِيِّهَا أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرُ

Dari Wahb As Suwa'i dia berkata: Ali radhiyallahu anhu berkhutbah dihadapan kami, maka dia berkata: Siapakah orang terbaik dalam umat ini setelah nabinya shallallahu alaihi wa sallam ?? Kami mengatakan: Kamu wahai amirul mu'minin. Ali berkata: Tidak, orang terbaik dari ummat ini setelah nabinya adalah Abu Bakr kemudian umar" HR Ahmad

Pertanyaan ringan kami: Kalau anda pengikut sejati Imam Ali, agama anda kok malah mengkafirkan Abu Bakr dan Umar ?? Sungguh agama pengkhianat terhadap imam terbesarnya dan terhadap wasiat-wasiatnya.

Selesai dialog.

Semakin Dedengkot syiah ini berbicara tentang agama, maka semakin jelaslah kebodohannya. 

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry


Poskan Komentar

 
Top