0


=> Tatkala bencana tsunami melanda masyarakat banda aceh, yang menewaskan sedikitnya 250.000 jiwa, akankah kaum muslimin mau mengulang waktu kejadian yang terjadi ?? 

Ternyata bencana itu melanda pada tanggal 26 Desember 2004. Tepat setelah maraknya kaum muslimin merayakan hari raya orang kuffar yakni "Hari Natal Kristiani". 

=> Tatkala bencana banjir bandang yang baru saja terjadi, menenggelamkan rumah-rumah yang menjulang, melahap nyawa-nyawa yang bersitegang, akankah kaum muslimin mau berpikir kembali, kapan bencana banjir bandang ini melanda ?? 





Ternyata bencana itu melanda tepat beberapa hari setelah kaum muslimin banyak merayakan perayaan orang-orang kuffar, yakni "Acara Tahun Baru"

=> Tatkala gunung kelud kediri meletus.. Tatkala hujan bukan lagi tetesan air melainkan hujaman kerikil dan abu.. Akankah kaum muslimin mau mengoreksi kapan kejadian itu terjadi?? 

Ternyata bencana ini terjadi pada tanggal 13 Februari 2014, tatkala kaum muslimin berbondong-bondong menyiapkan untuk perayaan kaum kuffar dan orang-orang fasik yakni "Hari Valentine" 

Muslim cerdas, dapat mengoreksi diri dengan kejadian yang ada. Bukankah merayakan perayaan kaum kuffar tecela dan sangat dibenci ?? Ingatlah, sudahkah anda menghindari tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kuffar ?? 

Jika belum, maka itulah teguran Allah Rabb Tuhan Semesta Alam, Sang Pemilik gunung.. Dengan kehendakNya, gunung meletus. 

Rasulullah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

"Barangsiapa yang menyerupai sebuah kaum maka kalian termasuk golongan dari mereka" HR Abu Dawud 

Maka itulah teguran Allah Sang Pemilik Langit, dengan kehendakNya, langit menurunkan air hujannya hingga daratan bumi terpenuhi oleh banjir bandang. 

Rasulullah bersabda:
 

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ» ، قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ: اليَهُودَ، وَالنَّصَارَى قَالَ: «فَمَنْ

"Kalian akan mengikuti sunnah-sunnah (kebiasaan) kaum sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai jika mereka masuk kedala lubang biawak kalian akan memasukinya. Kami berkata: Wahai Rasulullah, bukankah mereka orang-orang yahudi dan nashrani ?? Rasulullah menjawab: Kalau bukan mereka maka siapa lagi ??" "HR Bukhari Muslim 

Sudahkah, anda benar-benar tidak berloyal dengan kuffar sehingga menyerupai mereka ?? "Muslim Cerdas Dapat Mengambil Pelajaran Dari Kejadian Yang Ada" 

Yang sangat disayangkan, dengan beribu-ribu kepahitan.

Masyarakayat muslim justru pergi ke dukun untuk menangkal musibah. Meyakini adanya penunggu gunung yang murka. Tunduk kepada penunggu dengan memberikan sesajen sesajen yang memilukan. 

Bukankah ini keluar mulut harimau masuk mulut buaya ?? 

Lari dari bencana masuk kedalam kesyirikan?? Justru, dengan hal seperti inilah bencana yang lain akan menyusul. Ingat, ibadah yang diberikan untuk selain Allah adalah malapetaka ummat-ummat terdahulu.

Ingatkan kejadian ummat nabi Nuh, Musa, Kaum Hud, Tsamuud, dll ?? Banjir bandang, angin puting beliung, gempa, dihujami batu, itu semua akibat tidak melaksanakan perintah Allah dan RasulNya dan mengerjakan larangan keduanya. 

Sedangkan perintah dan larangan terbesar adalah "Tauhid dan Syirik" 

Dan kesyirikan adalah sebab terbesar rusaknya alam ini, dan ini akibat dari perlakuan mereka sendiri. Allah berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ 

"Tampak kerusakan di daratan dan lauta disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian apa yang mereka kerjakan agar mereka kembali" QS Ar Rum: 41

Akankah kaum muslimin kembali menuju Allah ??

Sungguh malang jika ummat islam selalu berada dalam keadaan yang seperti ini. Ummat membutuhkan dai-dai yang memperbaiki akidah dan pemahaman masyarakat.

Muslim yang cerdas, tidak hanya mengaitkan bencana dengan alam. Melainkan dibalik itu semua, kehendak Allah yang berbicara. 

Jikalau banjir bandang karena alam, tentulah ilmuwan sudah membuat alat yang canggih penangkal turunnya hujan. Jikalau gunung meletus karena alam, tentulah pakar-pakar ilmu sudah membuat alat yang canggih penangkal gunung meletus. 


Akan
tetapi manusia mana yang dapat menangkal kehendak Allah ??




PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top