8


Pertanyaan kecil dari kami untuk dedengkot syiah "Emilia Renita Az"

Imam besar syiah "Al Khumaini" berkata :

و أما سائر الاستمتاعات كاللمس بشهوة و الضم و التفخيذ فلا بأس بها حتى فى الرضيعة

“Adapun segala cara untuk mencari kenikmatan seperti menyentuh-nyentuh dengan syahwat, dan memeluk, serta menggesek-gesek kemaluan ke paha maka tidak mengapa walaupun yang menjadi objek adalah seorang bayi berkelamin wanita yang masih menyusui” Tahrir Al Wasilah hal. 854 Kitab An Nikah Masalah ke 12


Beginilah ajaran syiah yang anda anut dan ini diajarkan oleh imam besar anda "Khumaini".

Maka pertanyaan kecil dari kami (Al Amiry):

1- Saya meminta anak perempuan terkecil anda bila perlu yang masih menyusui, agar anak anda di gesek-gesek oleh dzakar penganut syiah ataupun imam besar anda.

= Relakah anak anda digitukan ??

- Jika anda tidak rela, kenapa anda tidak rela, sedangkan dalam kitab imam anda tertulis riwayat palsu yang diagung-agungkan syiah, Rasul bersabda:

مَنْ تَمَتَّعَ مَرَّةً كَانَ دَرَجَتُهُ كَدَرَجَةِ الْحُسَيِنِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَمَنْ تَمَتَّعَ مَرَّتَيْنِ كَانَ دَرَجَتُهُ كَدَرَجَةِ الْحَسَنِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَمَنْ تَمَتَّعَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ كَانَ دَرَجَتُهُ كَدَرَجَةِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَمَنْ تَمَتَّعَ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ فَدَرَجُتُهُ كَدَرَجَتِي

"Barangsiapa yang melakukan nikah mut'ah sekali maka derajatnya seperti Husain alaihissalam, dan barangsiapa yang nikah mut'ah dua kali maka derajat seperti derajat Hasan alaihissalam dan barangsiapa yang nikah mut'ah tiiga kali maka derajatnya seperti derajat Ali bin Abi Tholib alaihissalam dan barangsiapa yang nikah mutah empat kali sama seperti derajatku (nabi Muhammad)" Tafsir Manhaj Ash Shodiqin 2/493

Inilah riwayat dusta yang diagung-agungkan oleh agama syiah. Mengapa anda tidak memut'ahkan anak anda yang terkecil?? Bukankah itu ajaran agamamu dan fatwa imammu ?? Seharusnya anda rela untuk anak anda demi derajat Husain, Hasan, Ali, Rasulullah alaihimussalam. Mengapa ??

- Jika anda rela anak anda digesek-gesek oleh dzakar seseorang lelaki, maka fitrah keibuan anda telah rusak. Maka relakah fitroh keibuan anda lenyap disebabkan ajaran busuk syiah ??

Ibu mana yang rela anak nya diperlakukan seperti itu ?? Mengapa ??

2- Pertanyaan khusus kepada anda. Sudahkah anda melakukan nikah mut'ah atau sudah berapa kali anda melakukan nikah mut'ah ??

- Tolong disebutkan berapa kali anda melakukan mut'ah atau sama sekali anda belum melakukan mut'ah??

- Kalau anda belum pernah melakukan nikah mut'ah, maka mengapa ?? Apakah anda berani mendustakan ajaran syiah ?? Seharusnya anda berani sebagaimana yang dilakukan oleh imam anda yang telah ruju' "Husain Al Musawi" Yang akhirnya mengingkari nikah mut'ah dan keluar dari ajarn syiah.

- Kalau anda sudah melakukannya, maka berapa kali anda melakukannya dan sama siapa saja anda nikah mut'ah ?? Atau imam anda ada yang bermut'ah dengan anda ?? Tolong jawab jujur, seharusnya anda bangga dengan nikah mut'ah yang anda lakukan dan jujur menjawabnya seperti Imam anda Khumaini. Maka jawab berapa kali anda menikah karena seharusnya anda bangga karena derajat anda seperti Husaein, Hasan dst. Maka jujur saja.

- Kalau anda tidak menjawabnya, mengapa ?? Karena malu ?? Kok malu ?? Berarti fitroh anda menyatakan Ajaran syiah malu-maluin. Maka ikutilah fitrah anda yang masih lurus.

Hadaakillah.

اللهم اهد أميليا إلى صراطك المستقيم

===============

Emilia Renita Az menanggapi:

Salam. Aduuuuh heboh banget siiih?  Aku msh di jalan, ان شـــــاء الله , nanti ba'da maghrib sampai di rmh.
Itu pertanyaannya vulgarbanget.  Aku ga pernah mut'ah, & aku ga minat mut'ah.  Apa ga ada pertanyaan yang lebih normal? Aku ini syiah, yang sangat menjaga iffaah. Aku jg ga tersentuh laki2 selain muhrimku.

Tanggapan kami (Al Amiry):

1- Pertama Emilia tidak pernah mut'ah dan tidak ingin mut'ah

Tanggapan kami (Al Amiry):

Padahal imam ajaran syiah mengancam setiap penganutnya yang tidak nikah mut'ah. Imam mereka mengatakan:

مَنْ خَرَجَ مِنَ الدُّنْيَا وَلَمْ يَتَمَتَّعْ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَهُوَ أَجْدَعُ

"Barang siapa yang keluar dari dunia (wafat) dan dia tidak nikah mut'ah maka dia datang pada hari kiamat sedangkan kemaluannya terpotong" Tafsir manhaj ash shadiqin 2/489

Maka bagaimana dengan emilia yang tidak pernah mut'ah bahkan tidak ingin mut'ah ?? Apa masuk dalam ancaman ini ?? Ataukah Emilia sudah mengingkari ajaran sesatnya dan ingin ruju' menuju sunni ??

2- Perkataan emilia: "Aku ini syiah yang sangat menjaga iffah (kehormatan)"

Tanggapan kami (Al Amiry):

è Berarti menurutnya syiah yang nikah mut'ah tidak menjaga iffahnya. Padahal Imam Khumaini (Imam besarnya Syiah) nikah mut'ah tanpa malu, berarti dalam kata lain Imam khumaini tidak memiliki iffah

è  Berarti syiah memang bukan agama yang menjaga iffah penganutnya, karena syiah mengajari nikah mut'ah dan mengancam yang tidak nikah mut'ah. Berarti Emilia pun meyakini syiah tidak memiliki kehormatan.

Maka, bagiamana pendapat kalian wahai ikhwah sekalian ?? Sudah terbukti bukan ??

Kita masih menunggu peryataan lainnya, tentang nikah mut'ah anak kecil yang difatwakan "Imam Khumaini"

===============

Emilia juga berkata:

" Ma'aaaaf yaaa.. & aku tetap menghormati pilihan kalian utk tetap jd sunni, wahabi, salafi dll, & kuharap kalian jg hormati pilihanku mjd shia Ali(as)."

Tanggapan kami (Al Amiry):

è  Wahai Emilia, anda sendiri tidak menghormati ajaran syiah dengan menyatakan bahwasanya yang nikah mut'ah tidak bisa menjaga kehormatannya. Bukankah yang ngajari mut'ah adalah agama syiah ??

Terlebih kami yang sunni.. Maka tidak mungkin kami menghormati ajarn kalian. Anda saja tidak menghormati agama syiah, apalagi kami yang sunni, maka tidak akan mungkin kami menghormati syiah.

è Perkataan anda: "aku tetap menghormati pilihan kalian utk tetap jd sunni" Maka kami jawab: Bagaimana kalian menghormati sunni, sedangkan kalian sangat menghina pemimpin Sunni (Abu Bakr dan Umar).

Jadi jangan cuma bicara, harus anda amalkan perkataan anda. Anda harus menghormati Abu Bakr, Umar, Utsman dan seluruh sahabt maka kami akan menghormati anda.

è Karena kami ingin menghormati anda, maka kami berusaha membawa anda menuju hidayah Allah. Kalau kami tidak menghormati anda maka akan kami biarkan anda dan pengikut-pengikut anda dalam jurang kesesatan.

Jadi harus anda perhatikan.

Sunni dan syiah bagaikan air dan minyak. Tidak akan mungkin dapat disamakan.

Karena ushul akidah mereka pun berbeda. Na'am.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

  1. Subhanallah, sangat menohok...Moga dgn asbab ini Emilia mendapat hidayah

    BalasHapus
  2. Menurut ane kata syiah tdk pantas utk mereka yg ghuluw terhadap Ali RA, menghalalkan mut'ah, menghina Abu Bakar, Umar & para sahabat lain. Sebutan yg pantas utk mereka bkn Syiah, tp Al Kadzab.

    Fatih Alfatih
    Lakemba Australia

    BalasHapus
  3. bongkar terus kesesatan syi;ah, agar tidak ada lagi yang tertipu di negeri indonesia ini oleh ajaran setan (SYI'AH LA'NATULLAH). ana juga pernah baca artikel di http://anuurang.blogspot.com/search/label/Syi%27ah yang megupas kesesata syi'ah

    BalasHapus
  4. Semua umat Islam telah berijma’ bahwasanya kitab Allah selalu terjaga dari pengubahan, penambahan ataupun pengurangan.
    Ia terjaga dengan penjagaan Allah, sebagaimana dalam firman-Nya,
    إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
    “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

    Para ulama besar Ahlusunnah telah menegaskan bahwa barang siapa yang meyakini di dalam Al Quran terdapat tambahan atau kekurangan, maka sesungguhnya ia telah dianggap keluar dari agama Islam (murtad). Akidah ini sudah amat sangat masyhur dan mutawatir di kalangan Ahlusunnah, sampai-sampai tidak lagi dibutuhkan seseorang untuk mendatangkan dalil-dalil tentangnya. Berkata Ibnu Qudamah dalam kitab Lum’ah al-I’tiqad (hal 19), “Tidak ada perbedaan pendapat di antara umat Islam, bahwa barang siapa yang mengingkari satu surat, atau satu kata, atau satu huruf dari Al Quran yang telah disepakati, maka sesungguhnya dia telah kafir.”

    Syi’ah dan Keyakinan Mereka Tentang Tahrif (distorsi, pengubahan) Al Quran
    Ulama-ulama Syi’ah yang paling menonjol yang berpendapat bahwa Al Quran telah mengalami distorsi adalah: Al-Kulainy, al-Qummy, al-Mufid, ath-Thobarsy, al-Kaasyany, al-Jazairy, al-Majlisy, al-’Amily, al-Khuu’iy, dan masih banyak yang lainnya.
    Pertama:
    Mari kita mulai dari al-Kulainy pengarang kitab al-Kaafi, kitabnya yang paling terpercaya di kalangan orang-orang Rafidhah. Pengarang berkata dalam jilid II, hal 634, ((Dari Hisyam bin Salim dari Abu Abdillah ‘alaihis salam ia berkata, “Sesungguhnya Al Quran yang dibawa Jibril kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam terdiri dari 17.000 ayat”)). Padahal sepengetahuan kita ayat-ayat Al Quran hanya berjumlah 6.000 ayat lebih sedikit. Riwayat kedua disebutkan dalam (jilid I, hal 228). Riwayat ketiga disebutkan dalam (jilid I, hal 228).

    next http://anuurang.blogspot.com/2014/02/fakta-kesesatan-syiah.html

    BalasHapus
  5. Gerakan Anti Syiah (GAS) Diumumkan di Bekasi
    Warga Bekasi Deklarasikan Gerakan Anti Syiah
    MUI Bekasi: Syiah Itu Ajarannya Bunglonisasi
    Inilah beritanya.
    ***
    Warga Bekasi Deklarasikan Gerakan Anti Syiah
    Senin 8 Jamadilawal 1435 / 10 Maret 2014 13:47
    MARAKNYA ajaran Syiah menggerogoti akidah
    umat Islam, membuat warga Bekasi
    mendeklarasikan Gerakan Anti Syiah (GAS).
    “Gerakan Anti Syiah Bekasi dimulai dari Masjid Al
    Hikmah. Dengan nama Allah, kami mulai aktifikan,
    tegas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)
    Kabupaten Bekasi, KH. Sulaeman Zachawerus,
    Ahad (9/3).
    Deklarasi ini dilakukan didepan 500 warga Bekasi
    usai mengikuti bedah buku Zionis dan Syiah
    Bersatu Hantam Islam di Masjid Al Hikmah,
    Bekasi. Pimpinan Brigade Ababil inipun langsung
    menunjuk dua orang aktivis Islam Bekasi sebagai
    koordinator yaitu Abdurrahman dan Iyus.
    Selain masalah Kristenisasi, KH, Sulaeman
    menegaskan Syiah menjadi masalah bagi warga
    Bekasi.
    “Jadi selain punya Gerakan Anti Pemurtadan, kita
    juga persempit penyebaran Syiah di Bekasi,”
    terang tokoh asal Ambon ini.
    Karena berada di wilayah Provinsi Jawa Barat,
    GAS akan melakukan koordinasi dengan Forum
    Ulama dan Ummat Indonesia pimpinan KH. Athian
    Ali.
    “Kita akan buat posko-posko anti Syiah ke
    masjid-masjid,” ujar Ketua Forum Kerukunan Umat
    Beragama (FKUB). [pz/Islampos]
    ***
    MUI Bekasi: Syiah Itu Ajarannya Bunglonisasi
    Senin 8 Jamadilawal 1435 / 10 Maret 2014 13:25
    KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten
    Bekasi, KH. Sulaiman Zachawerus merasa aneh
    melihat umat Islam yang masih menyebut Syiah
    bagian dari Islam. Padahal, sejak dulu para ulama
    Salafussholeh sudah menyebut kekafiran ajaran
    Syiah.
    “Orang yang mengatakan Syiah masih Islam harus
    dibawa ke dokter bedah. Agar bisa dilihat otak dia
    masih waras atau tidak,” ujarnya mengundang
    gelak tawa jama’ah dalam bedah buku Zionis dan
    Syiah Hantam Islam di Masjid Al Hikmah, Bekasi,
    Ahad (9/3).
    Lebih lanjut ustadz asal Ambon ini menegaskan
    banyak umat Islam tertipu dengan ajaran Syiah.
    Tipuan itu dilakukan Syiah dengan doktrin
    taqiyyah.
    “Syiah itu ajaran Bunglonisasi, karena kemana-
    mana selalu berubah-ubah warna untuk menipu
    umat Islam,” ujarnya.
    KH. Sulaeman menambahkan Syiah lebih pas
    disebut Yahudi. Karena dalam berbagai aspek,
    ajarannya mirip dengan Yahudi. Apalagi tokoh
    pencetus ajaran Syiah adalah tokoh Yahudi
    Abdullah Bin’ Saba.
    “Wajar saja di Suriah, Irak, Lebanon, Syiah
    bekerjasama dengan Yahudi,” terangnya. [pz/
    Islampos

    BalasHapus
  6. Subhanallah. Nanda Al Amiry, you are the brave and smart youth. Anak muda yang berani dan cerdas!. Biar masih unyu-unyu, biarpun di bilang heboh!. Go head! teruskan untuk membongkar kesesatan, yang bersembunyi dibalik nama Islam, serta mengungkapkan kebenaran. Semoga Allah selalu memudahkan jalanmu. Aamiin..

    BalasHapus
  7. akhi nasehat ana kepada antum tuntut lah ilmu lebih banyak, insya allah antum berada di manhaj dan aqidah yang benar, hati hati dalam berfatwa... terus menuntut ilmu dan semangat, jangan sampai terlena dengan pujian... 'maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.' ...... barakallah fiik

    BalasHapus

 
Top