0


Sebagaimana yang telah kita ketahui, telah disyariatkan untuk menjawab adzan karena rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ الْمُؤَذِّنُ

“Jika kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang sedang diucapkan muadzin.” [1]

Maka juga disyariatkan menjawab iqamah.

Kenapa? Jawabannya: Karena Rasulullah menamakan iqamah dengan adzan. Rasulullah bersabda:

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ

"Diantara dua adzan terhadap shalat, Diantara dua adzan terdapat shalat, Diantara dua adzan terdapat shalat, untuk siapa yang berkehendak (Shalat sunnah)”[2]

Para ulama menjelaskan, bahwasanya maksud dari 2 adzan adalah adzan dan iqamah.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu hajar:
قَوْلُهُ بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ أَيْ أَذَانٍ وَإِقَامَةٍ

"Sabda Rasulullah: Diantara dua adzan, maksdunya adalah Adzan dan Iqamah"
[3]

Dengan inilah, maka disyariatkan menjawab iqamah sebagaimana menjawab adzan.
Karena iqamah juga dinamakan dengan adzan.

Dan ini sebagaimana yang difatwakan oleh lajnah daimah:

لكن المشروع أن يقول مثل ما يقول المؤذن في إقامته، ويصلي على الرسول صلى الله عليه وسلم، ويسأل له الوسيلة ثم ينتظر حتى يكبر الإمام ثم يكبر بعده

"Akan tetapi yang disyariatkan adalah menjawab orang yang mengumandangkan iqamah sebagaimana yang diucapkan olehnya tatkala iqamah, dan dia bersalawat kepada nabi dan memintakan untuknya wasilah kemudian dia menunggu sampai imam takbir, kemudian dia takbir setelah imam"[4]

Semoga bermanfaat

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

[1] HR Bukhari Muslim
[2] HR Bukhari Muslim
[3] Fathul Baari 2/107
[4] Majmu fatawa lajnah daimah No 10426

Poskan Komentar

 
Top