0

Innaalillah Wa Innaa Ilaihi Raaji’un.

Dengan segala kekurangan dan kekhilafan manusia, ia selalu berusaha berbuat baik walaupun terkadang banyak kesalahan yang dilaluinya. Dan na,as, ternyata bantuan yang diupayakan dan digalang disambut dengan perkataan berupa celaan dan hinaan.

Ustadz Luqman Baabduh adalah seorang ustadz yang perlu dijaga kehormatan dirinya. Walaupun beliau terkadang melakukan beberapa kesalahan dan sikap terlalu tergesa-gesa. Wahai Ahlussunnah, mengapa celaan terus berjalan?? Mengapa hinaan terus berputar ?? Tak bisa kah roda untuk dihentikan walau ia berada dijalanan mulus menurun? Dengan pelbagai banyak masalah, tak bisakah musibah yang kita terima untuk menyatukan Ahlussunnah?

Sedih memang jika melihat judul artikel "WASPADAI PARA PENGERUK DANA YANG MEMANFAATKAN KUCURAN DANA PARA PEMBELA AGAMA DAN KEPEDIHAN ORANG-ORANG YANG TERTIMPA BENCANA Oleh:  Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy"

Seharusnya musibah serangan yang terjadi atas saudara-saudara kita adalah momentum yang paling besar agar kita selalu bersatu.

Betapa sedihnya tatkala seorang berusaha untuk membantu kaum muslimin di dammaj namun dihina. Dan betapa hinanya tatkala seseorang berusaha untuk membantu kaum muslimin di dammaj namun dicela. Tuduhan “riya” “mencari ridha ummat”  dan.. dan .. dan.. Gerangan apa yang membuat seseorang mudah memvonis hati seseorang ??


Subhanallah sungguh berat pernyataan yang ada digambar jika keluar dari lisan seorang muslim dalam menghukumi hati manusia. Kalimat dalam lingkar merah: "Apalagi ditambah dengan kebiasaan ashhabul jam’iyyat memamerkan amalannya dengna iklanp-iklan dan laporan-laporan amalan mereka serta potret-potret amalan mereka, itu semua bagian dari bukti bahwa ibadah mereka bukan untuk Alloh semata tapi untuk mencari ridho umat (mencari simpati manusia ;ed)"


Sangggahan: Mungkin dan bisa jadi, laporan amalan sedekah mereka dipotret agar menjadi bukti kepada kaum muslimin bahwasanya wadah ini adalah wadah yang jujur untuk membantu kaum muslimin. Disamping banyaknya wadah-wadah yang menipu untuk mengumpulkan duit ummat disebrang sana.


Dan celaan yang tidak layak untuk keluar dari lisan seorang muslim terutama seorang da'i:
"Rekening GENDUT Hizbi Luqmaniyyun setiap ada kegiatan tasawulat untuk dakwah"

Semoga Allah membalas kebaikan yang dilakukan Ustadz Luqman Ba’abduh dan kaum muslimin. Semoga Allah membalas mereka sesuai yang Allah janjikan dalam kitabNya

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.[1]

Dan firman Allah:
من ذا الذي يقرض الله قرضاً حسناً فيضاعفه له أضعافاً كثيرة

“Barangsiapa meminjamkan kepada Allah (berinfak di jalan Allah) sebuah pinjaman yang baik (tanpa mengungkit-ungkit dan tanpa menyakiti hari penerima infak) niscaya Allah akan melipat gandakan untukkan dengan kelipatan-kelipatan yang banyak”[2]

Dan semoga mereka adalah kumpulan manusia yang senantiasa mengharapkan wajah Allah dan selalu menjalankan perintah Allah agar selalu bersedekah. Rasulullah bersabda:

جاهدوا المشركين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم

“Perangilah orang-orang musyrik dengan harta, diri, dan lisan-lisan kalian”[3]

Dan seandainya kami belum mampu ikut bersama kalian wahai saudara-saudara kami yang berada di dammaj untuk berjihad dengan raga-raga kami, maka hormatilah kami walaupun kami hanya dapat mengeluarkan sedikit dana buat saudar-saudara yang berada di dammaj.

Sungguh, kehormatan ustadz Luqman Baabduh adalah kehormatan yang mulia, disini tidak lah kami memuji beliau dengan berlebihan. Namun kami disini hanya menempatkan posisi beliau sebagaimana tempatnya. Yang mana beliau adalah seorang dai muslim yang perlu dihormati, jika seorang muslim awwam perlu dihormati, lantas bagaimana dengan seorang da’i yang berusaha menolong dan membantu saudara-saudaranya. Cukuplah teguran Rasululllah shallallahu alaihi wa sallam yang kita dengar:

من لم يشكر القليل لم يشكر الكثير ، ومن لم يشكر الناس لم يشكر الله عز وجل ، والتحدث بنعمة الله عز وجل شكر وتركها كفر ، والجماعة رحمة ، والفرقة عذاب

“Barang siapa yang tidak mensyukuri materi yang sedikit, maka dia tidak akan mensyukuri materi yang besar, dan barang siapa yang tidak mensyukuri manusia maka dia tidak akan mensyukuri Allah, dan membicarakan nikmat Allah adalah bentuk rasa syukur dan meninggalkannya adalah bentuk kekufuran, dan bersatu adalah rahmat dan berselisih adalah adzab[4]

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من صنع إليكم معروفا فكافئوه فإن لم تجدوا ما تكافئونه به، فا دعوا له حتى تروا أنكم قد كافأتموه

“Barangsiapa yang berbuat kepada kalian berupa kebaikan maka balaslah, jika kamu tidak mendapatkan sesuatu sebagai balasannya, maka doakanlah kebaikan untuknya sampai kalian melihat bahwasanya kalian telah membalas kebaikannya”[5]
 

Dan alhamdulillah beliau telah banyak mengumpulkan dan buat kaum muslimin.

Wa shallallahu 'alaa nabiyyinaa Muhammad.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry




[1] QS Al Baqarah 261
[2] QS Al Baqarah 245
[3] HR Abu Dawud
[4] HR Ahmad
[5] HR Abu Dawud 

Poskan Komentar

 
Top