Senin, 22 Juli 2013

Syiah Adalah Agama Seks (Agama Mut'ah + Pinjam Kemaluan)



Tanpa kita membongkar seluk beluk agama ini, tetap akan kecium juga busuknya. Agama mereka yang dipenuhi oleh bangkai-bangkai mayat penganutnya telah menjadi santapan banyak manusia bodoh yang tak berakal. Disini kita akan memberikan kepada anda wahai para pembaca, betapa busuknya agama yang mereka anut. Syiah adalah agama SEKS.

Mari kita lihat fatwa imam syi'ah yang berkicau diakun twitter:


1- Sh Mohsin Al Asfor[1] berkata:
يجوز للمتزوجة ان تتمتع من غير أذن زوجها ، وفي حال كان بأذن زوجها فأن نسبة الأجر أقل ،
شرط وجوب النية انه خالصاً لوجه الله
( ٤٣٢/١٢ فتاوى )
“Diperbolehkan bagi seorang istri untuk bermut’ah (kawin kontrak dengan lelaki lain) tanpa izin dari suaminya, dan jika mut’ah dengan izin suaminya maka pahala yang akan didapatkan akan lebih sedikit, dengan syarat wajibnya niat bahwasanya ikhlas untuk wajah Allah” [2]


Lihat selengkapnya disini: https://twitter.com/ShMohsnAlAsfor/status/338237275194400768

2- Kemudian dia berkata juga di akun twitternya:

"Sebagaimana yang disebutkan oleh Hadi dalam kitabnya Manarul ilmi (4/386): "Diperbolehkan bagi seorang anak untuk menyetubuhi ibu nya yang janda, agar ibu nya tidak berpisah dengan anak-anaknya dan agar tidak meninggalkan mereka hanya untuk mencari seseorang yang melampiaskan syahwatnya"



Beginilah Presiden Rakyat Syiah (Presiden Iran) "Ahmadinejad" tidak bisa menjaga syahwatnya dengan mencium presiden venezuela "Hugo Chavez"

3- Kemudian kita lihat fatwa lainnya dari imam syiah, mari kita lihat dialog yang menjijikkan antara imam syi'ah bersama seorang wanita.

Zainab as salman bertanya kepada imam syi'ah: "Wahai tuan dan syaikh kami, apakah boleh bagiku untuk melakukan mut'ah (kawin kontrak) tanpa sepengetahuan keluargaku maupun suamiku, dan jika tidak boleh bagaimana saya bertaubat sedangkan saya telah melakukannya 100 KALI LEBIH"

Maka imam syi'ah (Shodiq As Syaib) menjawab:
Iya wahai sayangku, boleh kamu melakukannya tanpa sepengetahuan keluarga maupun suamimu, dan bagimulah pahala yang besar karena telah memberikan kebahagiaan terhadap para pemuda, dan mungkin saja terkhusus dirimu"

Saya hanya bertanya-tanya, kemungkinan besar imam-imam syi'ah juga ingin merasakan kemaluan wanita-wanita yang meminta fatwa begitupula kemaluan seluruh wanita yang menganut agama syi'ah ini. 

Dua fatwa diatas, sudah sangat jelas yang menunjukkan bahwasanya mereka adalah penganut agama SEKS yang keji nan buruk.

Anak kecil saja anti Imam Syiah, apalagi yang sudah dewasa dan dapat berpikir
4- Khumaini berkata:


وأما سائر الاستمتاعات كاللمس بشهوة والضم والتفخيذ فلا بأس بها حتى في الرضيعة
“Adapun segala cara untuk mencari kenikmatan seperti menyentuh-nyentuh dengan syahwat, dan memeluk, serta menggesek-gesek kemaluan ke paha maka tidak mengapa walaupun yang menjadi objek adalah seorang bayi berkelamin wanita yang masih menyusui” (Tahrirul Wasilah 2/216)



5- Kemudian lihat fatwa imam mereka yang setengah tidak waras.

Pertanyaan :

" Apa hukum jika aku bermut'ah dengan anak mu dan kamu bermut'ah dengan anakku?
dan ketahuilah anakku baru saja berusia 6 tahun."

Jawaban Imam As-Sistani :
"Halal bagiku bermut'ah dengan siapa saja yang aku kehendaki, karena aku adalah ahlul bait dan aku memiliki hak untuk itu. Walaupun yang aku mut'ahi ini adalah anak kecil.
Kami hanya akan memberikan kepadanya gambaran seputar mut'ah.
Akan tetapi bagi mu, maka tidak boleh untuk bermut'ah dengan anakku dan ini termasuk dosa besar dan engkau dikekalkan di neraka bersama iblis dan wajib bagimu untuk membuang pemikiran setan ini dari kepalamu".Lihat gambar fatwa disini:


6- Adegan mesra imam Syi’ah. Jijikkah anda melihat ini??



7- Kemudian mari kita melihat kembali fatwa imam syiah yang menganjurkan untuk sex party (mut'ah bareng) ala syi'ah. Mari kita lihat gambar fatwanya:


Bismillahirrahmanirrahiim.

Yang mulia hujjjatul islam wal muslimin, As Sayyid Al Mujahid muqtadhas shadr (semoga Allah mengangungkan anda)
Assayyid Al Mujahid semoga Allah menjaga engkau:

Kami adalah kumpulan mu'minat zainabiyyat penolong pasukan Imam Mahdi, kami sangat ingin bertanya kepada yang mulia hujjatul islam dan muslimin As Sayyid muqtada ash shadr -semoga ALlah menjaganya-. Sesungguhnya sebuah kumpulan orang dari pasukan imam telah mengundang kami untuk acara mut'ah bersama disalah satu tempat al husainiyyat (tempat peribadatan mereka). Dan mereka telah berkata nikah mut'ah bareng-bareng lebih besar pahalanya 70 kali dari pada nikah mutah sendirian. Namun kami telah bertanya kepada salah satu perwakilan Syeikh Muhammad al-Ya'qubi tentang mut'ah berjamaah, beliau menolak segala hal yang berkaitan dengan mut'ah jenis ini dan beliau mengatakan bahwa hal itu termasuk bid'ah. Maka apakah boleh kami mut'ah secara berjamaah? Sebagai untuk diketahui bahwa mut'ah ini hanya berlangsung beberapa jam saja (kurang dari semalam). Tujuan dari acara ini adalah meredam gejolak syahwat pasukan Jaisyul Imam dimana mereka tidak sanggup menikah karena sibuknya mereka berperang dengan para nawashib (ahlus sunnah -penerj). Dan uang sewa mut'ahnya dipergunakan kembali untuk membeli perlengkapan berupa senjata untuk pasukan Jaisyul Imam. Mohon berikan jawaban Anda kepada kami. Jazakumullahu Khaira Jaza' al-Muhsinin.

Zainabiyah
Azhar Hasan al-Farthusi
Wakil Zainabiyyat
17 Syawal 1426 H

Jawaban

Bismihi Ta'ala
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa nikah mut'ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Para Nawashib (ahlussunnah) berusaha menanamkan keraguan dan mencegah kita untuk melakukan itu karena takutnya mereka akan bertambah banyaknya jumlah anak-anak sekte kita, yang dengannya jumlah kita bertambah dan kita menjadi kekuatan yang besar.

Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut'ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja' kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat. Mungkin inilah juga sebabnya yang membuat Sayyid al-Ya'qubi membenci mut'ah model ini.

Inilah, dan yang juga telah maklum bahwa mut'ah dengan salah seorang tentara Jaisyul Imam lebih banyak pahalanya dari selainnya karena dia telah mengorbankan darahnya demi sang Imam. Oleh karena itu, kami mengajak para Zainabiyyat agar tidak pelit (menyewakan kemaluannya) kepada mereka dimana Allah telah memberi karunia kepada Anda wahai para Mukminat berupa pemberian tubuh dan harta Anda (karena uang melacurnya dikembalikan kepada para tentara -penerj) untuk dinikmati dan dipergunakan oleh mereka.

Selain itu, kami mengharapkan saudari zainabiyyah untuk meminta izin pelaksanaan acara itu kepada salah satu perwakilan kami yang kapabel agar diawasi dan diperhatikan oleh para tentara tersebut. Wa Jazakumullahu Khaira Jaza' al-Muhsinin.

(Cap Fatwa Muqtada Ash-Shadr)
Ttd Muqtada Ash-Shadr
23 Syawal 1426 H

Syi'ah bukan hanya membolehkan nikah mut'ah tapi imam-imam mereka membolehkan untuk pinjam meminjam alat kemaluan mereka untuk penganut syi'ah lainnya. 100% PINJAM KEMALUAN. Karena kalau mut'ah masih ada akad, mahar dll. Akan tetapi kalau ini benar-benar pinjam kemaluan.
Kita lihat fatwa imam mereka:

Dinukil oleh At-Thusi dari Muhammad bin Muslim dari Imam Abu Ja’far ‘alahis salam, bahwa Muhamad bin Muslim bertanya kepada Abu Ja’far:
الرجل يحل لأخيه فرج جاريته؟
“Ada seorang laki-laki yang meng-halalkan kemaluan budaknya untuk temannya, bolehkah?”

Imam Abu Ja’far menjawab:
نعم لا بأس به له ما أحل له منها
“Ya, boleh dia manfaatkan. Selama pemiliknya mengizinkan temannya untuk memanfaatkan budak wanitanya.” (Al-Istibshar, jilid 3, hlm. 136, karya Muhamad bin Hasan At-Thusi)

Jangan heran dengan kelakuan pendeta syiah yang memut'ah gadis belia, karena hal itu di bolehkan dalam ajaran agama syi'ah

Imam Khomeini berpendapat bolehnya melakukan mut'ah sekalipun dengan anak yang masih disusui. Dia berkata, "Tidak mengapa melakukan mut'ah dengan anak yang masih disusui dengan pelukan, himpitan paha (maksudnya meletakkan kemaluannya di antara dua pahak si anak), dan ciuman." (Lihat buku karang Khomeini dengan judul, Tahrir Al-Wasilah 2/241, no.12).

Sehingga sangat bisa dikatakan, bahwasanya agama syiah rofidhah adalah diin syahwat (Agama hawa nafsu). Pantesan banyak anak muda yang minat. Apalagi yang otaknya bergelimang seks dengan wanita.

Laa haula walaa quwwata illaa billaah..

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry


[1] Seorang Ulama (syiah) dan peneliti Islam, kepala penelitian ilmiah di Bahrain dan seorang profesor di kompleks seminari (hauzah) dan anggota asosiasi dari kelompok Ahl al-Bayt, bahrain
[2] Fatwa 12/432


17 komentar:

  1. itu foto bapaknya sama anaknya
    klo keterangan gambar ga bener dosa tuh min...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa Foto Bapa nyium anaknya kaya nafsu gitu..

      Hapus
    2. tak perlu kita memandang dari sisi gambarnya ...
      yg penting, kita memandang fatwa dari syiah sendiri.
      yang benar-2 mementingkan hawa nafsu untuk hubungan seks....

      sungguh sangat disayangkan........

      Hapus
    3. kalau tidak 100% yakin dengan kebenaran foto dan keterangan fotonya, lebih baik foto tsb tidak digunakan, sebab kalau salah maka dosa :)

      Hapus
    4. Jangan heran dengan kelakuan pendeta syiah yang memut'ah gadis belia, karena hal itu di bolehkan dalam ajaran agama syi'ah

      Imam Khomeini berpendapat bolehnya melakukan mut'ah sekalipun dengan anak yang masih disusui. Dia berkata, "Tidak mengapa melakukan mut'ah dengan anak yang masih disusui dengan pelukan, himpitan paha (maksudnya meletakkan kemaluannya di antara dua pahak si anak), dan ciuman." (Lihat buku karang Khomeini dengan judul, Tahrir Al-Wasilah 2/241, no.12).

      Hapus
    5. KAlau untuk masalah foto diatas, silahkan mas ke sumbernya langsung telah ada alamat sumber pada gambar.

      Hapus
    6. Silahkan Cek kebenaran Foto di atas di link ini : http://www.al-ahkam.net/home/gambar-ahmadinejad-cuba-teka-mana-yang-ori-mana-yang-palsu

      Dan semoga pemilik akun ini sadar akan kebodohannya dan memikirkan kembali akan fitnah nya... dan mengutakan persatuan Islam.

      SALAM UKUWAH ISLAMIYAH

      Hapus
  2. Oke jika itu foto bapak & anaknya.
    Kalo keterangan diatas sama aturan diberlakukanya kawin mut'ah, kurang cukup jelas?

    komen hrs ama ilmu, kalo ga dosa tu bro!

    BalasHapus
  3. Tukang fitnah gaya gini memang kerjaan pengikut Syaikhul munafiqun Ibnu Taimiyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukannya tukang fitnah mas.. Tapi kenyataan imam anda lah pengagung seks. Silahkan lihat refrensi kitab-kitab anda sendiri. Anda sendiri lebih mengetahui tentang itu.

      Hapus
    2. silahkan buka kitab "ulama' syi'ah yaqulun" buku ini adalah kumpulan dari kitab2 syiah, yang dikarang oleh ulama syiah, yang berisikian penjelasan2 tentang akidah mereka, perkataan mereka yang berupa fatwa, lengkap dengan referensi kitab yang dikarang dan tulis langsung oleh ulama syiah.

      Hapus
    3. Anda masih bodoh mas jadi imam anda belum ngasih ilmu seks bebas

      Hapus
  4. artikel ini lbh meyakinkan klu tanpa gambar ilustrasi. Gambar2nya terkesan dicari2/dihubung2kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menimbang mashlahat dan madharatnya, maka kami dari pengelola blog ini menghapus foto yang masih ada keraguan dalamnya. Karena tanpa foto itu, tetaplah syi'ah ketahuan juga kedoknya untuk pengagung seks dengan para wanita. Karena yang terpenting adalah sumber dari kitab imam mereka dan fatwa mereka telah ada kami cantumkan. Dan bisa dibuktikan sendiri oleh penganut syiah. Sehingga mereka nggak bisa dusta alias taqiyyah untuk mengatakan didepan orang sunni "kami mengharamkan pinjam kemaluan" namun jika berada dibelakang dan berkumpul bersama penganut syiah mereka selalu mengagungkan seks (Pinjam meminjam kemaluan)

      Hapus
    2. ingin memanfaatkan dari pertikain sesama,,,,wahabi.....

      Hapus
  5. hiiiiiii sereeeem.....

    BalasHapus
  6. Bedanya dengan nikah misyar apa ya?

    BalasHapus