0


Setelah saya memaparkan kesesatan syi’ah dari segi kecintaan dan pengagungan mereka terhadap seks, kali ini saya akan memaparkan kesesatan mereka dari segi keyakinan mereka akan adanya perubahan Al Quran yang sekarang kita pegang. Tidaklah mereka mengatakan perkataan ini kecuali karena mereka iri dan dengki akan ajaran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang disampaikan kepada Abu Bakr, Umar,
Utsman radhiyallahu anhum. Dan satu lagi, mereka mengatakan perkataan ini karena mereka tidaklah datang kecuali untuk merusak islam. Syiah dihadapan kaum muslimin adalah musuh dalam selimut. Mereka membungkus kebusukan agama mereka dengan selimut keislaman, dan mereka bukanlah dari islam.

Ketahuilah wahai penganut syi’ah indonesia, janganlah anda ikuti perkataan Imam Anda yang mengajak kepada pintu jahannam. Tidakkah anda mengetahui bahwasanya anda berada dalam aqidah yang sangat batil? Keluarlah dari akidah bathil ini yang dibuat buat oleh syiah (baca: rafidhah) sendiri. Tidakkah anda percaya dengan kitab Al quran yang sedang anda baca saat ini -Al Quran Al karim- adalah Al Quran yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad tanpa ada perubahan. Allah subhanahu wa ta’ala telah menjamin akan keabsahan Al Quran Al Kariim. Allah sendirilah yang menjaganya hingga hari kiamat. Lihat firman Allah dalam Al Qur’an:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya"[1]

Kalau anda mengakui seorang islam, mana keimanan anda terhadap kitab-kitab Allah? Kenapa anda karatakan Al Quran sekarang belum lengkap dan ada perubahan? Bukankah Allah berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”[2]

Hati-hati jika anda tidak mengimani Alquran Al karim. Rasul bersabda:
Rasulullah
صلى الله عليه وسلم ketika menjawab pertanyaan dari Jibril tentang iman bersabda:
 أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
 Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat dan beriman kepada takdir baik dan buruknya”[3]
Apakah anda lebih yakin kepada Allah yang telah menjamin keabsahan al quran ataukah anda lebih percaya kepada orang-orang pendusta yang mengaku sok imam yang membuat buat mushaf fatimah? Engkau (penganut syiah) lebih mengetahui betapa besarnya kedustaan mereka. Dan betapa seringnya mereka melakukan dusta atas dasar taqiyyah.

Dan kethuilah wahai pengikut syi’ah, riwayat qira’ah mutawatir hanya ada 7, dan adakah dari ketujuh ini riwayatnya syi’ah ??
Qiraat yang 7 ini telah mantap pada masa Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam dan beliau mengajarkannya kepada para shahabat radliallaahu ‘anhum sebagaimana beliau menerimanya dari Jibril ‘Alayhissalaam. Kemudian pada masa shahabat muncul para ahli qiraat Al qur’an yang menjadi panutan masyarakat. Yang termahsyur diantara mereka antara lain Ubay bin Ka’b, ‘Utsman bin ‘Affan, ‘ali bin Abi Thalib, ‘Abdullah bin Mas’ud, Zaid bin Tsabit dan Abu Musa Al Asy’ari radliallaahu ‘anhum. Mereka lah yang menjadi sumber bacaan bagi sebagian besar shahabat dan tabi’in.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, perbedaan qiraat ini menghadapi masalah yang serius karena munculnya banyak versi bacaan yang semuanya mengaku bersumber dari Nabi Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam. Untuk itu dilakukanlah penelitian dan pengujian oleh para pakar qira’at dengan menggunakan kaidah dan kriteria dari segi sanad, rasm ‘utsmani, dan tata bahasa arab.

Setelah melalui upaya yang keras serta penelitian dan pengujian yang mendalam terhadap berbagai qira’at Al qur’an yang banyak beredar tersebut, ternyata yang memenuhi syarat mutawatir, menurut kesepakatan para ulama ada tujuh qiraat. Tujuh qira’at ini selanjutnya dikenal dengan sebutan qira’ah sab’ah (bacaan yang tujuh)

Qiraat sab’ah ini masing masih dibawa dan dipopulerkan oleh seorang imam qira’at, sehingga seluruhnya berjumlah tujuh orang imam qiraat. Sebagai penghargaan dan agar mudah diingat, nama-nama mereka selanjutnya diabadikan pada qiraahnya masing-masing (contohnya : Qiraat ‘ashim, Qira’at Nafi’dan seterusnya). Patut dipahami, hal ini bukan berarti bahwa merekalah yang menciptajan qiraat sendiri, namun qiraat yang mereka anut dan gunakan tetap bersumber dari rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam yang diperolehnya secara talaqqi dari generasi-generasi sebelumya.

Berikut nama Imam qiraat sab’ah dan para perawi yang mahsyur meriwayatkan qiraat darinya : 
1- ‘Abdullah bin Amir Al Yahsabi (Imam Ibnu ‘Amir)
Beliau mengambil qiraat dari ‘Utsman bin ‘Affan radliyallaahu ‘anhu dan ‘Utsman mengambilnya dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam. Para perawinya antara lain : Hisyam bin ‘Ammar Ad Dimasyqi (Hisyam) serta Abu ‘Amir “abdullah bin Ahmad Bin Basyir bin Zakwan Ad Dimasyqi (Ibnu Zakwan)

2- Abu Ma’bad ‘Abdullah bin Katsir Al Makki (Imam Ibnu Katsir)
Beliau mengambil qiraat dari Ubay bin Ka’b dan ‘Umar bin Khattab radliyallaahu ‘anhuma dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam melalui ‘Abdullah bin Sa’id Al Makhzumi. Para perawinya yang terkenal antara lain Ahmad bin Muhammad bin ‘Abdullah bin Abu Bazzah (Al Bazzi) serta muhammad bin ‘Abdurrahman bin Muhammad Al Makhzumi (Qunbul)

3- Abu Bakr ‘Ashim bin Abin Nujud Al Asadi (Imam ‘Ashim)
Beliau mengambil qiraat dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Ubay bin Ka’b, dan Zaid bin Tsabit radliyallaahu ‘anhum dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam melalui Abu Abdurrahman bin Hubaib As Sulami. Para perawinya yang terkenal antara lain Abu Bakr Syu’bah bin ‘Ayyasy bin Salim Al Asadi (Syu’bah) dan Abu ‘Amr Hafs bin Sulaiman bin Al Mughirah (Hafs)

4- Zabban bin al ‘Ala bin ‘ammar (Imam Abu Amr)
Beliau mengambil qiraat dari ‘Umar bin Khattab dan ‘Ubay bin Ka’b radliyallaahu ‘anhuma melalui Abu Ja’far Yazid bin Al Qa’qa dan Hasan Al Bashri. Hasan Al Bashri mengambil qiraat dari Haththan dan Abul ‘Aliyyah, Abul ‘Aliyyah dari Umar bin Khattab dan ‘Ubay bin Ka’b radliyallaahu ‘anhuma dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam. Para perawinya yang terkenal antara Abu ‘Umar Hafs bin ‘Umar (Ad Duri) dan Abu Syu’aib shalih bin Zaiyad As Susi (As Susi)

5- Nafi’ bin Abdurrahman bin Abu Nu’aim Al Laitsi (Imam Nafi’)
Beliau mengambil qiraat dari banyak guru, diantaranya ‘Abdurrahman bin Hurmuz yang mengambil qirat dari ‘Abdullah bin Abbas dan Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhuma yang mengambil qiraah dari Ubay bin Ka’b radliyallaahu’anhu. ‘Ubay bin Ka’b radliyallaahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam. Para perawinya yang terkenal antara lain Abu Musa ‘Isa bin Mina (Qalun) dan “utsman bin Sa’id Al Mishri (Warsy)

6- Hamzah bin Hubaib Az Zayat (Imam Hamzah)
Beliau mengambil qiraat dari ‘Abdullah bin Mas’ud radliyallaahu ‘anhu melalui Abu Muhammad bin Sulaiman bin Mahran Al ‘Amasyi yangmengambil qiraat dari Abu Muhammad Yahya Al Asdi dari Alqamah bin Qais. Alqamah bin Qais talaqqi dari Abdullah bin Mas’ud radliyallaahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam. Para perawinya yang terkenal antara Abu Muhammad Khalaf bin Hisayam Al Bazzaz (Khalaf) dan Abi ‘Isa Khallad bin Khalid As Sairafi (Khallad)

7- Abul Hasan ‘Ali bin Hamzah Al Kisa’i (Imam Al Kisa-i)
Beliau mengambil qiraat dari Imam Hamzah dan juga talaqqi kepada Muhammad bin Abu Laili dan ‘Isa bin ‘Umar. Sementara ‘Isa Bin ‘Umar mengambil qiraat dari Imam ‘Ashim. Para perawi Imam Al Kisa-i yang terkenal antara lain Al Lais bin Khalid Al Baghdadi (abu Harits) serta Abu ‘Umar Hafsh bin ‘Umar (ad Duri al Kisa-i)

Qiraat Al qur’an yang dibawa oleh ketujuh imam qiraat diatas bukanlah hasil ijtihad, melainkan perkara tauqifi yang berpegangkepada riwayat-riwayat mutawaatir.[4]

Yang saya tanyakan, adakah riwayat mushaf fatimah (yang anda yakini kebenarannya)? Saya tanyakan kembali, apakah sanad riwayat  Mushaf fatimah sampai menuju Rasulullah? Maka terbungkamlah imam anda dengan seribu bahasa. Karena riwayat mereka tidaklah sampai menuju Rasulullah. Padahal Al Quran hanya diturunkan kepada rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ataukah itu hanya buatan dan rekayasa Imam Anda? Hanya hati kecil anda yang dapat menjawabnya. Dari sikap diam dan terbungkammnya imam anda, anda telah mengetahui Al quran mana yang sebenarnya di rekayasa. Apakah Al quran Al kariim yang telah Allah jamin keasliannya atau Al Quran mushaf Fatimah yang sama sekali tidak ada jaminannya. Dan dizaman Rasulpun tidak pernah dikenal.

Yang anehnya (baca: lucu) lagi, terdapat riwayat dari mereka yang menyatakan bahwasanya Al Quran terdiri dari 17.000 ayat. 3 kali lipat lebih tebal dari Al Quran yang ada pada tangan-tangan kita.
عَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ عَنْ هِشَامِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عليه السلام قَالَ إِنَّ الْقُرْآنَ الَّذِي جَاءَ بِهِ جَبْرَئِيلُ عليه السلام إِلَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وآله سَبْعَةَ عَشَرَ أَلْفَ آيَةٍ
Ali bin al-Hakam, dari Hisyam bin Salim, dari Abu Abdillah (‘alaihis-salaam), ia berkata, “Sesungguhnya Alquran yang diturunkan melalui perantaraan Jibril ‘alaihissalaam kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi adalah 17.000 ayat.”[5]

Komentar kami untuk penganut syi’ah: Allah telah menyatakan akan kecukupan Al Quran yang ada pada kami. Jadi Al Quran yang sama kami sudah cukup tidak perlu tambahan akan tangan-tangan syi’ah yang busuk. Allah berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”[6]

Kemudian yang tak kalah anehnya, mereka melakukan kedustaan lagi dengan membuat buat ayat baru, ayat nya berbunyi seperti ini:
يأيها الذين آمَنوا آمِنوا بالنورين أنزلناهما يتلوان عليكم آياتي ويحذرانكم عذاب يوم عظيم . بعضهما من بعض وأنا السميع العليم . إن الذين يوفون بعهد الله ورسوله في آيات لهم جنات النعيم . والذين كفروا من بعد ما آمنوا بنقضهم ميثاقهم وما عاهدهم الرسول عليه يقذفون في الجحيم . ظلموا أنفسهم وعصوا وصية الرسول أولئك يسقون من حميم
“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kalian kepada An Nuroini (dua cahaya) yang keduanya telah Kami turunkan. Keduanya membacakan kepada kalian ayat-ayat-Ku dan keduanya memperingatkan kalian dari adzab yang besar, keduanya merupakan bagian dari yang lain dan Aku Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang menunaikan perjanjian Allah dan Rasul-Nya dalam ayat bagi mereka surga yang penuh kenikmatan. Dan adapun orang-orang yang kafir setelah mereka beriman (para sahabat), disebabkan mereka membatalkan perjanjian mereka dengan rasul, maka mereka akan dilemparkan ke Neraka Jahim. Mereka menzhalimi diri mereka dan mengingkari wasiat Rasul, mereka itulah  orang-orang yang akan diberi minum dari hamim (air yang sangat panas).”

“Wahai orang-orang yang beriman kepada Nuroin”. Mereka menyatakan bahwa ‘Utsman bin ‘Affan (yang disebut Dzun Nuroin –karena mengawini dua puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-) telah menghapus surat ini”[7]

Mungkinkah Utsman Bin Affan menghapus ayat ini, ataukah sebaliknya mereka yang menambah-nambah? Kalau seandainya Utsman bin Affan seorang kafir dan pendusta tidak mungkin Rasulullah menikahi kedua anaknya dengan Utsman. Namun apa kenyataanya? Rasullullah menikahi kedua anaknya dengan utsman bin Affan. Tidak mungkin ada seseorang yang meu menikahi anaknya dengan fir’aun. Masih kah hati anda ingin mengikuti agama syahwat? Cobalah lihat secara fakta dan realita, sebanarnya yang pendusta itu Utsman bin Affan ataukah para syi’ah yang menjadikan dusta adalah suatu ibadah ?? Hanya andalah yang tahu akan kedustaan syi’ah, karena anda sendiri telah merasakan keburukan dan kedustaan mereka. Seandainya iya, apakah anda mempunyai riwayat mutawatir akan diturunkannya ayat ini?! Maka hanya diam seribu bahasalah yang dilakukan imam-imam syi’ah. Ketahuilah Imam-imam syi’ah hanya ingin menjadikan anda seorang teman di neraka jahannam nanti dengan anda tidak meyakini al quran yang diturunkan oleh Allah jalla jalaaluh.

Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan rasul-Nya, dan juga kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa yang mengingkari/kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat jauh.”[8]

Dan yang tak kalah lucunya para imam-imam syi’ah melarang untuk membaca surat yusuf karena banyak fitnah, dan menganjurkan untuk membaca surat an nuur karena banyak nasihat-nasihat.[9]

Apakah mereka lupa ataukah mereka memang jahil, padahal dalam surat An Nuur Allah jelas-jelas memuji Aisyah radhiallahu anha akan tetapi merekalah (imam-imam syiah) mencela Ibu kita Aisyah istri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dengan mengakatakan Aisyah seorang pezina dan kafir. Padahal Allah membebaskan tuduhan-tuduhan busuk ini. Allah menyatakan bahwasanya Aisyah bukanlah pezina dan dia adalah ibu kaum mu’minin yang terlepas dari zina.
Allah Ta’ala berfirman,
 إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آَمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar berita perbuatan yang keji itu tersebar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui”[10]

Allah juga berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang menjaga kehormatan diri lagi beriman dengan perbuatan zina, mereka mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar”[11]

Allah juga berfirman:
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)”[12]

Yang tidak kalah lucunya mereka berani merubah surat Al Ikhlas dengan surat Al Asad lihat gambar mushaf mereka:


Lihat ulah-ulah syiah !! Sebenarnya yang berani mendustakan ayat al quran Utsman Bin Affan atau syiah rafidhah? PAdahal bashar asad baru mencuat di tahun-tahun ini sudah berani mendustakan ayat al quran. Lantas masih kah anda tetap mengikuti agama syiah yang penuh dengan kedustaan dan kebohongan. Ingat, imam-imam syi'ah hanya ingin untuk menjadikan anda sebagai kawan mereka sebagai penghuni neraka jahannam. Maka dari itu, bertaubatlah kepada Allah dan keluarlah dari agama syiah yang buruk ini.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry



[1] QS Al Hijr : 9
[2] QS Al Maidah :3
[3] HR Muslim
[4] Baca selengkapnya disini: http://tashfiyah.or.id/hubungan-ilmu-tahsin-tajwid-dan-ilmu-qiraat/
[5] Al Kafii 1:643
[6] QS Al Maidah: 3
[7] Fashlul Khitob, An Nuuri Ath Thabarsi, hal. 18
[8] QS An Nisa: 136
[9] Al Furu’ minal Kaafi, Al Kulaini, 5: 516
[10] QS An Nur: 19
[11] QS An Nur :23
[12] QS An Nur: 26


Poskan Komentar

 
Top