4


Sebagaimana yang kita ketahui, bahwasanya ibadah hanyalah milik Allah semata. Tidak boleh diselewengkan kepada selainNya berupa manusia, patung, pohon dan selainnya. Barangsiapa yang menyelewengkan suatu peribadatan maka ia kafir musyrik



Perlu diketahui bahwasanya ibadah secara bahasa adalah
التذلل و الخضوع
"Merendahkan diri dan tunduk"

Dan arti ibadah secara stilah adalah sebagaimana yang disebutkan Imam Ibnu Taimiyyah
اسم جامع لكل ما يحبه الله و يرضاه من الأقوال و الأفعال الظاهرة و الباطنة
"Setiap nama yang mencakup segala apa yang Allah cintai dan ridhoi berupa perkataan maupun perbuatan yang tampak dan tersembunyi"

Ibnu Hajar Al Asqolani berkata:
المراد بالعبادة عمل الطاعة و اجتناب المعاصي
"Yang diakasudkan ibadah adalah mengamalkan ketaatan dan menjauhi maksiat"

Dan ketauhilah, jika kita mempersembahkan ibadah hanya untuk Allah maka kita telah megakkan tauhid. Dan jika kita menyelewengkannya maka kita telah berbuat kesyirikan kepada Allah ta'ala. Maka dari itu arti syirik adalah:
صرف شيء من العبادة لغير الله
"Memalingkan sesuatu dari ibadah kepada selain Allah"

Dan ternyata bukan menjadi kasat mata lagi bagi masayarakat indonesia bahwasanya diantara para penduduknya masih banyak kesebar ritual-ritual ataupun ibadah-ibadah kemusyrikan.

Insya Allah akan kita paparan disini diantara ibadah ibadah kesyirikan yang masih banyak ataupun sering dilakukan oleh kaum muslimin:

1- Doa.
Doa artinya adalah:
سؤال الله جلب منفعة و كشف مضرة
Meminta kepada Allah dalam meminta manfaat dan menghilangkan bahaya. Kita harus berdoa kepada Allah saja dan tidak boleh berdoa kepada selainnya. Dan barangsiapa telah berdoa kepada selain Allah maka ia telah melakukan kesyirikan yang sangat besar.

Allah berfirman:
و قال ربكم ادعوني أستجب لكم إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Rabbmu berkata: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian. Sesungguhnya Orang-orang yang sombong dari peribadatanku (Memalingkan Doa kepada selain Allah) akan masuk kedalam jahannam dalam keadaan hina dina". (QS Ghafir: 60)

Dalam ayat diatas jelaslah kita tidak boleh berdoa kepada selain Allah. Baik kepada Nabi Muhammad yang telah wafat maupun orang-orang shalih lainnya.

Dalam ayat lain Allah berfirman:
و الذين تدعون من دونه ما يملكون من قطمير إن تدعوهم لا يسمعوا دعاءكم و لو سمعوا ما استجابوا لكم
"Dan orang-orang yang kalian berdoa kepadanya selain Allah mereka sama sekali mereka tidak mempunyai sesuatuapapun walaupun setebal kulit ari, seandainya engkau berdoa kepadanya niscaya mereka tidak akan dapat mendengar, dan seandainya mereka mendengar niscaya mereka tidak akan dapat mengabulkan doa kalian" QS Fathir 13

Ayat yang begitu jelas membuka maka penglihatan kaum muslimin yang masih berdoa disekitar kuburan para wali. Dikaranekan sebab apa mereka dapat melakukan hal tersebut. Mudah-mudahan Allah membuka penglihatan mereka dan memberikan mereka petunjuk.

2- Tawassul.

Tawassul berartikan: sesuatu yang dijadikan untuk mendekatkan  diri kepada Allah yang akan menjadi perantara antara ia dengan Allah ta'ala. Dan tawassul terbagi menjadi dua bagian. Tawassul yang diperbolehkan dan tawassul yang dilarang (haram).

Tawassul yang Allah ridhoi adalah tawassul yang sesuai al quran dan sunnah. Diantaranya adalah:
# Tawassul dengan Nama Allah subhanahu wa ta'ala
وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُواْ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَآئِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
“Hanya milik Allah-lah asma’ul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma’ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjaan.”(QS. Al-A’raf:180).

# Tawassul dengan amal sholih
Berdasarkan hadits yang mengkisahkan tiga orang yang masuk ke dalam goa, lalu jatuh batu besar dari gunung dan menutup mulut goa tersebut, lalu masing-masing mereka bertawassul dengan menyebutkan amalan shalih yang mereka pernah lakukan. HR.Muslim 7125

# Tawasuul dengan dengan keimanan kepada Allah


Allah Ta’ala berfirman,
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ
”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu),’berimanlah kamu kepada Tuhanmu’. Maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti” QS.Ali-Imran: 193

2- Macam tawassul yang kedua adalah tawassul yang diharamkan. Yaitu tawassul yang menyelisihi kitab dan sunnah. Diantaranya adalah: Tawassaul syirik ataupun tawassul bid'ah.

# Adapun tawassul syirik adalah menjadikan seseorang yang telah meninggal sebagai perantara dalam beribadah. Dan ini adalah syirik akbar walaupun dia meyakini hanya sebagai wasilah karena dia telah berdoa kepada selain Allah. Dan berdoa kepada selain Allah adalah syirik besar sebagaimana yang telah kita jelaskan. Seperti ia berkata: wahai syaikh fulan, mintalah kepada Allah untuk kami.

# Adapun tawassul bid'ah adalah: Tawassul dengan kedudukan nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam ataupun orang shalih lainnya yang telah wafat. Dengan mengatakan : Ya Allah aku memohon kepada Mu dengan kemuliaan syaikh fulan, ampunilah aku. Ini adalah syirik bahkan jalan menuju kepada kesyirikan.

Adapun sanggahan orang yang kurang paham dengan disyariatkannya tawassul bid'i dan syirk dengan membwakan firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ
"Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan carilah perantara yang mendekatkan diri kepada Nya" QS  Al Maidah :35



Sungguh jika ayat ini dipahami dengan disyariatkannya tawassul bid'i ataupun syirik adalah kesalah pahaman yang sangat rusak dan fatal. Imam Ibnu Katsir berkata :

قال سفيان الثوري، حدثنا أبي، عن طلحة، عن عطاء، عن ابن عباس: أي القربة. وكذا قال مجاهد, وعطاء, وأبو وائل، والحسن، وقتادة، وعبد الله بن كثير، والسدي، وابن زيد. وقال قتادة: أي تقربوا إليه بطاعته والعمل بما يرضيه.. وهذا الذي قاله هؤلاء الأئمة لا خلاف بين المفسرين فيه.

Berkata Sufyan Ats Tsauri: haddatsana ayahku dari Thalhah dari ‘Atha dari ibnu Abbas: “Maknanya adalah al qurbah (ketaatan). Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, ‘Atha, Abu Wail, Al Hasan, Qatadah, Abdullah bin Katsir, As Suddi dan ibnu Zaid. Qatadah berkata: “Artinya bertaqarrublah kepadanya dengan melalui ketaatan kepadaNya dan mengamalkan apa yang diridlaiNya”. Dan yang dikatakan oleh para imam ini tidak ada perselisihan diantara mufassirin (ahli tafsir)”.  (Tafsir ibnu Katsir 3/75 tahqiq Hani Al haj)

Jadi, ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bolehnya bertawassul kepada para nabi atau orang shalih yang telah meninggal, namun menunjukkan kepada tawassul dengan melalui amal shalih dan ketaatan.

Begitu pula hadits yang mereka bawa untuk melegalkan tawassul bid'i adalah hadits bathil hadits palsu.
Diriwayatkan :
توسلوا بجاهي فإن جاهي عند الله عظيم
"Bertawassullah dengan kedudukan ku, sesungguhnya kedudukan ku disisi Allah adalah agung" Hadits maudhu' (palsu)

Mudah-mudahan yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin seluruhnya. 

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry



Poskan Komentar

  1. bagus! liburan idul fitri 1434h iam ke medan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemungkinan iam nggak ke medan, afwan, ini siapa ya?

      Hapus
  2. Bapak ustadz mohon infonya lebih jelas lagi kalo bisa terkait hal ini.

    "Sungguh jika ayat ini dipahami dengan disyariatkannya tawassul bid'i ataupun syirik adalah kesalah pahaman yang sangat rusak dan fatal. Imam Ibnu Katsir berkata" ini dasarnya mana?


    "Bertawassullah dengan kedudukan ku, sesungguhnya kedudukan ku disisi Allah adalah agung" Hadits maudhu' (palsu)" ini juga ustadz mana dasarnya.

    mohon pencerahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1- Untuk pertanyaan saudara yg pertama: "Sungguh jika ayat ini dipahami dengan disyariatkannya tawassul bid'i ataupun syirik adalah kesalah pahaman yang sangat rusak dan fatal. Imam Ibnu Katsir berkata" ini dasarnya mana?"

      Saya lupa mencantumkan marja'nya (refrensi), silahkan lihat di Tafsir ibnu Katsir 3/75 tahqiq Hani Al haj.

      2- Untuk pertanyaan saudara yg kedua: "Bertawassullah dengan kedudukan ku, sesungguhnya kedudukan ku disisi Allah adalah agung" Hadits maudhu' (palsu)" ini juga ustadz mana dasarnya.

      Itu adalah hadits tidak ada asal usulnya. Ahlul ilmi tidak ada meriwayatkan hadits ini. Begitupula kita tidak akan temukan dikitab2 ahli hadits manapun.

      Hapus

 
Top