0


Banyak sekali yang saya dapatkan broadcast bb, inbox fb, ataupun yang lain2nya.. yang mana rata-rata pesan tersebut adalah permohonan maaf.
Dalam hati berpikir, mereka punya salah sama saya juga nggak.. kenapa mereka mengkhususkan permohonan maaf hanya di ramadhan??!


Dan ternyata ada hadits bathil, mukhtara',palsu, mukhtalaq, maudhu' yang tersebar di kalangan kaum muslimin INDONESIA tatkala ramadhan.
MADE IN INDONESIA.

Seperti ini lafadz hadits maudhu' tersebut:
>>>>>>>
Do’a Malaikat Jibril adalah :

“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami istri; Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Dan barang siapa yang menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita , maka diharamkan kulitnya tersentuh api neraka.
 
>>>>>>>
hadits ini kalau dicari dikitab-kitab hadits manapun kita tidak akan mendpatkannya. Kita hanya mendapatkannya di pesan-pesan yang terkirim melalui HP. Coba aja tanya, di kitab mana hadits ini dikeluarkan? wal hasil, pelongo-pelongo + geleng geleng kepala. (nggak tahu)

Kemungkinan besar yang bawa hadits ini, adalah pelupa, salah dengar, iseng-iseng, ataupun sengaja dibuat2.. Biar iklan maaf2an sebelum ramadhan laku keras.

Ada hadits shohih yang telah disebutkan seperti hadits diatas, tapi makna dan artinya sangat jauh berbeda:
 عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين قال الأعظمي : إسناده جيد

 “Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”[1]

Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”. Dan dishohihkan oleh al mundziri dan adzdzahabi

 Dan hati-hatilah dari membawa hadits palsu, walaupun anda hanya menukilkan nya saja tanpa membuatnya. Rasulullah telah mengancam dengan sabdanya:
 مَنْ حَدَّثَ عَنِّى بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ

 “Barangsiapa meriwayatkan suatu hadits dariku dan dia tahu bahwa itu adalah dusta, maka dia adalah salah satu dari para pendusta”[2]

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry



[1] HR Ibnu Khuzaimah Ahmad
[2] HR Muslim

Poskan Komentar

 
Top