2

Sering kita melihat dari terjemahan kalimat "لا إله إلا الله" baik di televisi maupun dimedia lainnya yang itu adalah sebuah terjemahan yang fatal dan salah. Terjemahan yang tersebar dan salah ini berartikan "Tiada Tuhan Selain Allah".

Ketahuilah bahwasanya terjemahan diatas adalah terjemahan yang salah. Dan terjemahan yang benar dan salah ini adalah pembeda antara keimanan dan kekufuran.  Adapun terjemahan yang benar adalah "لا معبود بحق إلا الله" "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah".

Mari kita tinjau kembali kesalahan yang terdapat pada terjemahan " Tiada Tuhan yang berhak disebah selain Allah"

1- Bahwasanya Tuhan bermakna Dzat yang menciptakan alam mengaturnya dan yang menguasainya dengan memberi rezeki dll. Jika dilihat dari terjemahan ini, maka Abu Jahl dan kawan-kawannya dari abu thalib dll mengakui terjemahan ini.

Mereka mengakui dan mengatakan bahwasanya "Tiada Tuhan selain Allah" Tidak ada tuhan yang menciptakan dan mengaturnya serta menguasainya kecuali Allah.

Maka dari itu lihatlah firman Allah yang menunujukkan mereka mengakui hal tersebut. Allah berfirman:

و لإن سألتهم من خلقهم ليقولن الله فأنى يؤفكون

“Dan jika engkau bertanya kepada mereka "siapa yang menciptakan mereka?" Maka mereka akan mengakui dialah Allah semata, maka bagaimanakah mereka dapat diapalingkan" ( QS Az zukhruf: 87)

Dan Allah juga berfirman yang menyatakan bahwasanya mereka (Abujahl dan kawankawannya dari kuffar quraisy) juga menyatakan Tiada than selain Allah:

و لئن سألتهم من نزل من السماء ماءا فأحيا به الأرض بعد موتها ليقولن الله

“Dan seandainya engkau menanyakan mereka, siapakah yang menurunkan hujan dari langit maka Ia menghidupkan bumi dengan air hujan itu, maka mereka akan menjawab "Allah" ( QS Al Ankabut : 63)

Dan dari pembahasan yang satu ini sudah cukup gamblanglah bahwasanya Abu jahl dan kawan-kawannya mengakui tiada Tuhan selain Allah.
Lantas apa bedanya dengan keyakinan masyarakat kita pada zaman sekarang ini yang juga mengatakan tiada Tuhan selain Allah?!

2- Jika kita menerjemahkan kalimat syahadat لا إله إلا الله dengan "tiada Tuhan selain Allah" yakni "Tiada sesembahan selain Allah" maka ini juga kesalahan fatal. Karena terjemahan ini menyelisihi dalil quran dan sunnah yang menyatakan bahwasanya ada sesembahan yang disembah dengan kebathilan seperti pohon, batu, malaikat dll. 

Dan ketua sesembahan yang bathil adalah syaithan la'natullah alaihi. Dan begitupula Allah menyatakan sesembahan yang disembah dengan bathil berupa wad, suwa', yaghuts, dan nasr
Allah berfirman menyampaikan perkataan mereka:

و قالوا لا تذرن ألهتكم و لا تذرن ودا و لا سواعا و لا يغوث و يعوق و نسرا


"Dan mereka berkata :jangan tinggalkan sesembahan-sesembahan kalian dan jangan tinggalkan wad, suwa, yaghuts, ya'uq dan nasr" (QS Nuh :23)

Mungkin dua tinjauan ini dapat merubah pikiran masyarakat kita yang masih meyakini 'Tiada Tuhan selain Allah"

Allahu a'lam. 

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

  1. maksudnya apa sih...
    yang jelas itu.. Tiada Tuhan Selain Allah.. hanya Allah yang Esa.. tidak beranak dan diperanakan... (titik)

    BalasHapus
  2. Yg nulis kayaknya lagi pusing nih....hahaha..
    Gk jelas bgt

    BalasHapus

 
Top