0



Menunggu waktu senja, ambillah semampumu dari pekerjaan yang mulia, kalau bisa selingilah dengan gerekan lidah tuk mengucapkan subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar. Ternyata tak sedikit dari makhluk melata berjalan dimuka bumi yang lisannya kering dari dzikir mengingat Allah.

Tak anyal lagi dalam benak kita, ternyata hal ini sulit dilakukan, bukan sulit tuk diucapkan. Karena rasa malas dan lalai yang telah tertimbun di dalam hati tuk meningat Allah sang pencipta.

Ternyata pikiran manusia begitu beragam, mereka tak melihat kembali pencipta sebenarnya adalah Allah. Jikalau yang dicipta lalai akan pencipta, kepada siapa lagi dia harus mengadu? Jikalau rakyat sudah membangkang dihadapan raja, kepada siapa lagi ia harus bertutur kata?

Dari kita banyak manusia petantang petenteng, nongkrong sana nongkrong sini, kumpul bersama kawan yang tidak disebut didalamnya nama Allah. Sama sekali bahasan tentang agama tak diucapkan oleh mereka. Yang dibahas hanyalah seputar selebritis maupun bisnis.
Padahal Rasulullah telah bersabda:
لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah suatu kaum duduk berkumpul untuk mengingat Allah Azza wa Jalla, kecuali mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, akan diliputi oleh rahmat, akan turun kepada mereka ketenangan, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yang ada di sisi-Nya.”[1]

Tujuan hidup bukanlah untuk mati, hidup di pakai tuk beribadah. Namun semua itu mempunyai ajal dan waktunya tersendiri. Semua kan di akhiri dengan sekarat, yaitu sekarat kematian. Dan ternyata ada pula orang hidup yang sedang  mati, lah kok bisa? Mari kita simak sabda Nabi Muhammad shallalhu alaihi wa sallam:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
“Permisalan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati.”[2]

Dan Rasulullah bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ قَالَ فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ مَا يَقُولُ عِبَادِي قَالُوا يَقُولُونَ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ قَالَ فَيَقُولُ هَلْ رَأَوْنِي قَالَ فَيَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ مَا رَأَوْكَ قَالَ فَيَقُولُ وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا وَتَحْمِيدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا قَالَ يَقُولُ فَمَا يَسْأَلُونِي قَالَ يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً قَالَ فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ قَالَ يَقُولُونَ مِنْ النَّارِ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً قَالَ فَيَقُولُ فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ قَالَ يَقُولُ مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ فِيهِمْ فُلَانٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ قَالَ هُمْ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ
“Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang selalu berkeliling di jalan-jalan guna dan mencari-cari majelis zikir. Jika mereka mendapati suatu kaum yang mengingat Allah, maka mereka akan saling memanggil satu sama lain, “Kemarilah menuju apa yang kalian cari.” Lalu mereka pun datang seraya menaungi kaum tersebut dengan sayap-sayap mereka hingga ke langit dunia. Maka Rabb mereka bertanya -padahal Dia lebih tahu dari mereka- kepada mereka, “Apa yang dikatakan oleh hamba-hambaKu?” Para malaikat menjawab, “Mereka mensucikan Engkau, membesarkan Engkau, memuji Engkau, dan mengagungkan Engkau.” Allah berfirman, “Apakah mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab, “Tidak, demi Allah mereka tidak melihat-Mu.” Allah berfirman, “Bagaimana sekiranya mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab, “Sekiranya mereka melihat-Mu niscaya mereka akan lebih giat lagi beribadah, akan lebih besar pengagungan dan pujian mereka kepada-Mu, dan akan lebih sering lagi mensucikan Engkau.” Allah berfirman, “Lalu apa yang mereka minta?” Para malaikat menjawab, “Mereka meminta surga kepada-Mu.” Allah berfirman, “Apakah mereka telah melihatnya?” Para malaikat menjawab, “Belum, demi Allah mereka belum pernah melihatnya.” Allah berfirman, “Bagaimana sekiranya mereka telah melihatnya?” Para malaikat menjawab, “Jika mereka telah melihatnya niscaya mereka akan lebih berkeinginan lagi, lebih antusias, dan harapan mereka akan lebih besar lagi.” Allah berfirman, “Lalu dari apakah mereka meminta berlindung?” Para malaikat menjawab, “Dari api neraka.” Allah berfirman, “Apakah mereka telah melihatnya?” Para malaikat menjawab, “Belum, demi Allah wahai Rabb, mereka belum pernah melihatnya sama sekali.” Allah berfirman, “Bagaimana jika seandainya mereka melihatnya?” Para malaikat menjawab, ‘Tentu mereka akan semakin menjauh dan semakin takut lagi darinya.” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah mempersaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.” Salah satu dari malaikat berkata, “Sesungguhnya di antara mereka ada si fulan yang bukan bagian dari mereka (yang mengingat Allah), dia hanya datang untuk suatu keperluan?” Allah berfirman, “Mereka adalah suatu kaum yang teman duduk mereka tidak akan mendapatkan kecelakaan.”[3]

Kita dapat mengingat Allah dengan segala cara yang Allah syariatkan, dengan berdzikir salah satunya. Ataupun shalat, berpuasa, menuntut ilmu dll. Banyak cara yang Allah syariatkan untuk hambaNya agar hayat manusia terasa hidup dan bermakna. Bukan kehidupan kering layaknya ia mati dalam ketandusan. Semua ini adalah simple namun berbobot.

Kalau ingin tuk dikaji ulang,  waktu umur manusia begitulah singkat dan pendek. Baru lahir tak terasa sudah berumur 17 tahun. Yang dahulunya nenek masih bisa melihat sekarang sudah rabun dan buta. Tinggal menunggu ajal yang menjemputnya. Dahulu yang masih kuat berumur remaja ternyata sudah berumur  yang siap tuk menikah. Dahulu yang tak menyangka akan punya anak, ternyata ia sudah hadir dalam perut sang istri tercinta. Ya begitulah kehidupan. Namun siapa sangka ternyata banyak yang kehidupannya sempit dan monoton. Merekalah orang-orang yang lupa untuk mengingat Allah. Dan Allah akan panggil mereka pada hari kiamat dalam keadaan buta.

Allah berfirman:
و من أعرض عن ذكري فإن له معيشة ضنكا و نحشرهم يوم القيامة أعمى
“Barang siapa yang berpaling dari mengingatKu maka sesungguhnya  kehidupan sempit untuknya, dan kami kumpulkan mereka pada hari kiamat dalam keadaan buta” [4]

Mudah-mudahan yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin

Allahu ta’alaa a’lam.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry



[1] HR Muslim
[2] HR Bukhari
[3] HR Bukhari Muslim
[4] QS Taha : 124

Poskan Komentar

 
Top