0



Kami membaca sebuah pertanyaan yang di lontarkan kepada salah satu ikhwah melalui dinding facebook, namun belum ada jawaban maupun tanggapan dari beliau sehingga membuat saya berinisiatif untuk menjawab pertanyaan tersebut, Adapun pertanyaan sebagai berikut:

“Asalamu'alaikum ustd abu,saya ada sbuah pertanyaan yg sring dtanyakan teman tp saya tdak mampu menjawabnya.begini pertanyaanya,allah menciptakan segala sesuatu pasti ada maksud tujuanya,benarkah allah menciptakan kejahatan dan tujuanya utk apa.saya bingung jwabnya krna tkut jwabnya salah sbab dia anak kampus yg jauh dr pd saya.jazakallahu khairan”

Jawaban: Dengan meminta pertolongan dari Allah kami menjawab pertanyaan diatas.
Iya, benar sekali bahwasanya Allah menciptakan segala sesuatu dengan tujuan yang pasti dan bukanlah sia-sia. Segala sesuatu sudah memiliki tujuan yang pasti. 
Sebagaimana Allah berfirman:
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”[1]

Dan Allah berfirman pula:
أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan sia-sia begitu saja?“[2]

Sebagaimana Allah menciptakan jin dan manusia mempunyai tujuan yang pasti yaitu, beribadah kepada Allah.
Sebagaimana Firman Allah ta’ala:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”[3]

Adapaun pertanyaan “Benarkah Allah menciptakan kejahatan? Dan apakah  tujuan diciptakannya kejahatan maupun keburukan?”

Iya betul, Allah telah menciptakan kebaikan maupun keburukan atau kejahatan. Karena Allah lah yang menciptakan segala sesuatu. Dan Allah telah menyepakati hal ini didalam surat Al Falaq.
 
Allah berfirman:
قل أعوذ برب الفلق- من شر ما خلق
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai shubuh. Dari segala kejahatan yan Dia ciptakan[4]

Dan ini dibenarkan juga oleh Rasulullah yang berlindung dari kejahatan siang dan malam hari tatkala beliau mengucapkan dzikir pagi & petang.
Rasululllah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:
وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ
“Dan aku berlindung dari kejahatan pada hari ini, dan kejahatan hari berikutnya”

Dan jelaslah bahwasanya hari adalah ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan inilah kita tidak diperbolehkan unutk mencela hari ataupun masa, karena ia adalah ciptaan Allah. Sebagaimana sabda 
Rasulullah :
قال الله عز و جل : يؤذيني ابن آدم يسب الدهر و أنا الدهر أقلب الليل و النهار
“Allah berfirman: Anak Adam menghinakanku, mereka mencela masa dan Aku lah yang menciptakan masa, Aku membolak-balikkan malam dan siang”[5]

Adapun tujuannya, maka ketahuilah. Bahwasanya hikmah dari ciptaan Allah terkadang kita mengetahuinya dan terkadang kita tidak mengetahui dari hikmah tersebut. Akan tetapi segala keburukan yang Allah ciptakan pastilah ada hikmahNya. Karena kita hanya diberikan ilmu oleh Allah hanyalah sedikit saja –terkadang mengetahui hikmahnya dan terkadang tidak mengetahuinya-, sebagaimana Firman Allah ta’ala:
و ما أوتيتم من العلم إلا قليلا
“Dan tidaklah kalian diberi ilmu kecuali hanyalah sedikit saja”[6]

Akan tetapi segala ciptaan Allah yang baik maupun buruk tentulah mempunyai hikmah. Karena Allah berfirman:
و الله عليم حكيم
“Dan Allah Maha Alim (mengetahui) dan maha hakim”[7]
Dan Al hakim artinya: Yang memiliki hikmah yang tinggi dalam penciptaan-Nya dan perintah-perintah-Nya, Yang memperbagus seluruh makhluk-Nya.

Jadi Allah menciptakan keburukan terkadang kita mengetahui hikmah dan tujuannya, dan terkadang kita tidak mengetahuinya.
Contoh: Musibah yang terjadi kepada seorang muslim. Jelas bahwasanya musibah seperti banjir, kebakaran, longsor dll, adalah sesuatu hal buruk yang menimpa. Namun Allah mempunyai hikmah dibalik itu semua, seperti mengingatkan hambaNya untuk kembali kepada Allah, ataupun untuk memperkuat iman dan keyakinan seorang hamba kepada Rabbnya Allah subhanahu wa ta’ala. Maka dari itu seseorang yang paling banyak mendapatkan bala’ adalah seorang nabi dan orang shalih. Dan hikmahnya adalah memperkuatkan iman mereka dan menambah ganjaran mereka di dunia dan akhirat.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam:
إن أشد الناس بلاءا الأنبياء ثم الصالحون ثم الأمثل فالأمثل
“Sesungguhnya manusia yang paling keras cobaanya adalah para Nabi kemudian orang-orang shalih kemudian yang semisalnya dan semisalnya”[8]

 Mudah-mudahan jawaban yang ringkas ini dapat mencurahkan hati kita semua.

Allahu ta’ala a’lam.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry


[1] QS Al Mu’minun :115
[2] QS Al Qiyamah : 36
[3] QS Adz Dzariyat :56
[4] QS Al Falaq : 1-2
[5] HR Muslim
[6] QS Al Isra: 85
[7] Potongan akhir QS Al Hajj: 52
[8] HR Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah dll

Poskan Komentar

 
Top