0


Sebenarnya sebab-sebab yang akan membantu seseorang dalam menuntut ilmu syar’i sangat banyak, mungkin kita hanya menyebutkan beberapa saja darinya. 

Diantaranya adalah:

1.       Bertakwa kepada Allah azza wa jalla
Dan inilah wasiat Allah untuk ummat terdahulu dan ummat yang akan datang. Allah berfirman:
و لقد وصينا الذين أوتوا الكتاب من قبلكم و إياكم أن اتقوا الله و إن تكفروا فإن لله ما في السماوات و ما في الأرض و كان الله غنيا حميدا
“Dan Kami telah berwasiat kepada orang yang diberi kitab sebelummu dan kepada kamu agar selalu bertakwa kepada Allah, dan jika kamu ingkar maka sesungguhnya milik Allah lah apa yang ada di langit-langit dan di bumi. Dan Allah adalah maha kaya dan maha terpuji” [1]
Dan Allah berfirman pula:
واتقو الله و يعلمكم الله
“Dan bertakwalah kepada Allah, Allah mengajarimu”[2]
Dan masih banyak sekali perintah Allah dan RasulNya kepada ummatnya agar bertakwa kepada Allah.

Dan makna dari takwa adalah: Seorang hamba menjadikan suatu pembatas antara dirinya dan antara sesuatu yang dapat mengundang murka Allah dan hambanya dengan mengamalkan ketaatan dan menjauhi maksiat.

Dan ketakwaan ini sangatlah penting bagi penuntut ilmu, karena maksiat adalah hijab antara dirinya dan ilmu, sehingga pelaku maksiat sangatlah susah untuk mendapatkan ilmu. Dan lihatlah imam syafi’i yang sudah sangat terkenal akan kuatnya hapalan beliau, namun beliau mengeluh tatkala hapalannya melemah pada suatu kala. Hanya karena beliau melihat betis yang bukan mahrom beliau tanpa dengan kesengajaan. Beliau berkata:
شكوت إلى وكيع سوء حفظي فأرشدني إلى ترك المعاصي
و قال اعلم بأن العلم نور و نور الله لا يؤتاه عاصي
“Aku mengeluh akan buruknya hapalanku kepada waki’ maka beliau mengajakku untuk meninggalkan maksiat. Dan Waki’ berkata: ketahuilah (wahai syafi’i) sesungguhnya ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat”

2.       Terus menerus untuk menuntut ilmu.
Sudah menjadi kewajiban bagi penuntut ilmu untuk bersabar dalam menuntut yag ia inginkan. Karena segala sesuatu pastilah membutuhkan dengan yang namanya proses. Seseorang yang pintar dalam agama, tidak mungkin ia mempelajarinya satu jam lantas ia menjadi ulama yang wajib diikuti. Lihatlah ulama kita, bertahun-tahun lamanya mereka menuntut ilmu kepada guru-guru yang dapat dipercaya. Berapa lama? Bertahun-tahun. Tidaklah satu jam langsung jadi ulama. Usahakanlah lisan selalu bertanya dalam masalah yang haq(kebenaran), hati yang seehat berusaha untuk berpikir dan memahami. Maka dari itu telah ditanyaan kepada ibnu Abbas: dengan apa engkau mendapatkan ilmu. Lantas beliau menjawab:
بلسان سؤول و قلب عقول و بدن غير ملول
“Dengan lisan yang selalu bertanya, hati yang selalu berpikir, dan badan yang tidak pernah letih”

3.       Menghapalkan ilmu yang telah didapat.
Sesungguhnya sudah menjadi suatu kepentingan bagi para penuntut ilmu agar dia menguatkan ilmu yan telah ia dapat dengan menghapalkannya atau dengan mencatatnya di kertas atau buku agenda khusus untuk pelajarannya. Karena manusia sangat rentan dengan lupa. Jika seseorang malas untuk mengulang-ulang pelajarannya atau malas untuk mencatat dan menghapalkannya maka sudah menjadi barang  tentu ia akan lupa dengan ilmu yang telah ia dapatkan.
Telah dikatakan:
العلم صيد و الكتابة قيده قيد صيودك بالحبال الواثقة
فمن الحماقة أن تصيد غزالة و تتركها بين الخلائق طالقة
“Ilmu adalah buruan dan menulisnya adalah talinya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Maka termasuk dari kebodohan jika engkau berburu seekor kijang kemudian engkau melepaskannya kembali begitu saja dihadapan makhluk-maklhluk lainnya”

4.       Selalu menyertai para ualama.
Karena menyertai para ulama sangatlah penting, diantara faidahnya: kita tidak susah dalam memahami ilmu, tidak memakan waktu yang berlarut –larut dalam memahami satu pelajaran, dan biasanya penuntut ilmu yang belajar dan menyertai para ulama tidak salah dalam mengambil pelajaran dari yang ia pelajari, sesuai dengan apa yang Allah dan RasulNya inginkan. Bukan berarti orang yang banyak membaca buku sendiri akan menyimpang. Yang dimaksud: kita banyak membaca buku-buku para ulama namun tetap dibawah bimbingan mereka. Karena banyak baca buku dan menyertai ulama adalah dua perkara yang sama pentingnya dan saling mendukung.
Untuk penutup ketahuilah dan hapalkanlah perkataan imam syafi’ yang begitu mulia. Yang mana beliau menjelaskan sebab-sebab yang dapat memudahkan para penuntut ilmu dalam belajar.
imam syafi’i berkata:
أخي لن تنال العلم إلا بستة, ذكاء و حرص و اجتهاد و بلغة و صحبة أستاذ و طول زمان
“Wahai saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara, kecerdasan, sungguh-sungguh, smangat, biaya, menyertai/bersahabat dengan guru, dan waktu yang panjang”

Allahul muwaffiq

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry



[1] An Nisa 131
[2] Al Baqarah 282 (Pada potongan ayat yang terakhir)

Poskan Komentar

 
Top