7

Rasulullah bersabda:

إذا سجد أحدكم؛ فلا يبرك كما يبرك البعير

“Jika salah satu dari kalian ingin sujud, maka janganlah ia turun sebagaiamana turunnya onta” (HR. Abu Daud)

Nah, larangan ini menjelaskan kepada kita agar jangan sujud sebagaiamana turunnya onta. Sedangkan sifat turunnya onta sebagaimana telah disaksikan oleh manusia adalah di mulai dari bagian anggota badannya yang depan turun lebih dahulu kemudian yang belakang.

Karena hadits inilah, jika kita mendahulukan tangan sebelum lutut tatkala turun sujud, maka kita telah menyerupai onta.

Terus bagaimana dengan hadits yang menyebutkan
:

إذا سجد أحدكم؛ فلا يبرك كما يبرك البعير، وليضع يديه قبل ركبتيه

“Apabila salah seorang dari kamu sujud maka janganlah dia turun (ke sujud) sebagaimana turunnya onta, dan hendaklah dia meletakkan kedua tangannya (turun dengan kedua tangannya lebih dahulu) sebelum kedua lututnya “ (HR. Abu Daud)

Maka kita katakan: Hadits yang menyebutkan “hendaklah mendahulukan tangannya sebelum lututnya”, sebagian para ulama menghukumi hadits ini adalah maqluub (terbalik) yang terjadi pada diri perawi hadits tersebut.  Yang mana seharusnya adalah “Hendaklah mendahulukan lututnya sebelum tangannya”. Karena menerut kasat mata kita, kaiyfiyyah (tata cara)nya unta turun adalah dengan mendahulukan bagian  yang depan baru yang belakang. Maka dari itu kita harus menyelisihinya, dengan mendahulukan bagian yang belakang (lutut) kemudian yang depan (tangan).

Oleh karena itu sebagian dari ulama seperti Al-Imam Ibnul Qayyim dan Al-Imam Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin mengatakan, bahwa bagian yang kedua dari hadits ini yaitu lafazh:

“Dan hendaklah dia meletakkan kedua tangannya (turun dengan kedua tangannya lebih dulu) sebelum kedua lututnya “.

Lafazhnya terbalik. Hal ini disebabkan kekeliruan dari sebagian rawi hadits, sehingga terjadilah kontradiksi (pertentangan) di dalam hadits ini antara bagian pertama dengan bagian kedua:

-Bagian pertama melarang turun ke sujud menyerupai turunnya onta. Sedangka turunnya onta telah diketahui secara pasti yaitu dari depan dulu kemudian belakang.

-Bagian kedua sebagaimana lafazh di atas.
Maka terjadilah pertentangan yang tidak mungkin di jama’!

Terus bagaimana jika dikatakan, bahwasanya bagian depan onta adalah lututnya dan bagian belakangnya adalah tangannya. Jadi kita harus menyelisihi onta dengan mendahulukan tangan kemudian lutut kita.
Maka kita jawab: bahwasanya Rasulullah bersabda “كما (seperti) yang mana dalam bahasa arab mengandung makna “Sifat” atau ‘Tata cara sifat”. Sebagaimana sifatnya onta turun, maka harus kita selisihi. Sifatnya onta turun adalah dengan mendahulukan yang depan maka kita selisihi sifatnya dengan mendahulukan bagian belakang  yaitu tangan.

Iya, Sangat benar sekali tangan onta berada di bagian belakang tubuhnya, dan lututnya berada dibagian yang depannya. Akan tetapi  sama sekali tidak menyinggung hadits diatas. Seandainya menyinggung maka tidak tepat. Seharusnya Rasulullah bersabda:

إذا سجد أحدكم فلا يبرك على ما يبرك عليه البعير

"Jika salah satu dari kalian hendak sujud, maka janganlah ia turun diatas apa yang onta turun diatasnya (lututnya).

Akan tetapi  Rasul tidak bersabda seperti itu, bahkan hanya mengatakan كما yang bermakna “sifat”.

Begitu pula telah diriwayatkan dari sahabat yang mulia Wail bin Hujr  ia berkata:

رأيت رسول الله إذا سجد يضع ركبتيه قبل يديه

Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika hendak sujud maka beliau meletakkan lututnya sebelum tangannya” (HR. Tirmidzi)

Namun yang perlu diketahui, janganlah menyamakan tangan dan lutut takala turun sujud secara berbarengan karena takut terjatuh kepada kesalahan. Dan bahwasanya dengan bersamanya tangan dan lutut tidak ada larangannya. Tidak wahai ikhwah, Bahkan perbuatan ini adalah perbuatan yang dilarang oleh agama. Karena Rasul tidak pernah melakukannya. Dan agama tidak pernah mensyariatkannya. Rasulullah bersabda:

 من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barang siapa yang beramal dengan sebuah amalan yang tidak ada landasannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Bukhari Muslim

Dan pada akhirnya, Walaupun saya condong untuk mengambil pendapat  turun  sujud dengan kaki lebih dahuulu, tetapi saya selalu menasehati janganlah masalah-masalah yang seperti ini di jadikan ajang pertengkaran yang asasnya tidak lain melainkan hawa dan kejahilan.

Allahu ta’alaa a’lam bishowaab


PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry


Poskan Komentar

  1. assalamualaikum...
    ustad..lantas bagaimana jika salah satu atau kedua lututnya sedang sakit..apakah ttp mendahulukan lututnya juga daripada telapak tngannya...terima kasih..
    oh ya ustad...mohon diakhir pembahasannya dibuat sedikit kesimpulan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau lututnya sakit maka tidak mengapa tangannya duluan yang menyentuh bumi. Karena itu adalah kelapangan yang Allah berikan ketika sakit.

      Allah ta'ala berfirman:

      لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

      "Sesungguhnya Allah tidaklah memberatkan seseorang kecuali Allah memberikan kelapangan untuknya" (QS. Al-Baqarah: 286)

      Di akhir pembahasan sudah kami berikan kesimpulannya, perkataan kami:

      "Dan pada akhirnya, Walaupun saya condong untuk mengambil pendapat turun sujud dengan kaki lebih dahuulu, tetapi saya selalu menasehati janganlah masalah-masalah yang seperti ini di jadikan ajang pertengkaran yang asasnya tidak lain melainkan hawa dan kejahilan".

      Hapus
  2. Perasaan duduk nya Unta itu belakang dulu dech...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti bapak belum pernah melihat secara langsung bagaimana unta turun. Yang namanya unta turun, tentu akan mendahulukan yang depan dan bukan yang belakang.

      Silahkan lihat video bahwa unta turun mendahulukan yang depan dan bukan yang belakang di sini: https://www.youtube.com/watch?v=UfWriNxuDQk (dengan judul: Unta Turun - อูฐล้มตัวหมอบ - بروك الجمل)

      Hapus
  3. Alhamdulillah, mendapat pencerahan dari tulisan ini.

    BalasHapus
  4. sempat bingung dengan perkara ini..

    BalasHapus
  5. Karya Syaikh Albani tetap masih jadi rujukan

    BalasHapus

 
Top