0


Terkadang kita terlupakan dengan perihal yang dapat menyebabkan seseorang masuk neraka.  Tak anyal lagi bahwasanya sebenarnyapun kita mengetahui akan hal-hal yang dapat memasukkan kita kedalam neraka secara global. Karena, semua perkara yang Allah tidak ridhoi bagaimanapun wujudnya akan menyeret kita
masuk kedalam jurang neraka.
Maka selayaknya bagi setiap jiwa yang menyatakan dia sebagai orang muslim untuk mengetahui sebab-sebab yang dapat menyeret seseorang ke dalam jurang neraka jahim.
Akan tetapi sebelum pemaparan sebab-sebab yang dapat menyeret seseorang kedalam api neraka, ada baiknya bagi kita untuk mengetahui bahwasanya sebab-sebab yang dapat menyeret kedalam neraka terdiri dari dua macam bagian
1.       Sebab yang membuat seseorang menjadi kafir. Yang mana sebab ini mengeluarkan ia dari iman menuju kekafiran. Dan mewajibkannya untuk kekal di neraka.
2.       Sebab yang menajdikan seseorang fasiq, namun tidak kafir. Sebab ini mengeluarkannya dari kesempurnaan iman menuju kefasikan. Dan menjadikannya berhak untuk masuk kedalam neraka namun tidak kekal didalamnya.
Untuk saat ini kita akan kaji macam yang pertama. Yaitu, sebab-sebab yang membuat seseorang menjadi kafir, mengeluarkannya dari iman menuju kekafiran, dan mewajibkannya kekal dineraka.
Sebab-sebab dari macam yang pertama ini adalah
1.       Menyekutukan Allah dalam masalah ketuhananNya, peribadatanNya, dan sifatNya. Maka, barang siapa yang meyakini bahwasanya terdapat pencipta alam selain Allah, dan meyakini bahwasanya terdapat makhluk yang berhak diibadahi selainNya, serta meyakini bahwasanya terdapat sebuah makhluk yang ilmunya, kemampuannya setara dengan Allah maka ia telah menyukutukan Allah dan mengeluarkannya  dari islam, serta mewajibkan dirinya untuk kekal dineraka.  
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”[1]
Dan Allah berfrman:
إنَّهُ  مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.”[2]

2.       Mengingkari rukun iman yang enam. Barang siapa yang tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya ,dan hari kiamat, serta ketentuan-ketentuannya (qadha dan qadharNya), maka ia telah kafir keluar dari islam dan ia tinnggal dineraka dengan kekal. Walaupun ia hanya mengingkari salah satu dari rukun-rukun iman dengan mendustakannya ataupun ragu terhadapnya maka ketahuilah bahwasanya ia pun telah kafir dan berhak masuk kedalam neraka dengan kekal dan dikekalkan didalamnya.
Allah berfirman:
إن الذين يكفرون بالله و رسله و يريدون أن يفرقوا بين الله و رسله و يقولون نؤمن ببعض و نكفر ببعض و يريدون أن يتخذوا بين ذالك سبيلا أولئك هن الكافرون حقا و أعتدنا للكافرين عذابا مهينا
“sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaksud membeda-bedakan antara keimanan kepada Allah dan rasul-rasulNya dengan mengatakan, “kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian yang lain. Serta bermaksud mengambil alan tengah. Merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan”[3]

Disini Allah menjelaskanbahwasanya orang yang mengingkari sebagian dari rukun iman, maka ia adalah orang kafir yang berhak untuk masuk neraka selama-lamanya.

3.       Mengingkari kewajiban-kewajiban bagi seorang muslim yang tertera dalam rukun islam yang lima. Barang siapa yang menolak syahadat, atau shalat, puasa, atau menolak kewajiban haji dan zakat maka ia telah keluar dari islam dan berhak untuk mengambil bagiannya di neraka selam-lamanya. Begitu juga barang siapa yang mengingkari haramnya khomr, zina, liwat (homo seksual), membunuh jiwa yang Allah haramkan, maka ia juga kafir. Akan tetapi jika ia baru masuk kedalam agama islam dan belum banyak mengetahui tentang islam kemudian mengingkari kewajiban-kewajiban dan keharaman bagi seorang muslim maka ia tidak dihukumi kafir. Karena ia belum mempunyai ilmunya. Karena seseorang dihukumi dihukumi kafir setelah penjelasan sampai kepadanya dan dia telah mendapatkan ilmunya.

4.       Menghina Allah, agamaNya, dan rasulNya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
ولئن سألتهم ليقولن إنما كنا نخوض ونلعب قل أبا الله وآياته ورسوله كنتم تستهزؤن لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم
“Dan jika kamu menanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan berkata “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah “mengapa kepada Allah, dan ayat-ayatnya serta rasulNya kamu selalu berolok-olok”[4]
Ayat ini turun kepada orang-orang munafik dijaman nabi Muhammad shallallahu alahi wa sallam.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, beliau berkata:
"قال رجل في غزوة تبوك في مجلس يوماً : ما رأيت مثل قرأئنا هؤلاء ، أرغب بطونا ، و لا أكذب ألسناً ، ولا أجبن عند اللقاء ، فقال رجل في المسجد : كذبت ، ولكنك منافق ، لأخبرن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  فبلغ ذلك رسولَ الله  صلى الله عليه وسلم  ونزل القرآن ، قال عبدالله بن عمر : وأنا رأيته متعلقاً بحَقَب ناقة رسول الله  صلى الله عليه وسلم  وهو يقول : " يا رسول الله ،إنما كنا نخوض ونلعب " ورسول الله يقول : { أبا الله وآياته ورسوله كنتم تستهزؤن لاتعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم }"أ.هـ
“Seseorang berkata disuatu majlis pada hari peperangan tabuk: “Aku tidak pernah melihat seperti para qurra’ kita,  mereka adalah orang yang paling rakus untuk masalah perut, dan paling dusta lisannya, dan paling pengecut tatkala pertemuan perang. Maka seseorang yang berada di masjid berkata: Engkau telah berdusta, akan tetapi engkaulah orang munafik. Saya akan kabarkan rasulullah. Maka sampailah berita ini kepada Rasulullah shallallahu alahi wa sallam dan turunlah ayat quran. Abdullah bin umar berkata: dan saya melihatnya terkatung-katung di ontanya Rasululllah shallallahu alaihi wa sallam Dan dia mengatakan “wahai Rasulullah kami hanya bercanda dan bermain-mainsaja” Maka rasul mengatakan: Apakah dengan Allah dan ayat-ayatNya dan RasulNya kalian berolo-olok? Kalian telah kafir setelah keimanan kalian”

5.       Berhukum dengan selain hukum Allah dengan berkeyakinan bahwasanya hukum dia lebih baik dari hukum Allah, atau lebih bagus untuk manusia zaman sekarang, atau meyakini bahwasanya hukum dia sama bagusnya dengan hukum Allah.
Allah berfirman:
و من لم يحكم بما أنزل الله فألئك هم الكافرون
“Dan barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka ia telah kafir”[5]
Dan tidak akan mungkin hukum makhluk lebih baik dari hukum khaliq.
Allah berfirman:
ومن أحسن من الله حكما لقوم يوقنون
"Dan hukum siapa lagi yang lebih baik dari hukum Allah?”[6]

6.       Nifaq (munafiq) yaitu menyembuyikan kekufuran dan menampakkan keislaman. Dan sebab yang terakhir ini adalah sebab yang paling parah yang dapat menyeret orang kedalam api neraka. Mereka kekal di neraka dan tempat mereka adalah keraknya neraka.
Allah berfirman:
إن المنافقين في الدرك الأسفل من النار و لن تجد لهم نصيرا
"Sesungguhnya orang-orang munafik berada di keraknya api neraka yang palin bawah, dan engkau tidak akan mendapatkan untuk mereka seorang penolongpun”[7]
Mungkin yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Adapun sebab-sebab yang dapat memasukkan orang kedalam neraka yang bagian dua (tidak menjadikan pelakunya kekal di neraka). Akan saya bahas di waktu mendatang insya Allah.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry


[1] QS. Al Bayyinah: 6
[2] QS. Al Maidah: 72
[3] QS An-Nisa :150-151
[4] QS At-Taubah 65-66
[5] QS Al-Maidah: 44
[6] QS Al-Maidah 5
[7] QS An Nisa 145

Poskan Komentar

 
Top