0



Meluruskan shaff (barisan)  dan merapatkannya  tatkala shalat berjama’ah adalah kewajiban setiap individual muslim. Namun banyak dari masyarkat kita yang belum mengetahui akan hal tersebut. Lalai, untuk menempelkan kakinya dengan kaki para jam’ah yang lainnya adalah sebuah kesalahan.
Ketahuilah, akibat buruk yang timbul jika tidak merapatkan dan meluruskan barisan adalah akibat yang sangat berbahaya. Kaum muslimin tidak akan bersatu. Dan mereka tetap saja akan bercerai berai. Dan celah dari barisan akan digunakan syaithon untuk memberi  was-was kepada kaum muslimin yang melaksanakan shalat secara berjam’ah.  

Masalah ini sudah diwanti-wanti oleh Rasulullah –shallallahu alaihi wa salam- dari zaman dahulu kala. Rasulullah memerintahkan kita untuk merapatkan barisan dan melarang untuk memberi celah sekecil apapun kepada syaithon dalam shalat.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
لتسون صفوفكم أو ليخالفن الله بين وجوهكم
“Luruskanlah Shaff kalian atau Allah akan menjadikan diantara wajah-wajah kalian menjadi berselisih”[1]

Makna dari menjadikah wajah-wajah kalian berselisih adalah Allah akan menjadikan diantara kalian pemusuhan, kebencian, hasad, dll dalam hati kalian. Yang akan menjadikan persatuan kaum muslimin runtuh dan menjamurlah permusuhan dan perselisihan.
Makna ini telah didukung oleh sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
استووا ولا تختلفوا فتختلف قلوبكم
“Luruskanlah saff kalian dan janganlah berselisih (dalam berbaris) maka hati-hati kalian akan berselisih”[2]

Dan Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- pun bersabda:
أقيموا صفوفكم فإني أراكم من وراء ظهري
“Tegakkanlah barisan kalian sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang pungunngku”
Kemudian Anas –radhiyallahu anhu- berkata:
و كان أحدنا يلزق منكبه بمنكب صاحبه و قدمه بقدم صاحبه
“Dan setiap dari kami menempelkan pundaknya kepundak kawannya dan menempelkan kaikinya ke kaki kawannya”[3]

Dan Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:
رصوا صفوفكم و الذي نفسي بيده إني لأرى الشيطان يدخل من خلل الصف
“Rapatkanlah barisan kalian, demi dzat yang jiwaku berada ditanganNya (demi Allah) sesungguhnya aku melihat syaithon masuk ke dalam celah-celah barisan kalian”[4]

Begitu pentingnya untuk merapatkan dan meluruskan shaff shalat. Karena banyak sekali dampak negatif yang timbul jika perkara ini disepelekan dan tak diperhatikan.

Dan bagi para imam hendaklah mereka memerintahkan kepada para ma’mum untuk merapatkan dan meluruskan shaff. Karena imam adalah seorang pemimpin dalam shalat. Ibnu Umar mengatakan:
كان عمر لا يكبر حتى تعتدل الصفوف يوكل بذالك رجالا
“Dahulu Umar tidaklah bertakbir sampai shaff telah lurus, beliau memerintahkan orang-orang untuk meluruskannya”[5]

Dan jika, makmum mendapatkan barisan yang kosong didepannya hendaklah ia maju ke barisan tersebut agar tidak menjadikannya sebuah celah buat syaithon –la’natullah alaih-. Dan jika tidak ada yang maju, maka hendaklah ia merapatkan dengan bergeser agar syaithon tidak mendapatkan satu celahpun untuknya.

Allahu a’lam bis showab.


PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry


[1] HR Bukhari, Muslim
[2] HR Muslim, Abu dawud, Nasa’i
[3] HR Bukhari, Muslim
[4] HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad (hadits shohih)
[5] HR Abdurrazzaq (hadits shohih)

Poskan Komentar

 
Top