2

Seseorang berkata pada sebuah grup, yang mana kita harus belajar dari siapapun. Simaklah perkataannya:
Anda gk perlu pesimis dlm belajar Sunnah, gak perlu dengar omongan Orang2 awam yg beropini tanpa
Ilmu..!!
Perluas wawasan tentang Islam..!

Dalam belajar Ilmu Syari'at jangan terpaku pada 1 Guru atau 1 Firqah..!!!
Coba ngaji di Majelis Ta'lim Muhammadiyah, Persis, Salafi atau yg laen..!
Timbang dan bandingkan, nanti bakal ketahuan mana yg lebih mendekati Qur'an dan Sunnah..!!
Bahkan nanti juga bakal ketahuan mana yg sesat..!!

Jangan sekali2 terseret arus membanggakan Firqah/Golongan/Ormas, krn Perintah Rasulullah itu jelas menyuruh kita berpegang teguh pada Qur'an dan Sunnah..!!

Kyai/Ustadz hanya washilah/perantara kita untuk memahami Qur'an dan Sunnah, bukan sbg Tujuan akhir..


Maka lantaslah saya menjawab perkataannya yang begitu menyimpang: 
Perkataan antum salah besar. Itu bukanlah manhaj ahlussunnah dalam meununtut ilmu. Kita harus belajar dari seorang ustadz yang terpercaya akan keilmuannya. Jangan masuk dalam majlis yang tidak terpercaya. Jika seperti ini dia akan terbawa masuk kedalam syubhat.
 

Maka dari itu Rasulullah menganjurkan kita untuk MEMILIH GURU.
Rasulullah bersabda:
سيخرج في أخر الزمان دجالون كذابون يأتونكم بالأحاديث ما لم تسمعوا أنتم و لا أباءكم، إياكم و إياهم لا يفتنونكم و لا يضلونكم.
"Akan keluar di akhir zaman dajjal dajjal yang pendusta, mereka membawakan kepada kalian dengan hadits hadits yang belum pernah kalian dengar begitu pula bapak bapak kalian belum pernah mendengarkannya. Jangan dekat dekati mereka, sehingga mereka membuat fitnah pada diri kalian dan menyesatkan kalian"

Jika dekat dekat saja tidak boleh, karena takut mereka menyesatkan kita. Bagaimana jika belajar dari mereka?! Lebih parah lagi... Jelas tidak boleh bermajlis dari orang2 yang tidak jelas ilmunya.


PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

 

Poskan Komentar

  1. Menurut saya tulisan anda mengandung syubhat, karena judul, isi masalah, dan jawaban anda tidak nyambung, sudah jelas perkataan si pembela salafi itu benar..., hadis yg anda bawakan jg rasanya tidak hubungannya.....
    Mari lihat kembali :
    1-Anda gk perlu pesimis dlm belajar Sunnah,
    2-gak perlu dengar omongan Orang2 awam yg beropini tanpa
    Ilmu..!!
    3-Perluas wawasan tentang Islam..!
    4-Dalam belajar Ilmu Syari'at jangan terpaku pada 1 Guru atau 1 Firqah..!!!
    5-Coba ngaji di Majelis Ta'lim Muhammadiyah, Persis, Salafi atau yg laen..!
    6-Timbang dan bandingkan, nanti bakal ketahuan mana yg lebih mendekati Qur'an dan Sunnah..!!
    Bahkan nanti juga bakal ketahuan mana yg sesat..!!
    7-Jangan sekali2 terseret arus membanggakan Firqah/Golongan/Ormas,
    8-krn Perintah Rasulullah itu jelas menyuruh kita berpegang teguh pada Qur'an dan Sunnah..!!
    9-Kyai/Ustadz hanya washilah/perantara kita untuk memahami Qur'an dan Sunnah, bukan sbg Tujuan akhir..

    Dimana salahnya ucapan tsb...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salahnya sang pengucap berusaha untuk belajar dari setiap firqah, padahal jelas Rasulullah melarang nya.. Lihat jawaban ringkas diatas bagaimana Rasululllah mewanti wanti ummatnya untuk tidak belajar dari firqah dan kiyai yang tidak jelas.

      Hapus

 
Top