0




Wahai saudaraku, bila kita sakit kita merasa sedih, takut kalau sakit kita bertambah parah, maka ingatlah Allah subhanahu wa ta’ala. Karena hanya Allah lah yang menyembuhkan hambanya jika ia sakit. Bukan obat, suntik, terlebih lagi jimat. Adapun obat dan suntik dan alat kedokteran lainnya hanyalah perantara dan
sebab akan kesembuhanmu. Akan tetapi Allah sajalah yang menyambuhkan anda. Betapa banyak oang yang bermalam selama berbulan-bulan di Rumah Sakit namun kesembuhan tak kunjung tiba. Namun betapa banyak orang yang sembuh namun ia tak mengenali alat kedokteran. Rasululullah pun memerintahkan kita untuk berobat, akan tetapi rasul sama sekali tidak menyatakan bahwasanya obatlah yang menyembuhkan.

Rasulullah bersabda
تداووا يا عباد الله ، فإن الله لم يضع داء إلا وضع له شفاء ، إلا داء واحدا ، الهرم
“Berobatlah wahai hamba Allah. Seseungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali menurunkan penawarnya (obat), kecuali satu penyakit (yang tidak ada obatnya) yaitu, Tua (kematian)”[1]

Dan Rasululullah juga bersabda:
لكل داء دواء ، فإذا أصيب دواء الداء برئ بإذن الله تعالى
“Setiap penyakit ada obatnya, jika tepat obatnya maka penyakitnya akan sembuh dengan izin Allah”[2]
Lihatlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang kedua. “dengan izin Allah”. Maka dari itu pun 

Allah berfirman mengenai perkataan nabi Ibrahim Alaihissalam
و إذا مرضت فهو يشفين
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan ku”[3]

Untuk itu, maka bergembiralah wahai saudaraku! Bila anda ditimpa sakit, bersabarlah, dan jangan bersedih, karena jika anda bersabar maka derajatmu dinaikkan oleh Allah dan kesalahan serta dosamu Dia ampuni.
Kemudian penuhi lah Adab-adab orang yang sakit:

1.       Segera bertaubat, menyesali segala kesalahan dan dosa serta berniat kuat untuk menjauhi dan tidak akan mengulanginya lagi. Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah
Allah berfirman :
قل يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إنّ الله يغفر الذنوب جميعًا إنه هو الغفور الرحيم
“katakanlah, wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap dirinya, jangan lah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa sesungguhnya Ia maha pengampun lagi penyayang”[4]

2.       Mintalah maaf dari seluruh kerabat dan kawanmu, jika engkau mempunyai kesalahan dari mereka maka mintalah kehalalan dari mereka. Terutama orang tuamu. Mintalah kehalalan darinya. Insya Allah mereka mendoakan kesembuhan bagimu.

3.       Berdzikir dan beristighfarlah sebanyak banyaknya. Dengan tetap shalat lima waktu pada awal waktunya.  Dan ketahuilah wahai saudaraku, bahwasanya sakit bukanlah udzur untuk meninggalkan shalat. Bagaimanapun keadaan seseorang harus tetap shalat pada waktunya. Jika ia tidak bisa shalat berdiri, maka hendaklah ia duduk, bila ia tidak bisa shalat untuk duduk maka hendaklah ia shalat dengan berbaring. Karena agama islam adalah agama yang mudah dan bukanlah agama yang sulit.

4.       Mohonlah pahala dan berbaik sangka terhadap takdir Allah subhanahu wa ta’ala.  Sebab musibah yang menimpamu berasal dari kelalaianmu terhadap takdir Allah.

5.       Berobatlah dengan obat yang halal. Dan pergilah kedokter yang terpercaya. Dan jangan berobat dengan jimat yang berasal dari dukun berkedok “ustadz”. Itu hanyalah amalan syaithon yang terkutuk. Dan tawakkalh kepada Allah dalam segala urusanmu, dan penyembuhanmu.

Rasulullah bersabda:
إن الله جعل لكل داء دواء فتداووا و لا تداووا بحرام
“sesungguhnya Allah memberikan setiap penyakit sebuah penawarnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram”[5]

6.       Kuatkan kesabaranmu dan jangan banyak mengeluh untuk makan ataupun putus asa sebab mengeluh dan putus asa hukumnya haram dan termasuk perbuatannya orang kafir sebagaimana yang telah saya bawa firman Allah diatas ( QS Az Zumar :53)

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry


[1] HR Tirmidzi, Abu Dawud dll
[2] HR Muslim
[3] QS Asy Syu’ara: 80
[4] QS Az zumar ayat 53
[5] HR Abu Dawud

Poskan Komentar

 
Top