0



Pada saat saya mengajarkan anak anak mengaji, salah seorang dari mereka sangat susah untuk menghapalkan salah satu huruf dari huruf huruf hijaiyyah.Sudah tiga hari berturut turut ia mengulang ngulang di halaman yang sama.Tapi hasil pun tetap tidak memuaskan. Pikiran saya pun mulai kacau bagaimana saya bisa memahamkan anak ini. Akan tetapi, tanpa saya sadari anak tersebut mengangis dan membaca iqra' dengan suara terseduh seduh. Saya pun tak paham.

Didalam hati mulai terbesit " waduh, saya tadi melakukan kesalahan apa ya? Perasaan satu perkataan yg menunjukkan rasa marah pun tak keluar dari lisanku. Haih.."

Saya pun terdiam sesaat dan berusaha tuk menundukkan kepala dan memandang wajah dan matanya yg meneteskan air mata. Ternyata benar, anak didik ku yg satu ini sedang menahan isak tangisan yg melandanya. Lantas saya tersenyum dan mengusap tangannya, yg saya rasa perbuatan ini menunjukkan kepadanya bahwa saya sedikitpun tidak marah padanya. Cara demi cara saya lakukan, pada akhirnya ia baru mengerti dan hapal dengan huruf tersebut. Alhamdulillah.

Akhirnya pada saat itu juga, ia tersenyum manis dan bahagia karena baru paham dan mengerti akan huruf tersebut. Maka, tanpa disadari bibir sayapun ikut melebar memberikan senyum untuknya. Dan ia mengusap usap air mata tangisan dengan lengan bajunya.

Disini saya dapat mengambil pelajaran:
1-Janganlah anda memarahi anak didik anda jika kelembutan cukup untuknya. Karena tanpa dimarahipun ia telah nangis terisak isak, mungkin karena rasa jengkel dan putus asa mulai menggerogoti perasaannya.

2- Mulailah untuk dekat dan merasa dekat dengan anak didik, bahwasanya ia adalah seorang adek tersayang. Engkau senang tatkala ia senang, dan engkaupun bersedih takala ia sedih. Berusahalah untuk masuk kedalam dunianya. Masuklah dalam kesedihannya sehingga andapun ikut berperan untuk menyelesaikan perkara yg membuatnya sedih. Begitupula masuklah dalam kebahagiaannya sehingga andapun ikut merasakan kebahagiannya.

3- Jika masalah melanda, rasa gundah menghampiri, carilah solusi untuk meghilangkannya. Jika solusi tersebut tidak ampuh, carilah solusi lain. Solusi demi solusi telusurilah. Cara demi cara berlakukanlah. Dan jangan berputus asa. Sesungghuhnya Allah sangat menyayangi hambanya. Jika Allah memberi masalah kepada anda pastilah Ia telah memberikan jalan keluarnya. Itu tidak lain halnya seperti Allah menurunkan penyakit pastilah ia menurunkan obatnya.

Semangatlah wahai para pendidik. Berusalah untuk menjadi mu'allim rabbani. Kita saling menanamkan dihati bahwasanya umat menunggu, dan harapan tertuju.

Keep spirit ^_^

Pelajaran selebihnya dari antum semua silahkan untuk menambahkannya
dikomentar.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top