0



Banyak warung, toko dan pusat perbelanjaan tidak lagi mengenal halal dan
haram, pokoknya apa saja dijual asalkan mendapatkan untung. Dengan modal

yang berusaha sekecil mungkin, diharap bisa meraih keuntungan yang besar.
Maka segala cara pun ditempuh bahkan untuk memperdagangkan barang yang
haram. Padahal Islam tidak menghalalkan segala cara untuk meraih rizki. Ada
cara yang benar yang mesti ditempuh. Seorang muslim harus menghindarkan
diri dari memperdagangkan barang yang haram demi mendapatkan rizki yang
barokah.



Berikut adalah beberapa komoditi atau barang yang haram diperdagangkan
atau diperjual belikan:

1. Khomr (minuman keras atau setiap yang memabukkan)
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha , ketika turun ayat-ayat akhir surat Al Baqarah
(tentang haramnya khomr), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar lantas
bersabda,
ﺣُﺮِّﻣَﺖِ ﺍﻟﺘِّﺠَﺎﺭَﺓُ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ
“ Perdagangan khomr telah diharamkan ” (HR. Bukhari no. 2226).

2. Bangkai

3. Babi

4. Berhala
Dari Jabir bin Abdillah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda di Mekah saat penaklukan kota Mekah,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﺣَﺮَّﻡَ ﺑَﻴْﻊَ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻴْﺘَﺔِ ﻭَﺍﻟْﺨِﻨْﺰِﻳﺮِ ﻭَﺍﻷَﺻْﻨَﺎﻡِ « . ﻓَﻘِﻴﻞَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺃَﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺷُﺤُﻮﻡَ ﺍﻟْﻤَﻴْﺘَﺔِ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻳُﻄْﻠَﻰ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﺴُّﻔُﻦُ ، ﻭَﻳُﺪْﻫَﻦُ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟْﺠُﻠُﻮﺩُ ، ﻭَﻳَﺴْﺘَﺼْﺒِﺢُ
ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ . ﻓَﻘَﺎﻝَ » ﻻَ ، ﻫُﻮَ ﺣَﺮَﺍﻡٌ « . ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -
ﻋِﻨْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ » ﻗَﺎﺗَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ، ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻤَّﺎ ﺣَﺮَّﻡَ ﺷُﺤُﻮﻣَﻬَﺎ ﺟَﻤَﻠُﻮﻩُ ﺛُﻢَّ ﺑَﺎﻋُﻮﻩُ ﻓَﺄَﻛَﻠُﻮﺍ
ﺛَﻤَﻨَﻪُ
" Sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamar,
bangkai, babi, dan patung." Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, apa
pendapatmu mengenai jual beli lemak bangkai, mengingat lemak bangkai itu
dipakai untuk menambal perahu, meminyaki kulit, dan dijadikan minyak untuk
penerangan?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak boleh! Jual
beli lemak bangkai itu haram." Kemudian, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda, "Semoga Allah melaknat Yahudi. Sesungguhnya, tatkala
Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu menjual
minyak dari lemak bangkai tersebut, kemudian mereka memakan hasil
penjualannya ." (HR. Bukhari no. 2236 dan Muslim, no. 4132).



5. Anjing
Dari Abu Mas’ud Al Anshori radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata,

ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻧَﻬَﻰ ﻋَﻦْ ﺛَﻤَﻦِ ﺍﻟْﻜَﻠْﺐِ ﻭَﻣَﻬْﺮِ ﺍﻟْﺒَﻐِﻰِّ ﻭَﺣُﻠْﻮَﺍﻥِ
ﺍﻟْﻜَﺎﻫِﻦِ
“ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hasil penjualan anjing,
penghasilan pelacur dan upah perdukunan ” (HR. Bukhari no. 2237 dan
Muslim no. 1567).

Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah dikecualikan anjing yang dimanfaatkan untuk
buruan. Dari Jabir, ia berkata,
ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻧَﻬَﻰ ﻋَﻦْ ﺛَﻤَﻦِ ﺍﻟﺴِّﻨَّﻮْﺭِ ﻭَﺍﻟْﻜَﻠْﺐِ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﻠْﺐَ ﺻَﻴْﺪٍ
“ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang upah penjualan kucing dan
anjing kecuali anjing buruan” (HR. An Nasai no. 4668. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih).

6. Darah
Dari Abu Juhaifah, beliau berkata,

ﺇِﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻧَﻬَﻰ ﻋَﻦْ ﺛَﻤَﻦِ ﺍﻟﺪَّﻡِ ، ﻭَﺛَﻤَﻦِ ﺍﻟْﻜَﻠْﺐِ ، ﻭَﻛَﺴْﺐِ
ﺍﻷَﻣَﺔِ ، ﻭَﻟَﻌَﻦَ ﺍﻟْﻮَﺍﺷِﻤَﺔَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻮْﺷِﻤَﺔَ ، ﻭَﺁﻛِﻞَ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ، ﻭَﻣُﻮﻛِﻠَﻪُ ، ﻭَﻟَﻌَﻦَ ﺍﻟْﻤُﺼَﻮِّﺭَ
“ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hasil penjualan darah, hasil
penjualan anjing dan upah dari budak wanita (yang berzina). Beliau juga
melaknat orang yang mentato dan yang meminta ditato, memakan riba
(rentenir) dan yang menyerahkannya (nasabah), begitu pula tukang gambar
(makhluk yang memiliki ruh) ” (HR. Bukhari no. 2238). Yang termasuk di sini
adalah darah yang haram dimakan disebut "dideh " (dikumpulkan dari hasil
penyembelihan hewan lalu diolah) atau darah untuk transfusi (donor darah).

7. Kucing
Dari Jabir, beliau berkata,
ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻧَﻬَﻰ ﻋَﻦْ ﺛَﻤَﻦِ ﺍﻟْﻜَﻠْﺐِ ﻭَﺍﻟﺴِّﻨَّﻮْﺭِ
“ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari hasil penjualan anjing dan
kucing ” (HR. Abu Daud no. 3479 dan An Nasai no. 4668. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih).

8. Gambar yang memiliki ruh (manusia dan hewan)
Dari Sa’id bin Abil Hasan, ia berkata,

ﻛُﻨْﺖُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ - ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ - ﺇِﺫْ ﺃَﺗَﺎﻩُ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺇِﻧِّﻰ
ﺇِﻧْﺴَﺎﻥٌ ، ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻣَﻌِﻴﺸَﺘِﻰ ﻣِﻦْ ﺻَﻨْﻌَﺔِ ﻳَﺪِﻯ ، ﻭَﺇِﻧِّﻰ ﺃَﺻْﻨَﻊُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺘَّﺼَﺎﻭِﻳﺮَ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﺑْﻦُ
ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﻻَ ﺃُﺣَﺪِّﺛُﻚَ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺳَﻤِﻌْﺘُﻪُ
ﻳَﻘُﻮﻝُ » ﻣَﻦْ ﺻَﻮَّﺭَ ﺻُﻮﺭَﺓً ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﻌَﺬِّﺑُﻪُ ، ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻨْﻔُﺦَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍﻟﺮُّﻭﺡَ ، ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻨَﺎﻓِﺦٍ
ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺑَﺪًﺍ « . ﻓَﺮَﺑَﺎ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺭَﺑْﻮَﺓً ﺷَﺪِﻳﺪَﺓً ﻭَﺍﺻْﻔَﺮَّ ﻭَﺟْﻬُﻪُ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻭَﻳْﺤَﻚَ ﺇِﻥْ ﺃَﺑَﻴْﺖَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻥْ
ﺗَﺼْﻨَﻊَ ، ﻓَﻌَﻠَﻴْﻚَ ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ ، ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻟَﻴْﺲَ ﻓِﻴﻪِ ﺭُﻭﺡٌ
“ Aku dahulu pernah berada di sisi Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma-. Ketika
itu ada seseorang yang mendatangi beliau lantas ia berkata, “Wahai Abu
‘Abbas, aku adalah manusia. Penghasilanku berasal dari hasil karya tanganku.
Aku biasa membuat gambar seperti ini.” Ibnu ‘Abbas kemudian berkata,
“Tidaklah yang kusampaikan berikut ini selain dari yang pernah kudengar dari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku pernah mendengar beliau
bersabda, “Barangsiapa yang membuat gambar, Allah akan mengazabnya
hingga ia bisa meniupkan ruh pada gambar yang ia buat. Padahal ia tidak
bisa meniupkan ruh tersebut selamanya.” Wajah si pelukis tadi ternyata
berubah menjadi kuning. Kata Ibnu ‘Abbas, “Jika engkau masih tetap ingin
melukis, maka gambarlah pohon atau segala sesuatu yang tidak memiliki
ruh” (HR. Bukhari no. 2225).

9. Segala benda yang haram dan yang dimanfaatkan untuk tujuan haram
Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﺮَّﻡَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺣَﺮَّﻡَ ﺛَﻤَﻨَﻪُ
“ Sesungguhnya jika Allah Ta’ala mengharamkan sesuatu, maka Allah
mengharamkan upah (hasil jual belinya) ” (HR. Ad Daruquthni 3: 7 dan Ibnu
Hibban 11: 312. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits
ini shahih ).

Dalam lafazh musnad Imam Ahmad disebutkan,

ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﺮَّﻡَ ﺃَﻛْﻞَ ﺷَﻲْﺀٍ ، ﺣَﺮَّﻡَ ﺛَﻤَﻨَﻪُ
“ Sesungguhnya jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan memakan sesuatu,
maka Dia pun melarang upah (hasil penjualannya) ” (HR. Ahmad 1: 293.
Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih ).

Oleh karenanya segala makanan atau minuman yang diharamkan, maka
diharamkan pula jual belinya semisal jual beli hewan buas yang bertaring,
darah, anjing, burung yang bercakar, hewan jalalah (yang mengkonsumsi
najis), tikus, ular, semut dan katak.

Contoh yang dimanfaatkan untuk tujuan haram adalah alat musik dengan
berbagai macam jenisnya, bahkan terdapat hadits khusus yang menyebutkan
penjualannya yang haram.

Dari Abu ‘Amir atau Abu Malik Al Asy’ari telah menceritakan bahwa dia tidak berdusta, lalu dia menyampaikan sabda Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ﻟَﻴَﻜُﻮﻧَﻦَّ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻰ ﺃَﻗْﻮَﺍﻡٌ ﻳَﺴْﺘَﺤِﻠُّﻮﻥَ ﺍﻟْﺤِﺮَ ﻭَﺍﻟْﺤَﺮِﻳﺮَ ﻭَﺍﻟْﺨَﻤْﺮَ ﻭَﺍﻟْﻤَﻌَﺎﺯِﻑَ ، ﻭَﻟَﻴَﻨْﺰِﻟَﻦَّ ﺃَﻗْﻮَﺍﻡٌ
ﺇِﻟَﻰ ﺟَﻨْﺐِ ﻋَﻠَﻢٍ ﻳَﺮُﻭﺡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺑِﺴَﺎﺭِﺣَﺔٍ ﻟَﻬُﻢْ ، ﻳَﺄْﺗِﻴﻬِﻢْ - ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻔَﻘِﻴﺮَ - ﻟِﺤَﺎﺟَﺔٍ ﻓَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﺍ
ﺍﺭْﺟِﻊْ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﻏَﺪًﺍ . ﻓَﻴُﺒَﻴِّﺘُﻬُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻳَﻀَﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠَﻢَ ، ﻭَﻳَﻤْﺴَﺦُ ﺁﺧَﺮِﻳﻦَ ﻗِﺮَﺩَﺓً ﻭَﺧَﻨَﺎﺯِﻳﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ
ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang
menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok
orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang
yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata,
‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan
kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah
mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat” (HR.
Bukhari secara mu’allaq –tanpa sanad- dengan lafazh jazm/ tegas).

Yang termasuk dalam hal ini lagi adalah jual beli rokok, dadu, kartu judi, buku
yang berisi kekufuran, kebid’ahan, pemikiran sesat atau berisi akhlak yang
rusak seperti buku porno, buku yang berisi gambar perempuan yang membuka
aurat, baju yang terdapat gambar makhluk yang memiliki ruh –seperti pada
baju anak atau kaos bola yang terdapat gambar pemain bola-, baju yang
terdapat gambar wanita, pakaian wanita yang ketat dan seksi, dan baju yang
memiliki salib.

Semoga Allah memudahkan para pedagang dan setiap yang terjun dalam
bisnis untuk memperhatikan yang haram untuk dijauhi dan mencukupkan diri
dengan yang halal.

Wallahu a’lam

Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuaisikal


Dipublikasikan oleh: Muhammad Abdurrahman AlAmiry

Sumber:  rumaysho.com



Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di al-amiry.blogspot.com dengan menyertakan al-amiry.blogspot.com sebagai sumber artikel

Poskan Komentar

 
Top