0


Jika kesedihan mendatangi kita, karena kita telah meninggalkan kekasih yang kita cintai, itu adalah suatu hal yang wajar dan lumrah. Lihatlah tatkala orang tua meletakkan anaknya dalam suatu wadah yang mana anak
itu akan di didik dan dibina dengan benar. Sudah menjadi kepastian, bagaimana sang ibu bersedih bahkan meneteskan air mata yang mengalir tatkala meninggalkan sang anak untuk pertama kalinya. Begitupula sang anak, bagaimana ia menangis terseduh seduh tatkala ditinggal oleh sang ibu, dan terpisahkan oleh jarak diantara mereka berdua.  Dan bahkan sang anak rela untuk mengejar kendaraan  yang ditumpangi oleh sang bapak dan ibu untuk kepulangan mereka berdua ke kampungnya sendiri. laa haula wa laa quwwata illaa billah..
Dan itulah yang saya alami sendiri, bagaimana sebuah rasa di hati bergejolak sedih tatkala di tinggal ayah dan ibu untuk kegiatan belajar yang saya emban dalam rangka menuntut ilmu dalam sebuah ma'had (pondok pesantren)  yang terletak di sebuah kota solo. Yang bernamakan Pondok Pesantren Imam Bukhari.
Dan itulah suatu hal yang Lumrah dan wajar. Bagaimana kita bersedih bahkan menangis jika meninggalkan seseorang yang kita cintai (ibu, ayah, anak, saudara, murid, maupun guru)

Namun yang jadi permasalahan yang harus di garis bawahi, jangan sampai kita berlebihan dalam bersedih. Sampai kita menampar wajah, merobek pakaian, bahkan ada yang menghantukkan kepalanya ke sebuah dinding.. lah, kan itu namanya menyiksa diri sendiri. Dan tidak ada guna dan manfaatnya. Rasul bersabda:
ﻟﻴﺲ ﻣﻨﺎ ﻣﻦ ﻟﻄﻢ ﺍﻟﺨﺪﻭﺩ ﻭﺷﻖ ﺍﻟﺠﻴﻮﺏ ﻭﺩﻋﺎ ﺑﺪﻋﻮﻯ ﺍﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ
"Bukan golongan dari kami orang yg menampar pipinya dan merobek robek pakaiannya dan berdoa dengan doa doa jahiliyyah"

Akan tetapi yang harus diperhatikan lagi BAGAIMANA JIKA KITA DITINGGAL PERGI OLEH ALLAH?! jika oang tua meninggalkan kita dan kita bersedih, karena orangtualah yang mendidik kita, karena beliaulah yg merawat dan memberi makan kepada kita. Bagaimana jika yang meninggalkan kita adalah Dzat yang pada hakikatnya Ia lah yang merawat, mendidik, memberi rizki kepada kita.. laa haula wa laa quwwata illaa billah.. Akan tetapi banyak diantara kita yang tertipu. Mereka bersenang senang dengan bermaksiat kepada dzat yang selalu melihatnya.

نسأل العافية و السلامة

Kemudian bagaimana keadaan kita tatkala ingin bertemu dengan sesorang yang kita cintai pada saat kita telah berpisah jauh dengan waktu yang cukup panjang?! Pastilah sangat gembira sekali..

Dan itulah yang saya rasakan tatkala liburan ramadhan yg lumayan panjang telah tiba. Dengan rasa yang menggebuh gebuh ingin bertemu dengan bapak dan ibu. Sangat senang sekali, maka lantaslah saya mencium tangan ibu saya di karenakan rasa kangen yang mendalam di hati saya.

Nah bagaimana jika kita ingin bertemu dengan suatu zat yang dari lahir sampai matipun kita sama sekali belum menjumpaiNya?!
Ingatlah, insya Allah kita akan menumuinya engan perantara amalan shalih yg kita perbuat dan doa doa yang kita panjatkan.
Kita melihatNya seperti melihat Bulan purnama yang bersinar, tidak perlu desak2an ataupun empet empetan. Tatkala itu berseri serilah muka kaum mukminin.

Berbeda dengan para fansnya justin bieber, superjunior, SMASH. Menghadiri konsernyapun sudah mengundang dosa, desak desakan pula. Apa manfaatnya?! pulang kerumah hanya membawa hati yang gelisah di karenakan kantong tipis demi satu lembar tiket yang hina, dan nafas yang terengah engah karena desakan umat yg lalai terhdap Allah.

Cukuplah kita sebagai fansnya Allah.. Kita senang bertemu dengaNya dan sangat sedih jika Ia meninggalkan kita dikarenakan perlakuan diri kita sendiri.

اللهم ارزقنا رؤيتك في الجنة دار السعادة. اللهم أدخلنا الجنة دار القرار.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top