0

Banyak dari kaum muslimin yang akidahnya telah melenceng dari akidah yg benar. Mereka berkeyakinan bahwasanya Allah berada dimana2. Padahal telah jelas bahwasanya perkataan mereka bathil. Karena Allah berada di atas arsy. Allah berfirman:
الرحمن على العرش استوى

"Allah maha penyayang berada di atas arsy bersemayam"

Nah, begitu jelas ayat Allah ini membantah keyakinan yg bathil yg banyak tersebar di kalangan kaum muslimin. Betapa tidak?! jika Allah berada dimana mana, tentulah Allah berada  bersama anjing, babi dan bahkan kotoran hewan tersebut. -saya tidak berani untuk mengucapkan perkataan ini kecuali untuk memberi contoh dan pemahaman yg lebih mudah untuk dicerna-
Maka dari itu terdapat seorang budak yg dibebaskan oleh tuannya karena ia mengatakan bahwasanya Allah berada diatas langit. Dan rasullah yang mengizinkan budak tersebut untuk merdeka.



Dalam sebuah hadits di sebutkan
جاء أحد الصحابة يستشير الرسول صلى الله عليه و سلم في جواز عتق جارية له لكفارة لطمه لها. فلما أحضرها للنفي ليختبر إيمانها فقال أين الله؟ قالت في السماء و سألها من أنا؟ فقالت أنت رسول الله. فقال النبي اعتقها فإنها مؤمنة.
"Salah seorang sahabat mendatangi nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam untuk mencari solusi pembebasan budak perempuannya sebagai balasan karena ia telah menamparnya. Maka tatkala sahabat tersebut telah mendatangkan budaknya di hadapan nabi agar nabi menguji keimanannya, lantaslah nabi bersabda: "dimanakah Allah" Maka budak tersebut berkata : "di atas langit" kemudian nabi bersabda: "lalu siapakah aku?" Dia berkata: "engkau adalah utusan Allah" lantaslah Nabi bersabda :"BEBASKANLAH IA, KARENA SEJATINYA IA ADALAH SEORANG YANG BERIMAN"

Kemudian seseorang yang fitrahnya selamat pastilah ia akan mengatakan bahwasanya Allah berada di atas langit dan arsyNya.
Saya disini akan sedikit bercerita, dahulu waktu adik perempuan saya masih berumur 4 tahun, saya bertanya kepadanya "Fa (memanggil adik saya yang bernama iffah) Allah dimana? maka adik saya waktu itu hanya menunjuk keatas. maka saya balik bertanya "Dimana?! di atas langit?" Maka adik sayapun berkata "IYA"

Subhanallah anak kecil saja bisa menjawab yang benar. Sebenarnya semua kaum musliminpun bisa menjawabnya akan tetapi hanya di karenakan syubhat yang menempel di akal pikiran mereka. Mengapa saya katakan seperti ini? Lihatlah seluruh manusia jika mereka meminta sebuah perkara atau ingin menghilangkan masalah, kemana pandangan mereka akan tertuju? Pastilah keatas langit. Karena itulah fitrahnya manusia. Cuma karena syubhat orang orang sufi, pola pikir mereka berubah. Walaupun hakikatnya ia tetap yakin di hati kecilnya bahwasanya Allah diatas langit.

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat pernah bercerita "Pada suatu hari syaikh Muhammad bin Shalih al utsaimin pernah mengisi muhadharoh (kajian) di masjidil harom. Tatkala itu beliau mengisi kajian tentang akidah. Maka beliau lantas berkata:
أين الله؟ فقال الجماعة : في السماء قال: أين الله؟ قالوا : في السماء
"Dimana Allah? Maka para hadirin di masjidil haram mengatakan: Diatas langit. Kemudian beliau berkata lagi: Dimana Allah? maka para jamaahpun menjawab kembali: Diatas langit". Maka getarlah daerah masjidil haram dengan perkataan mereka "ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT"

Subhanallah.. bagaimana para ulama mengajarkan kepada umat suatu akidah yang benar, yang mana kebanyakan dari manusia yang menganggap remeh hal ini. Kebanyakan mereka berkata "Gini aja kok dibahas sampai ribet ribet?"
لا حول ولا قوة إلا بالله
Gimana kita tidak membahas hal ini. Sedangkan Kita berbicara tentang Allah. Dzat yang mulia tabaroka wa ta'ala. Ingatlah Allah ta'ala berfirman

قل إنما حرم ربي الفواحش ما ظهر منها وما بطن و الإثم و البغي بغير الحق و أن تشركوا بالله ما لم ينزل به سلطانا و أن تقولوا على الله ما لا تعلمون
"katakanlah wahai Muhammad sesunggunhnya Tuhan ku mengharamkan kalian dari perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi dan melakukan dosa, kedzoliman tanpa kebenaran dan kalian berbuat syirik kepada Allah yang mana Allah tidak menurunkan izin dengannya dan ALLAHPUN MELARANG KALIAN UNTUK MENGATAKAN TERHADAP ALLAH DENGAN SUATU HAL YANG KALIAN TIDAK MENGETAHUINYA"

Jadi Allah telah melarang keras agar kita berkata tentang Allah dengan suatu hal yang kita tidak mengetahuinya. Dan cukuplah nash sebagai pedoman kita dalam berakidah dan beramal serta bermuamalah. Jika tidak ada landasan dalil quran maupun sunnah maka kita tidak boleh melakukan ibadah tersebut maupun meyakininya.

اللهم اجعلنا من الموحدين العابدين الذين يعبدونك على سنة نبيك عليه أفضل الصلاة و أتم التسليم




Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di al-amiry.blogspot.com dengan menyertakan al-amiry.blogspot.com sebagai sumber artikel

Poskan Komentar

 
Top