0
Sesungguhnya Syaithan La’natulloh ‘alaih apabila tidak mampu memalingkan kita dari tholabul ilmi, niscaya dia akan mendatangi dari pintu yang lain dan berusaha untuk membisikkan : “Engkau adalah orang yang
‘Alim , Engkau adalah seorang yang zuhud, engkau orang sholeh, engkau adalah seorang yang rajin membaca dan penuntut ilmu,.lihatlah kawan-kawanmu apalah artinya mereka dihadapanmu.” Syaithan akan berusaha mendatangi melalui pintu pujian ini, maka berhati- hatilah dengan hal ini.



Rosululloh Sholallohu’Alaihi Wassalam telah memperingatkan kita dari sifat ini: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan. “Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru(sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu no.91)

Rosululloh Sholallohu’Alaihi Wassalam menjelaskan kesombongan itu dengan dua perkara, yaitu menolak kebenaran dengan enggan menerimanya, serta menganggap remeh orang lain. Dan Beliau sholallohu’Alaihi Wassalam mengancam dengan tidak akan masuk surga bagi yang memiliki kesombongan sekecil apapun. Oleh karena itu, tatkala Syaitan meniupkan ruh kesombongan, keangkuhan dan rasa ujub kedalam hati maka ingatlah bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki apapun.

 Telah ada Ulama-ulama sebelum kita yang kokoh bagaikan gunung-gunung, sedangkan diri ini tak lebih bagaikan kerikil-kerikil kecil. Semoga Allah senantiasa memberkahi kita, dan memberkahi ilmu yang kita miliki, janganlah jadi merasa sombong karena merasa lebih pintar dari yang lain, merasa lebih memahami suatu perkara dari yang lain, merasa lebih bagus hafalan ayat- ayatNya, merasa lebih indah suaranya saat melantunkan kitab suci, sadarilah semua itu datangnya dari Allah semata, dan semua itu adalah kepunyaan Allah, maka pantaskah kita sombong? sungguh jika Allah berkenan, ia akan mengambil semuanya dari kita tanpa menunggu nanti, sekarangpun Allah bisa mengambil semua ilmu yang kita miliki, karena semua ilmu itu adalah milikNya, maka pantas dan sangatlah wajar bila Ia berkehendak mengambilnya kembali.

Allah Ta’ala telah berfirman: “Dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya Aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.” [Ad-Dhukhan 19]

Ibnu Katsir Rohimahulloh menafsirkan firman Allah : “dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah.” Yakni: Janganlah kalian sombong dari mengikuti ayat-ayat-Nya dan melaksanakan hujah-hujah-Nya serta mengimani bukti-bukti-Nya.

Ingatlah kita hanya seekor kucing dan jangan menyombongkan diri, seakan akan seookor singa jantan.

 Wallahu a’lam.




Dipublikasikan oleh: Muhammad Abdurrahman Al Amiry

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di al-amiry.blogspot.com dengan menyertakan al-amiry.blogspot.com sebagai sumber artikel

Poskan Komentar

 
Top