Minggu, 29 Maret 2015

Siapakah Syi’ah Hutsi Dan Bagaimana Akidah Mereka?


Akhir-akhir ini sudah sangat banyak media yang menyebarkan kabar bahwa syi’ah hutsi Yaman sedang dibantai habis-habisan. Dan -alhamdulillah- semoga Allah selalu menolong mujahidin untuk menghancurkan syi’ah hutsi yang selalu membantai sunni di atas muka bumi Yaman.

Ketika kabar ini mulai tersebar, tidak sedikit dari kita yang bertanya-tanya “Siapakah syi’ah hutsi itu? Dan bagaimanakah akidah mereka?”

Maka ada baiknya, jika kita sedikit membahas pergerekan mereka, untuk membuka tabir hakikat mereka.

Selasa, 24 Maret 2015

Hukum Mengatakan “Allah Bersabda” Dan “Rasulullah Berfirman”


Mengenai hukum ini, mungkin banyak dari kaum muslimin yang bertanya-tanya; “Apakah boleh mengatakan “Allah berfirman dan Rasulullah bersabda?”

Sebelum kita menghukumi permasalahan ini, kita harus mengetahui apa itu sabda dan apa itu firman dalam bahasa indonesia. Karena, jika seseorang ingin mengetahui sesuatu maka dia harus mengetahui hakikat sesuatu tersebut.  Disebutkan dalam kaidah ushul fiqh:

الحكم على الشيء فرع عن تصوره

“Menghukumi sesuatu adalah bagian dari memahami hakikat sesuatu tersebut” (Mudzakkirah Ushul Al-Fiqh hal.2)

Hukum Memanjangkan Kuku


Termasuk sunan fitrah adalah memotong kuku. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

خمس من الفطرة: الختان، والاستحداد، ونتف الإبط، وتقليم الأظفار، وقص الشارب

“5 perkara dari fitrah: Khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu kemaluan, memotong kuku, dan memotong bulu kumis” (HR. Bukhari Muslim)

Adakah batas waktu membiarkan bulu kemaluan atau bulu ketiak atau kuku, atau kumis untuk tumbuh panjang?

Senin, 23 Maret 2015

Indahnya Nikah


Semua akan indah ketika jalinan cinta dirajut diatas ridha ilahi

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لم نرى للمتحابين مثل النكاح

"Aku belum pernah melihat jalinan cinta dari 2 pasangan yang lebih dahsyat seperti nikah" (HR. Ibnu Majah)
__________

Abdurrahman Al-Amiry (Pemilik website Kajian Al-Amiry)

Hukum Khitan Bagi Perempuan


Telah terjadi perselisihan pendapat diantara kalangan para ulama mengenai hukum khitan bagi wanita. Adapun bagi lelaki khitan adalah wajib.

Sebelum kita membahas hukum khitan bagi wanita, ada baiknya kita menyebutkan dalil-dalil mengenai khitan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اختتن إبراهيم عليه السلام وهو ابن ثمانين سنة بالقدوم

“Ibrahim alaihissalam berkhitan dengan menggunakan qaduum sedangkan beliau berumur 80 tahun” (HR. Bukhari Muslim)

Ketika nabi Ibrahim berkhitan, maka kita juga diperintahkan untuk mengikuti nabi Ibrahim. Allah ta’ala berfirman:

Minggu, 22 Maret 2015

Benarkah Ibnu Taimiyyah Mencela Ali Bin Abi Thalib Dengan Menuduhnya Telah Minum Khomr?


Dengan mencari-cari celah, syi’ah berkali-kali ingin menjatuhkan kredibilitas Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Mereka ingin sekali kehormatan ibnu taimiyyah hancur dengan tuduhan-tuduhan palsu yang mereka buat. Diantaranya adalah tuduhan syi’ah: “Bahwa Ibnu Taimiyyah menuduh Ali bin Abi Thalib minum khomr dan mabuk ketika shalat”.

Mari kita bahas satu persatu permasalahan ini.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

وَقَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى فِي عَلِيٍّ: {يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ} [سُورَةُ النِّسَاءِ: 43] لَمَّا صَلَّى فَقَرَأَ وَخَلَطَ

“Dan Allah ta’ala telah menurunkan sebuah ayat mengenai Ali bin Abi Thalib: (Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendekati shalat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk sampai kalian mengetahui apa yang kalian katakan) QS. An-Nisa: 43. Ketika Ali shalat dan membaca surat dia mencampurkan adukkan ayat (karena mabuk)” Minhaj As-Sunnah 7/237

Bantahan terhadap syi’ah:

Rabu, 18 Maret 2015

Debat Cerdas Mengenai Kesetaraan Gender



Terjadi dialog antara syaikh Al-Baihani rahimahullah dan seorang lelaki yang sangat mendukung kesetaraan gender.

Lelaki tersebut mulai berbicara panjang lebar.

Seketika, syaikh memotongnya seraya berkata:

أما الآن فاسكوتي و أنا أتكلم

"Sekarang kamu diam (menggunakan dhomir Ya Mukhatabah untuk "Perempuan"), dan biarkan saya berbicara.