Minggu, 01 Maret 2015

Adakah Syari’at Wudhu Atau Mandi Setelah Pulang Mengantarkan Jenazah Ke Pemakaman?


Assalamualaikum ustadz ana baru pulang mengantarkan jenazah ke pemakaman. Apakah disunnahkan untuk mandi atau wudhu saja?

(Dari: Pak Abu Sa’ad Rahmat)

Jawab:

Wa’alaikumussalam..

Jumat, 27 Februari 2015

Hukum Sisa Makanan Yang Ada Di Gigi Ketika Shalat


Diantara kamu muslimin banyak yang bertanya tentang masalah sisa makanan yang ada di gigi ketika shalat. Maka hukum sisa makanan yang ada di gigi sebagaimana dijelaskan oleh para ulama seperti syaikh Ibn Baaz rahimahullah ta’ala. Beliau ditanya:

ما حكم بقايا الطعام التي توجد في الفم أثناء الصلاة؟ هل يكتفى بإخراجها من الفم، أم يخرج من الصلاة ويتمضمض، ثم يعود ويبدأ الصلاة من جديد؟

“Apa hukum sisa-sisa makanan yang ada di mulut ketika shalat? Apakah cukup baginya untuk mengeluarkannya dari mulut, ataukah dia harus keluar dari shalat kemudian berkumur-kumur kemudian kembali dan memulai shalat yang baru?”

Syaikh bin Baaz rahimahullah menjawab:

Minggu, 22 Februari 2015

Apakah Anak Masih Wajib Berbakti Kepada Ibu Yang Telah Murtad? Dan Bagaimana Bentuk Berbakti Kepadanya?


Pertanyaan:
“Ustadz, saya mau bertanya; Bagaimana anak-anak harus bersikap kepada ibu kandungnya yang berpindah agama dari islam ke Kristen? Apakah kalau mereka tidak mau menuruti kata-kata ibunya dan tidak mengikuti kehendaknya, lantas mereka dikatakan durhaka? Apakah surga di telapak kaki ibu tetap berlaku untuk seorang ibu yang sudah murtad ustadz?” (Dari Bu Eva)

Jawaban:

Sabtu, 21 Februari 2015

Hukum Kerja Di Bank Ribawi Dan Status Harta Yang Didapat


Kerja di bank yang penuh dengan transaksi riba, hukumnya adalah haram. Walaupun pada asalnya, bukanlah dia yang bertransaksi riba namun dia hanya bekerja untuk para pemakan riba, maka dia juga ikut kena dosa besarnya.

Hal tersebut, sudah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: 

لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا، وَمُؤْكِلَهُ، وَكَاتِبَهُ، وَشَاهِدَيْهِ ، وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, dan penyetor riba, dan penulis transaksi riba, dan kedua saksi atas transaksi riba”. Dan beliau berkata: Mereka semua sama dalam dosa” HR Muslim

Dalam hadits diatas, terdapat ancaman bagi siapa saja yang membantu transaksi riba walaupun dia tidak memakan riba tersbut. Baik dia penyetor riba atau nasabah yang meminjam, baik pula dia adalah sekretaris

Kamis, 19 Februari 2015

Shalat 3 Waktu Sehari-Hari Dengan Alasan Jama’? Kritik Untuk Sebuah Pondok Pesantren


Akhir-akhir ini banyak tersebar stiker yang menghimbau untuk shalat 3 waktu.  Jujur saja, stiker ini sangat meresahkan ummat dan sangat tidak patut untuk diedarkan terutama yang mengedarkannya adalah sebuah pondok pesantren. Karena shalat 3 waktu ini, akan menjadi kebiasaan kaum muslimin terutama para kaum yang tamak akan dunia disebabkan slogan dan stiker yang diedarkan oleh pondok pesantren tersebut.

Mungkin pihak pondok pesantren tersebut sudah mengklarifikasikan bahwa stiker itu maksudnya adalah boleh menjama’ shalat dzuhur dan ashar atau maghrib dan isya karena alasan pekerjaan seperti  pegawai, sopir, tukang becak, dan buruh tani. Tapi klarifikasi merekapun tetap tidak benar dan tidak sesuai syari’at. Saya tidak bisa membayangkan, jika suatu saat nanti, kebiasaan tukang becak adalah shalat 3 waktu dan selalu menjama’ shalat karena himbauan pondok pesantren tersebut.

Mari kita masuk ke pembahasan.

Selasa, 17 Februari 2015

Mengkritisi Perkataan Emilia Renita Az Selepas Peristiwa Penyerangan Masjid Az-Zikra


Bismillah wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad..

Jujur saja, saya sedikit tergeletikkan dengan tulisan Bu Emilia Renita di dunia maya selepas penyerangan syi’ah terhadap masjid Adz-Dzikra. Sebuah peristiwa yang menyebabkan kemarahan kaum muslimin terhadap syi’ah itu sendiri.

Banyak point yang begitu aneh dari tulisan Emilia di dunia maya selepas peristiwa  masjid Adz-Dzikra. Dan point tersebut membuat saya yakin bahwasanya Emilia masih sangat dangkal tentang ajaran syi’ah yang dianut olehnya. Mari kita rinci point-point ganjal dari tulisannya.

Senin, 16 Februari 2015

Apakah Utsman Bin Affan Adalah Nashibi Menurut Riwayat Dan Kitab Syi'ah??



Dalam sebuah riwayat syi’ah, perempuan tidak boleh menikah dengan lelaki nashibi karena lelaki nashibi adalah kafir.

Disebutkan dalam sebuah kitab rujukan besar syiah “Wasa’il Asy-Syi’ah” milik Al-Hur Al-‘Amili:

عن علي بن الحسن بن فضال، عن محمد بن علي عن أبي جميلة، عن سندي، عن الفضيل بن يسار قال: سألت أبا جعفر (عليه السلام) عن المرأة العارفة هل أزوجها الناصب؟ قال: لا لان الناصب كافر

Dari Ali bin Hasan bin Faddhal, dari Muhammad bin Ali dari Abi Jamiilah, dari Sindi, dari Fudhail bin Yasar. Dia berkata: Aku bertanya kepada Abu Ja’far alaihissalam tentang perempuan yang arif (syi'ah), apakah aku menikahinya dengan lelaki Nahibi? Abu Ja’far berkata: “Jangan, karena lelaki nashibi adalah kafir” (Wasail Asy-Syi’ah 20/553)

Dalam riwayat yang disebutkan oleh Al-Hur Al’Amili dalam kitabnya sangat jelas, bahwasanya tidak diperbolehkan untuk menikahi seorang perempuan dengan lelaki nashibi.

Maka timbul pertanyaan..